setitik air mata kesedihan ibu, mungkin 1000 tahun dineraka

Pernah bikin ibu kandungmu menangis? Bersedih. Marah. Atau sampai menyesal melahirkanmu? Kalau pernah lebih baik kau tiduran di tengah jalan, biar kepalamu dilindas ban mobil sampai segala isi otakmu berceceran. Kejam ya? Ooh, itu belum seberapa dibandingkan siksa neraka yang bakal kamu terima nanti diakhirat. Karena kalau sampai ibumu tidak ridho dan memaafkan segala kesalahanmu, walaupun kau sudah bertobat menjadi malaikat sekalipun tetap saja amal ibadahmu tidak bisa menghapuskan dosa-dosamu yang durhaka pada ibu kandung.

Dalam agama islam, kedudukan ibu itu 3 kali lebih tinggi dibandingkan ayah. Bukan berarti kedudukan ayah tidak penting, tetapi pengorbanan ibu pada anaknya memang jauh lebih berat dibandingkan seorang ayah. Seperti yang sama-sama kita ketahui ibu mengandung kita selama 9 bulan lebih, melahirkan dengan rasa sakit dan taruhan nyawa, mengasuh dan membesarkan kita penuh kasih sayang. Masih beranikah kita membantah perkataan seorang ibu? Melawan padanya. Apalagi kalau kita sampai tidak hormat, atau berani memukul ibu kita sendiri. Jangan harap hidup kamu di dunia ini bakal senang, hidup kamu bakal susah terus dan kamu enggak akan pernah bahagia. Aku jamin itu. Belum lagi kalau kamu mati, disiksa dikuburan sebelum akhirnya masuk neraka. Itukah hidup yang kamu mau?

Ibu bagaimanapun keadaannya harus kita hormati. Kita sayangi. Jangankan membuat air matanya menetes sedih karena kita, membuatnya tersinggung saja sudah dosa besar. Kalau seorang anak tidak bisa memperlakukan ibunya dengan baik dan penuh rasa hormat, bagaimana mungkin anak tersebut bisa memperlakukan orang lain dengan penuh kebaikan.

Aku pribadi sangat membenci orang-orang yang tidak memperlakukan orang tuanya, terutama ibunya dengan baik. Manusia seperti ini adalah sampah yang tidak bisa didaur ulang. Sampah beracum yang bakalan mencemari lingkungan. Karena cuma orang bodoh, tidak berguna dan tidak punya kewarasan yang berani melawan perintah Tuhan. Manusia seperti itu seharusnya hidup dengan tragis dan mati sengsara tanpa perlu rasa kasihan dari orang lain.

Apa aku tampak sangat keras? Iya. Aku memang sangat keras dalam hal ini. Karena ibu merupakan orang yang sangat aku hormati di dunia ini, bahkan lebih berkuasa bagiku dibandingkan presiden Amerika. Kalau ibu melarangku untuk kebaikanku, meskipun diancam dengan pistol dikepala aku tetap tidak akan melakukannya (semoga). Bila ada yang menghina, mengejek atau memperlakukan ibuku dengan tidak sopan, darahku langsung mendidih dan mataku gelap. Matipun aku rela demi membela ibu. Ibu mungkin satu-satunya orang yang aku takuti di dunia ini. Kalau ia tidak bahagia, bagaimana aku bisa berbahagia.

Jadi teman-teman, sayangilah ibumu. Hormatilah beliau. Perlakukan dengan baik. Karena enggak ada gunanya kamu punya kekuasaan yang besar kalau ibu kamu sengsara. Enggak ada pentingnya harta kamu yang belimpah ruah, kalau ibu kamu kesakitan. Enggak perlu menjadi orang yang sangat pintar kalau ternyata kamu membuat ibumu bersedih. Semuanya akan sia-sia tanpa restu dari seorang ibu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s