the hard question in love life!

Akan kemanakah hubungan ini dilanjutkan? Saya banyak menemukan teman-teman saya dalam situasi terjebak dalam sebuah hubungan yang tidak menuju kearah yang lebih baik. Mempunyai kekasih yang suka berbohong, tukang selingkuh, suka melakukan kekerasan, suka meminjam uang tanpa mengembalikan, pemabuk, pemakai narkoba, terlibat kriminal, dan seks bebas. Maaf tapi kalau salah satunya ada dalam diri kekasih anda, lebih baik dipikirkan lagi keseriusan anda dengannya.

Coba kamu ingat-ingat lagi, selama kamu bersama dia apakah kamu semakin menjadi baik atau sebaliknya. Kamu mulai merahasiakan sesuatu dari orang tua dan teman-teman dekatmu. Mulai berbohong dengan mereka. Lebih membela pasangan kamu walau dalam hati kamu tau yang dilakukannya salah. Kamu menjauh dari orang-orang didekat kamu. Perubahan sikap karena pengaruh kekasih kamu yang jelas dirasakan orang tua dan teman kamu. Kalau tidak lebih baik ngapain kamu terus bertahan? Sudah terlanjur cinta, tidak ada yang namanya terlanjur. Kamu hanya malas untuk keluar dari zona nyaman yang kamu bangun sendiri. Nggak bisa hidup tanpa dia? Bohong besar. Kamu akan tetap hidup walau tanpa dia. Bagaimana bisa kamu menggantungkan hidup kamu pada orang yang tidak bertanggung jawab seperti itu. Kamu bisa hidup tanpa dia dengan lebih baik. Atau yang lebih parah kamu dan dia sudah melakukan hal-hal yang diluar batas. Bahkan sampai hamil mungkin. Jadi kamu tidak bisa meninggalkannya karena takut tidak ada yang akan bertanggung jawab padamu.

Sudah seharusnya pasangan kamu membawa kamu kearah yang lebih baik. Seandainyapun saat ini hidup kamu sudah kacau akibatnya, jangan menyerah dengan keadaan. Kamu berhak mendapatkan yang lebih baik daripada dia. Asal kamu mau bersabar dan sedikit berusaha. Hati kecil kamu pasti tau kebenarannya namun kamu sering tidak mengindahkannya. Terkadang cinta bukanlah hal yang paling penting dalam hidup. Keluarga, teman dan kasih sayang mereka adalah hal berharga yang tidak pantas kita khianati demi seseorang yang bahkan tidak menghormati dan tidak tulus mencintai kita tanpa berharap apapun.

Pikirkan kembali, pikirkan dalam-dalam. Benarkah ini yang kamu mau? Hidup bersama orang yang seperti itu. Kalau kamu berharap kelak dia akan berubah, itu mustahil. Tidak mudah. Apalagi bila hanya berjanji berubah dimulut saja. Mengapa kamu tidak bersama dengan orang yang jelas-jelas baik saja? Semua keputusan ada ditangan kamu tetapi coba renungkan lagi.

Advertisements

kapan? sebuah kata yang penuh tekanan!

Kapan wisuda? Kapan pacarnya dikenalin? Kapan kawin? Kapan punya anak? Kapan naik pangkat? Dan masih banyak kapan-kapan yang lain yang lebih menyebalkan yang ditanyakan oleh orang. Setiap orang mungkin pernah ditanyain hal seperti itu minimal sekali dalam hidupnya. Enggak mungkin enggak deh.

Pertanyaan tersebut mungkin didasari niat yang baik, sebagai bentuk perhatian terhadap orang yang ditanyain. Bahwa yang bertanya mengenal mereka dan ingin tau kabar terakhir mereka secara langsung. Namun belum tentu hal ini ditanggapi positif oleh orang yang ditanyain. Apalagi seandainya hal tersebut ditanyakan pada saat perasaan sedang buruk, ditengah acara penting atau keramaian. Efeknya pasti sangat aduhai bagi sikorban pertanyaan.

Aku sendiri pernah mengalami ditanya kapan wisuda sementara skripsi belum juga disetujui dosen pembimbing. Bukannya kita kurang berusaha supaya cepat-cepat wisuda tapi gimana kalau kita terbentur dengan dosen pembimbing yang sulit. Kamu bisa bilang ini alasan klasik bagi mahasiswa, tapi percayalah dikampus-kampus beneran ada dosen tipe seperti ini. Yang lajang tua, cerewet, suka mempersulit mahasiswa, sama sekali tidak perduli dengan kondisi mahasiswanya secara pribadi. Tapi saya tetap bisa wisuda walau waktunya melenceng dari harapan dan penuh perjuangan untuk sampai kesana.

Tapi apa masalah selesai? Tentu tidak. Ada saat dimana saya dihantui pertanyaan “Udah kerja? Kerja dimana?” Dan sekarang pertanyaan besar yang selalu mengikuti saya saat ketemu teman, keluarga dll “KAPAN KAWIN?” Oh God! Ini pertanyaan paling absurb yang ditujukan buat seorang jomblo. Lah mau kawin sama siapa kalau nggak punya calon. Dan kembali alasan klise, susahloh nyari pasangan yang tepat diantara kesibukan kerja dan umur yang terus bertambah.

Banyak orang yang merasakan tekanan dari pertanyaan “KAPAN!”. Dan ada berbagai reaksi untuk menanggapinya. Bagi saya yang paling bijak adalah menjawabnya dengan senyuman dan katakan saja dengan nada lembut namun tegas “Saya sedang mengusahakannya. Doakan saja ya!”. Tidak perlu emosi dan berpanjang-panjang alasan. Karena orang lain memang tidak mengerti kondisi kita. Jadi bersabarlah, berusaha terus dan berdoa.

tidak dianjurkan mempermalukan orang yang tidak kamu kenal

Should I told you, how to make me impress?
Lucu! Siang ini pas lagi break meeting seseorang duduk disampingku. Dan nyenggol. Karena bukan masalah aku cuek aja. Dia bilang maaf aku cuma senyum sekilas aja. Terus karena enggak ada respon, dia nanya-nanya sama orang disebelahnya. Ngomong keras tentang aku, yang sudah jelas pasti ku dengar. Dia bilang garis eyeliner dimataku cantik, seperti Katty Perry. Kembali aku cuma senyam-senyum aja. Why? Karena enggak penting mengurusi hal-hal kayak gini.

Lalu karena tidak ada respon serangannya lebih gencar. Saat aku mengikat rambut dia bilang “ketombeku jatuh!”. Itu sangat lucu kalau diucapin orang yang kita kenal, tapi tidak bila dilakukan orang asing. Secara aku baru keramas tadi pagi, aku pakai kemeja hitam dan aku yakin tidak berketombe. It worse to make someone you don’t know feel embrassed.

What should I do now? Aku menegakkan kepala dan tersenyum paling manis dan bersinar pada lelaki itu. Dan bilang “Itu sebabnya saya tidak mau berbicara dengan kamu!” Dan dari raut wajahnya terlihat shock berat. Salah langkah kalau kamu mau membuat seorang gadis terkesan dengan cara mengomentari make-upnya, memangnya kamu fashion make-up artis? Jarangloh make-up artis lelaki yang gak gay. Dan lebih buruk lagi kalau kamu membuat lelucon dengan mendiskreditkan gadis itu, seperti bilang ketombenya jatuh atau ada yang tumpah dibajunya. It’s sucks. Menyebalkan sekali.

Boys! Ini bukan taman kanak-kanak dimana anak lelaki menjahili anak perempuan yang disukainya dengan ngelempar ulat bulu, menaikkan roknya atau menyembunyikan sepatunya. Come on! Kamu harusnya dengan percaya diri, tersenyum mengenalkan diri kamu. Minta alamat email, no hp atau pin bb dengan sopan. Begitu lebih baik daripada joke yang gagal.

dengar kata kakak, memaki itu tidak baik buat kesehatan. it’s not cool!

Suka ngerasa lucu kalau mendengar laki-laki yang mengumpat dengan kata yang artinya kemaluan dia sendiri. Berarti jauh dilubuk hatinya yang paling dalam, ia menganggap kemaluannya kotor dong.

Suka ngerasa lucu juga kalo melihat orang yang memaki dengan menyebutkan hewan-hewan yang dia sendiri mau memakannya. Udah tau hewan tersebut menjijikkan kok masih dimakan sih? Atau kita balik keadaannya kalau orang yang tidak memakannya menyebut orang lain dengan hewan yang dia sendiri jijik untuk memakannya, itu wajarkan. Lah wong hewannya memang menjijikkan. Terus kenapa yang mau memakan hewan tersebut merasa terhina disebut demikian? Ini hanya pertanyaan tanpa berniat menyinggung siapapun.

Lalu mengapa kita harus mengumpat dan memaki dengan kata-kata buruk? Manusia mudah sekali melakukan kesalahan. Tidak ada salahnya kita saling mengingatkan. Perkataan kita adalah cerminan dari hati, pikiran dan kepercayaan kita. Jadi kalau kata-kata tidak indah keluar dari bibir kita, orang-orang akan menganggap seperti itu pula hati, pikiran dan ajaran agama kita. Ini tidak bagus bukan? Karena saya yakin dimuka bumi ini tidak ada satu agamapun yang mengajarkan umatnya berkata-kata tidak indah. Bukankah lisan yang santun, lembut dan indah lebih disukai daripada kata-kata kasar yang bukan hanya menyakiti yang mendengar juga menyakiti jiwa yang menyatakannya. Lalu adakah citra diri yang terlihat baik setelah mengucapkan kata-kata kotor? Aku juga pernah memaki saat zaman jahiliyah dan itu sangat tidak keren. Setelah melakukannya aku merasa bodoh sekali. Malu sama diriku sendiri, karena aku tau kualitas diriku seharusnya lebih dari ini. Malu sama ilmu yang bertahun-tahun aku kejar. Citra diriku juga jadi rendahan, apa bedanya aku yang berpendidikan dengan orang-orang yang enggak makan sekolahan dan bekerja kasar? Mau merasakan seperti itu? Sebaiknya jangan.

Peliharalah ucapan kita supaya tidak ada yang tersakiti olehnya. Kata-kata yang keluar dari mulut kita seharusnya bisa mewakili diri kita pada orang lain. Masa sudah cantik dan tampan tapi mulutnya kayak comberan. Katanya berpendidikan tapi mulutnya seperti tidak pernah belajar sopan santun.

Sayang sekali kalau mulut ini mengatakan hal-hal yang tidak pantas. Padahal ucapan kita adalah doa. Apa nggak malu sama Tuhan? Kalau kita bersalah dan pada akhirnya merasa malu, artinya kita masih punya nurani. Tapi kalau kita salah dan tetap tidak merasa diri kita salah dan malu, bahkan mencari-cari alasan pembenaran tindakan kita yang salah. Alangkah celakanya diri kita, teman.

Aku berbicara begini bukan karena aku sudah sempurna. Aku juga terkadang masih melakukan kesalahan. Namun aku berusaha untuk menjadi lebih baik. Memperbaiki diri. Dan aku ingin berbagi pada semuanya, pada orang-orang yang masih mau mendengarkan kebaikan.

Salam hangat dari Nong Poy, transeksual tercantik didunia.

apa hubungannya kesetiaan, anjing dan celana jeans?

Sebuah pesan singkat datang pagi ini. Isinya cuma manggil namaku aja tanpa tambahan apa-apa. Saat aku membacanya, aku berpikir haruskah aku balas? Tapi kalau aku balas kayaknya aku bodoh banget. Dulu aja saat aku yang kirim pesan, nelfon enggak diperdulikan. Loh bukannya mau balas dendam, tapi kayaknya enggak ada yang harus dibicarain lagi. Karena memang enggak ada apa-apa.

Aku ingat dia pernah bilang, saat dia kesepian dan pengen teman ngobrol dia smsin semua mantannya. Kali aja ada yang mau balas dan bisa ngobrol. Jadi ibaratnya kayak iseng-iseng berhadiah, coba aja dan kamu nggak rugi apapun. Nah aku curiga maksudnya sama dengan sms yang dia kirim tadi pagi. Lagi pula kalau memang ada yang penting nanti dia juga yang ngubungi lagi.

Dari cinta, persahabatan dan kesetiaan mana yang lebih penting menurut kalian? Cinta tanpa bisa bersikap setia terhadap pasangan sama aja dengan omong kosong. Persahabatan tanpa loyalitas terhadap teman itu kayak kerupuk yang kena air. Makanya aku bilang kesetiaan yang lebih utama. Setidaknya walau sudah tidak cinta dan tidak berteman lagi tapi kalau masih punya kesetiaan kamu tidak akan ditinggal sendirian.

Bagaimana cara mendapatkan kesetiaan dari seseorang? Taukan kalo anjing itu hewan peliharaan yang sangat setia sama majikannya. Anjing kalau dirawat dengan baik, dikasih makan, diajak bermain dia akan setia sampai mati sama majikannya. Bahkan kalaupun majikannya sudah mati, dia tetap akan menyanyangi majikannya dan tetap setia. Bagaimana dengan manusia? Apa cukup dengan kita perlakukan dengan baik dia akan setia kepada kita. Enggak. Manusia jauh lebih rumit dibandingkan itu. Manusia bahkan terkadang jauh lebih kejam daripada binatang.

Lalu bagaimana kita bisa mendapatkan kesetiaan dari orang lain? Kesetiaan muncul karena kualitas. Orang memakai jeans levis yang mahal itu karena kualitas kain nomor satu (awet, tahan lama, tahan api dan kuat) jahitannya kuat tidak mudah sobek dan modelnya klasik sehingga bisa dipakai bertahun-tahun. Jadi kalau mau mendapatkan kesetiaan dari orang lain, kita harus punya kualitas yang bikin orang percaya sama kita dan setia pada kita.
Kamu enggak bisa datang dan pergi seenaknya terus masih mengharapkan orang tetap akan menyambut kamu dengan hangat dan senyum yang sama. Kalau kamu pada saat yang lain pernah mengacuhkan orang tersebut tanpa alasan yang pasti. Kamu tidak punya kualitas untuk mendapatkan kesetiaan dari orang lain, baik itu kekasih atau teman. Ini bukan soal dendam atau kemarahan, tapi bahkan kamu tidak berhak mengganggu waktu berharga orang lain walau kamu merasa senggang. Pikirkan lagi sebelum melakukan sesuatu, pikirkan apa yang sudah kamu lakukan pada orang lain dan apa yang pantas kamu dapatkan dari orang itu setelah perlakuanmu padanya.

Ketika cinta kamu dikhianati, kamu akan ……

Apa yang kamu lakukan kalau kamu menemukan kekasih kamu mengirim pesan-pesan mesra pada orang lain? Jalan dengan gadis atau pria lain dengan mesra. Photo-photo yang jelas bukan hanya berteman akrab. Atau berciuman di didepan mata kamu.

Terluka? Jelas. Marah? Sudah pasti. Lalu setelah itu apa? Memukulnya, mencakar atau menggigit dia dan pasangan selingkuhnya tidak akan membuat hati dan perasaan kamu baik-baik saja. Hati dan perasaan kamu yang berharga sudah dilukai, dirusak dan berdarah-darah.

Menangis memang tidak menyelesaikan masalah tapi setidaknya dengan menangis semua emosi kamu akan keluar. Perasaan marah dan sedih kamu ditanggapi oleh otak, dengan menyuruh kelenjar air mata memproduksi air asin yang keluar dari bola mata kamu. Hal ini dilakukan untuk meringankan perasaan kamu yang kacau. Percaya deh tubuh, hati dan pikiran kamu adalah satu kesatuan. Salah satunya sakit maka yang lain juga akan merasakan.

Saran aku, kalau kamu mengalami apa yang disebut “penghianatan oleh kekasih” sebaiknya kamu enggak perlu mengenal atau pun tau tentang pasangan selingkuh kekasihmu. Buat apa dan enggak ada mamfaatnya bagi kamu. Kecuali kamu emang mau nyari penyakit dengan dengar alasan dia selingkuh, apa saja yang sudah mereka lakukan dibelakang kamu dan seperti apa “dia” yang merebut tempatmu. Kamu sama sekali enggak butuh tambahan rasa sakit dengan mengetahui ini.

Kamu harus memutuskan untuk melanjutkan hubungan ini atau mengakhirinya disini. Kalau kamu siap dan percaya kekasihmu akan berubah, lanjutkanlah percintaan ini. Tapi kalau kamu enggak bisa menerima keadaan ini dan lebih memilih putus, putuslah dengan baik-baik. Cinta bukan hal yang dapat dipaksakan pada salah satu atau kedua pihak. Cinta itu butuh kerjasama dari kedua belah pihak untuk mewujudkannya. Dan kalau hanya menghitung untung dan rugi, itu bukan cinta namanya melainkan bisnis. Apa kamu mau membisniskan hati, pikiran dan perasaan kamu dengan orang yang bahkan tidak akan mempertimbangkan apakah kamu bahagia atau tidak.

Jangan takut untuk menjadi sendirian karena hati pikiran dan perasaan kamu itu berharga. Kelak akan ada orang yang menganggap kamu penting, sehingga ia tidak akan memberikan apapun pada kamu selain rasa bahagia.

Hugs and love, yona sukmalara!

Jomblo itu pilihan, pilihan terakhir maksudnya!

Sebenarnya jadi jomblo itu rumit ya. Ada enaknya tapi banyakan enggaknya. Enaknya bisa bebas mau jalan sama siapa aja, tidak terikat komitmen, nggak perlu mikiri perasaan pasangan dan nggak perlu laporan kalau mau apa-apa. Nah enggak enaknya itu nggak punya temen buat kondangan, reuni sekolahan dan alumni, enggak punya pasangan tetap buat jalan, makan, nonton dan diajak keacara keluarga. Trus enggak punya seseorang yang spesial yang bisa dijadiin bodyguard, sopir, ojek, kuli angkut sekaligus donatur buat shopping dan lovey dovey. Ehem ehem….

Punya seseorang yang sayang dan peduli sama kita pasti lebih menyenangkan daripada enggak punya sama sekali. Jadi bohong banget kalo ada yang bilang sendirian itu lebih happy. Tekanan jadi jomblo itu beratloh, lebih berat lagi kalo tampangnya enggak jelek-jelek amat. Orang akan merasa heran, cakep-cakep kok nggak laku. Tapi bersama dengan seseorang yang salah dan enggak pantas buat diperjuangkan juga enggak enak banget. Aku pernah ngalaminya sendiri dan itu “euww banget”. Jangan sampai terulang lagi deh.

Kalau suatu saat kamu ketemu dengan orang yang tepat jangan pernah ngelepaskannya lagi. Karena kalau kamu sampai dilevel umur yang udah matang dan sibuk bekerja, pilihan akan terbatas dan nggak punya waktu banyak untuk mencari. Beda sama yang punya pacar tapi nggak kawin-kawin, betah amat yak pacaran mulu. Ngapain aja ya pacaran 7 sampai 10 tahun? Wah kalau diitung pake umur anjing tua banget ya, udah ampir kakek-kakek.

Jomblo itu memang pilihan daripada bersama dengan orang yang salah, pilihan daripada ngerebut pacar orang, pilihan daripada pacarannya buat dosa melulu, pilihan daripada punya hubungan yang enggak jelas dan gantung, pilihan saat yang datang adalah pilihan yang tidak baik dan tidak mendatangkan kebaikan buatmu dan masa depanmu. Pilihan yang terakhir yang kamu punya seandainya kamu tidak bahagia dengan hubungan kamu sekarang.

Ada yang pernah bilang cinta saja tidak cukup untuk dibawa menikah. Perlu ada komitmen, kesetiaan, persamaan visi dan misi dan pengertian satu sama lain. Menikah itu tidak gampang, setelah menikah bukannya tidak akan ada masalah. Justru menikah itu baru awal dari perjalanan, akan ada saat dimana kalian harus lebih kuat dan sabar walau tidak menutup kemungkinan akan ada saat-saat manis yang membahagiakan.

Jadi para jomblo, perbaikilah diri kalian supaya lebih baik lagi. Dan berbahagialah dengan atau tanpa pasangan.