kamu sudah jinakkan aku (pengharapan)

Saat kamu datang ingin menjinakkan aku. Kamu duduk di depan gerbang. Berhari-hari selalu muncul disaat yang sama. Meletakkan bunga, berbagai macam bunga tepat di depan pintu masuk. Aku sudah bilang kalau ingin berteman denganku kamu harus bertanggung jawab. Karena bagiku saat aku sudah memberikan hatiku, aku tidak akan bisa melupakanmu jadi kamu harus tanggung jawab. Kamu tertawa dan bilang, itu perkara mudah. Sekarang setelah kamu jinakkan aku, kamu harus pergi. Bagaimana dengan aku? Karena bagiku semua hal tidak akan sama lagi seperti kamu belum datang. Setiap melihat bunga aku akan mengingatmu. Melihat malam, aku akan teringat bola matamu. Mendengar lonceng, akan mengingatkanku denting tawamu. Semua hal di dunia ini mengingatkanku akan dirimu. Karena kamu sudah jinakkan aku, aku sudah jadi milikmu. Terlepas kamu ada di sini atau tidak, aku sudah tertawan oleh dirimu. Perlahan-lahan mungkin kamu akan lupakan aku, tapi aku tidak akan bisa begitu. Hatiku cuma ada satu dan itu sudah aku berikan padamu. Lalu bagaimana?

Kamu sudah tidak inginkan aku lagi. Kamu sudah tidak ingat aku lagi. Kamu tidak bertanggung jawab tentang diriku lagi. Semua hal yang kamu lakukan untuk buat aku percaya padamu, sudah tidak ada artinya lagi buat kamu.

Yang tersisa hanya ada aku, dengan hati dan perasaan yang sudah kamu rampok. Dan aku harus tetap lanjutkan hidup. Hidup dengan baik-baik walau di dalam dada aku tidak baik. Karena kamu tidak tanggung jawab sampai akhir.

(Terinspirasi dari dongeng rubah dan pangeran).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s