ketika cinta dipaksakan Tuhan

Kita tidak bisa memilih siapa orang tua kita, siapa saudara kita, seperti apa anak-anak kita kelak. Kita juga tidak bisa menentukan kepada siapa kita jatuh cinta dan kapan. Semua hal tersebut merupakan kehendak Tuhan yang dipaksakan pada kita tanpa kita dapat menolak (siapa manusia yang bisa menolak takdir Tuhan? Enggak ada satupun. Bahkan mereka yang atheis masih terikat dengan kekuasaan Tuhan cuma mereka nggak sadar atau nggak mau ngakui aja). Tetapi Tuhan memberikan kita kesempatan untuk memilih siapa yang kita ingin menghabiskan sisa waktu hidup kita bersamanya dengan atau tanpa cinta. Naif sekalikan kalau menganggap pernikahan cuma berlandaskan cinta saja. Nggak bakalan cukup. Dan banyak sekali pernikahan yang tanpa cinta justru jauh lebih sukses dibandingkan pernikahan yang modalnya hanya cinta doang.

Karena kita tidak bisa memilih siapa orang tua, saudara, dan anak-anak kita. Kita hanya bisa menerima mereka tanpa syarat dan wajib mencintai mereka. Menyedihkan kalau ternyata orang tua, saudara dan anak-anak kita ternyata tidak seperti yang kita harapkan sementara kita tetap harus menghormati dan menyayanginya. Mungkin Tuhan sedang menguji kita melalui orang tua, adik, kakak, abang dan anak-anak kita. Apakah kita sanggup tetap bertahan dijalan yang benar atau pada akhirnya mengikuti langkah setan. Pilihannya ada ditangan kita.

Dan aku, sejak aku menyadari bahwa hidup tak semudah dan seindah yang ada dipikiran gadis kecil yang membaca buku dongeng. Aku sudah memutuskan bahwa dalam hidup ketika ada hal atau sesuatu yang tidak sesuai dengan yang kita inginkan atau kita tidak bisa merubahnya namun hal yang tidak dapat kita tolak lagi maka aku akan menikmatinya saja. Sebaik-baiknya. Sesederhana itu walau tidak mudah dalam kenyataannya.

Dalam hidup banyak hal yang terjadi yang terkadang tidak sesuai dengan keinginan manusia namun tetap terjadi. Yakinlah Tuhan tau yang terbaik bagi umatnya dan terima saja tanpa banyak keluh-kesah. Semua hal di dunia ini selalu seimbang, baik dan buruk yang terjadi siapa yang dapat menjamin balasannya cepat atau tidak datangnya. Tapi tetap akan ada walau kita nggak tau kapan waktu persisnya. Jadi keep on track guys, and God always besides you!

One thought on “ketika cinta dipaksakan Tuhan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s