nama baik, pencitraan dan pilihan

Di dunia ini ada hal yang tidak bisa dibeli dengan uang dan harta benda salah satunya adalah nama baik. Apa itu nama baik? Nama baik adalah ketika orang mengingat kita, membicarakan kita yang mereka akan ingat dan katakan hanyalah kebaikan-kebaikan yang pernah kita lakukan sengaja atau tidak. Apasih pentingnya nama baik buat kita? Nama baik menunjukkan kredibilitas kita sebagai orang yang baik. Seseorang yang kaya belum tentu memiliki nama yang baik dimasyarakat, bila hartanya didapatkannya dengan cara tidak benar atau ia sangat pelit sehingga tidak pernah bersedekah. Jadi punya harta yang berlimpah tidak menjamin namanya baik. Begitu dengan kekuasaan dan kepintaran, orang yang berkuasa namun sombong dan semena-mena tidak akan mempunyai nama baik dimasyarakat. Orang yang pintar namun merendahkan orang lain juga tidak akan mempunyai nama yang baik dimata orang lain.

Bagaimana kau akan dikenang orang, seandainya kau punya nama baik orang-orang akan mengingat semua kebaikanmu dan itu ibarat doa yang menambah pundi amalmu. Sedangkan bila kau bertindak jahat, orang-orang akan mengutukmu sehingga menambah siksaan bagimu diakhirat. Mana yang ingin kau pilih?

Nama baik bisa didapatkan dengan cara memperlakukan orang dengan semestinya dan suka menolong siapa saja tanpa pamrih. Tidak seperti para pejabat dan politisi yang suka sekali melakukan pencitraan supaya namanya terlihat baik dan dipilih masyarakat. Dan saat menjabat mereka tidak terlalu peduli dengan orang-orang yang mereka wakili suaranya. Lalu saat musim kampanye kembali, mereka akan kembali mengemis-ngemis pada rakyat untuk dipilih lagi

Bedanya nama baik dan pencintraan, nama baik tidak dibuat namun diberikan oleh orang-orang yang menganggap perbuatan kita mencerminkan kebaikan hati. Sedangkan pencitraan adalah suatu rangkaian tindakan yang dilakukan agar profil tersebut (bisa seseorang, sebuah lembaga dll) menjadi baik dimata masyarakat, sehingga bisa menaikkan nilai jualnya dimasyarakat (ada tujuan lain yang diinginkan dalam pencintraan, contohnya politisi yang ingin dipilih dalam pemilihan maka ia akan membuat pencitraan yang baik terhadap dirinya).

Kita tidak bisa selamanya berpura-pura baik kalau kita memang tidak bersikap baik. Dari pada berpura-pura, mengapa tidak sekalian saja kita memang berubah menjadi orang yang baik? Hidup memberikan kita pilihan menjadi orang yang benar atau menjadi orang yang salah. Walau jalan yang benar biasanya lebih sulit, namun jalan yang salah tidak akan mengantarkan kita pada tujuan akhir yang kita impikan. Pikirkan kalau hidup itu tidak hanya di dunia yang fana ini, dunia akhirat menanti kita dengan keabadiannya. Yang mana yang ingin anda capai dengar keberhasilan?

Senin malam di bawah rintik hujan!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s