I’m a romantic women!

Pernikahan itu ide paling romantis yang pernah diciptakan Tuhan untuk manusia. Sebuah pelukan dan ciuman belum satu paket sebagai kebahagiaan yang lengkap tanpa pernikahan yang melegalkannya. Seperti cinta yang tidak mendapatkan balasan atau seperti seorang kekasih yang kehilangan pasangannya. Kita manusia butuh suatu prosesi dalam merayakan cinta, kebahagiaan dan rasa syukur. Itu yang aku sebut dengan pernikahan. Kalian setuju nggak dengan pernyataanku?

Membayangkan menemukan seseorang yang kita pilih untuk menjalani hidup bersama dalam suka dan duka, sampai maut memisahkan butuh keberanian yang besar dan perjuangan. Oh, jangan katakan pernikahan adalah akhir cerita. Justru pertualangan sebenarnya baru dimulai saat ini.

Aku tipikal wanita yang mendukung ide romantis pernikahan. Bagiku pernikahan lebih baik dari daripada pacaran yang tidak jelas arahnya kemana, seks bebas, teman tapi mesum atau one stand lover mungkin. Wohoo, aku tidak bisa membayangkan ada wanita yang suka rela dan ikhlas melakukan hal seperti itu.

Dan aku yakin cinta yang sudah dilegalkan jauh lebih membawa berkah dan kebahagiaan bahkan rasa syukur dibandingkan yang tidak atau belum. Pernikahan bahagia bukan melulu tentang pasangan yang sempurna, mapan dan anak-anak yang terlahir. Tetapi bagaimana suatu pasangan bisa melengkapi dan saling menerima kekurangan pasangan mereka. Tidak menyerah pada keadaan sulit. Mungkin tidak melulu bahagia namun juga tidak selalu bersedih. Dan dalam keadaan apapun bisa ikhlas menerima dan bersyukur pada Tuhan.

Cinta sejati mungkin bukan hal mudah dicari tetapi juga bukan hal yang mustahil ditemukan dalam hidup. Kita tidak butuh seseorang yang hanya ada disaat-saat terbaik hidup, dia yang benar-benar tulus sudah sewajarnya juga ada disamping kita pada saat terpuruk. Tidak perlu terlalu tampan, terlalu kaya atau terlalu baik. Hanya cukup saja, cukup untuk membuatmu tetap bangga disampingnya, cukup untuk memberikan kehidupan yang layak untukmu dan anak-anak kalian, cukup untuk memberikan rasa nyaman dan hangat dimanapun kalian berada meskipun tanpa kemewahan. Jadi kawan, menikahlah dengan niat yang baik, cara yang baik dan orang yang juga baik. Dan semoga kau bisa menikmati romantisme yang nyata, yang bahkan lebih indah dibandingkan film drama korea. Dan berbahagialah dengan pasanganmu tanpa lupa bersyukur pada Tuhan. Hasta la vista!

Narkoba lagi!

Berita panas yang lagi bergulir, artis muda yang rumahnya digerebek BNN. Ditemukan barang bukti 2 linting ganja dan 14 butir ekstasi. Akhirnya siartis dan teman-temannya digelandang ke kantor polisi. Terlepas dari bersalah atau tidaknya siartis muda, temannya yang suami istri tapi artis juga, dan temannya yang anggota DPRD, mereka berhasil jadi topik hangat pembicaraan di Indonesia.

Sayang sekali gara-gara kasus ini, siartis dan temannya langsung dicoret dari daftar calon anggota legislatif dari salah satu partai politik. Walaupun ia belum tentu bersalah namun sudah dianggap cacat kepribadiannya sehingga partai tersebut tidak berani mengambil resiko membawa mereka kepertarungan suara rakyat. Semoga ini juga menjadi patokan bagi partai-partai lain supaya lebih selektif lagi dalam memilih calon anggota legislatif di pemilu selanjutnya. Supaya para caleg yang terpilih benar-benar pantas dan mau mengabdi buat rakyat.

Ohya, kembali ketopik pembicaraan kita. Narkoba. Anak muda yang sehat, mapan, penuh vitalitas dan energi rasanya kok ya bodoh banget kalau sampai kejerat narkotika dan obat-obatan terlarang. Karena orang-orang yang membutuhkan zat, obat dan narkotika untuk bisa merasakan ketenangan, kebahagiaan dan bebas dari belenggu masalah adalah PECUNDANG. Cuma orang-orang yang bermental tempe, dan berjiwa lemah yang butuh ‘sesuatu’ untuk membuatnya percaya diri, penuh ide-ide dan energi. Orang-orang yang nggak mencintai dirinya sendiri dan tidak bersyukur dengan apa yang sudah TUHAN berikan.

Masalah itu bukan hal yang perlu ditakuti atau dihindari buat mereka yang berjiwa pejuang. Justru masalah adalah makanan sehari-hari, kayak kebutuhan hidup yang harus dipenuhi. Kenapa harus lari ke hal-hal ‘semu’ yang malah bikin masalah tambah ruwet. Itu cuma kelakuan orang bodoh, yang mikirnya pakai dengkul bukan otak. Memangnya setelah pakai narkoba, tagihan-tagihan terbayar? Pekerjaan di kantor selesai dengan sendirinya? Kekasih yang berkhianat akan kembali? Atau orang tua yang meninggal akan hidup lagi? TIDAK. Tentu saja.

Manusia butuh jalan yang sulit dan berliku untuk menjadi lebih kuat, dewasa dan semakin bijak. Ganja, ekstasi, narkotika, obat-obatan terlarang tidak akan pernah bisa menjadikan dirimu jadi lebih baik daripada sekarang. Jadi jangan pernah lari dari masalah. Hadapi. Taklukkan. Dan jadilah pemenang.

berprasangka dan berharaplah yang terbaik dalam hidup!

Aku seorang pecinta yang tidak setuju dengan konsep cinta pada pandangan pertama. Kenapa? Karena menurutku orang yang jatuh cinta dengan sekali melihat saja adalah orang yang dangkal, melihat segala sesuatu hanya dari luar saja. Apa yang bisa dilihatnya pada pertemuan pertama selain tampang dan fisik saja.

Seorang teman baikku bilang, “omong kosong kalau ada orang yang jatuh cinta karena kepribadian atau sikapnya yang baik.” Aku juga percaya itu, karena aku belum pernah menemukan pria menarik yang mencari kriteria pacarnya berkepribadian seperti bunda Teresa. Wajah dan fisik adalah modal utama manusia dalam menarik perhatian manusia lainnya. Baru setelah itu mungkin kepribadiannya, kepintarannya, kekayaannya dan lain-lain. Iya nggak? Jujur aja deh, paling nggak sama diri sendiri.

Jadi cinta seperti apa yang sesuai dengan konsep yang aku inginkan? Sejujurnya beberapa pengalaman aku berpacaran aku tidak pernah terlalu memperhitungkan dengan siapa aku berpacaran dan seperti apa tampangnya. Aku pernah berpacaran dengan senior di kampus, teman kuliah, yunior di kampus. Ada yang cakep, tajir, pemalu, jelek bahkan ada yang malu-maluin. Kisahku tidak selalu bahagia tetapi tidak melulu penuh dengan derita. Tetapi cukuplah untuk dikenang sebagai pelajaran dalam hidup. Lalu sekarang hal seperti apa yang aku inginkan? Dengan pengalaman seperti ini aku sampai pada kesimpulan, bahwa semua hal harus seimbang. Aku tidak mencari cinta yang sempurna tetapi mencari pasangan yang mampu mengimbangiku dan dapat membuat aku tetap tertarik padanya meskipun sudah 50 tahun hidup bersamanya. Seseorang yang tidak terlalu tampan, namun punya senyuman hangat. Yang cerdas dan lucu. Yang membuatku merasa aku wanita paling beruntung berada di sampingnya meskipun tidak hidup mewah namun wanita lain akan menatapku penuh rasa iri. Aku mencari yang seperti itu.

Yah, kalo dipikir-pikir malah kriterianya sulit dicari. Kenapa, memangnya nggak boleh punya standar yang tinggi? Boleh dong. Mana ada orang yang tidak mengharapkan yang terbaik untuk dirinya. Lagipula yang aku harapkan masih masuk diakal dibandingkan mengharapkan pangeran berkuda putih (hellooo, perempuan macam apa yang masih memimpikan pangeran berkuda putih dijaman sekarang? Wake up girl ).

Lagi pula ada satu ayat di al-quran yang menjadi favoritku (halah, bagian yang beginian aja ingatnya). “Allah bersama prasangka umatnya!”. Jadi kalau kita berprasangka dan berharap yang baik untuk diri kita, insya allah yang datang pada kitapun pasti yang baik-baik juga.

So ladies and gentleman, yang masih single. Yang baru maupun yang sudah lama. Berharaplah yang terbaik untukmu. Usahakan dan berdoalah. Semoga Allah kelak mengirimkan yang terbaik untukmu.

Selamat minggu sore. Yona Sukmalara.

Kita selalu belajar untuk lebih baik lagi

Memenuhi harapan semua orang adalah hal mustahil yang dapat kita lakukan. Tetapi memiliki tolak ukur yang menjadi pegangan dalam melakukan sesuatu adalah hal yang wajar dilakukan, apabila kita menginginkan kualitas. Begitu juga dalam cinta. Walaupun bagaimana keadaanmu saat ini jangan pernah menurunkan standar baik dan buruk dalam memenuhi kriteria dia yang akan kamu pilih. Jangan karena faktor umur, tekanan dari orang tua, takut tidak laku, atau sudah terlalu lama sendiri membuat kamu gelap mata. Sehingga tidak mau melihat kenyataan bahwa sidia punya sifat yang tidak baik, tidak memperlakukan kamu seperti seharusnya atau tidak membawa kamu ke arah yang lebih baik.

Apa yang kamu harapkan dalam menjalin suatu hubungan dapat diwujudkan apabila kedua belah pihak memang ingin dan mau bekerja keras untuk mewujudkannya. Jadi carilah pasangan yang mempunyai harapan lebih baik dimasa depan dan tidak segan-segan mewujudkannya.

Bagi orang dewasa jatuh cinta tidak lagi semudah saat remaja. Cinta bukan hanya perasaan menggebu-gebu penuh hormon tetapi banyak sekali pertimbangan yang harus dipikirkan terlebih dahulu sehingga membuat kita akhirnya kehilangan esensi cinta sesungguhnya. Ada kecenderungan saat remaja gadis-gadis lebih memilih berhubungan dengan bad boy tetapi wanita dewasa akan memilih pria baik-baik, mapan dan bertanggung jawab untuk dinikahi.

Jadi dalam sebuah hubungan standar kualitas itu perlu lalu pilihlah yang sesuai denganmu. Kalau dia tidak memperlakukanmu dengan baik, tidak memberikan pengaruh yang baik untukmu, dan tidak mempunyai visi ke depan yang lebih baik. Apa yang kau harapkan darinya? Pikirkan lagi apa yang kau inginkan, apa yang ingin kau capai, dan bagaimana cara memperjuangkannya. Seperti itulah seharusnya kita hidup dan bercinta. Kita hidup, kita mencintai, kita kalah, kita kehilangan, kita merindukan, kita percaya, kita melakukan kesalahan, kita berjuang, tetapi dari semua hal tersebut yang paling penting adalah selalu belajar.

Salam sayang, yona sukmalara.

Gadis Bodoh

Sebenarnya aku nggak berhak ngomong begini, tetapi aku tidak dapat menahan diriku untuk nggak bilang “BODOH!” ke mereka. Para perempuan yang dibutakan oleh perasaan dan tidak memakai otak mereka untuk melihat kenyataan. Bahwa mereka kelak akan kecewa dengan kenyataan yang terjadi.

Pada perempuan yang memilih laki-laki yang sudah mereka ketahui belangnya, tidak setia, pemakai narkoba dan berbagai sifat buruk lainya. They said it’s love but I’m disagree. Kalian pikir kalian tidak bisa melanjutkan hidup tanpa laki-laki model ini, kalian salah. Yang kalian sebut cinta itu kelak tidak akan bisa membuat kalian bertahan saat dia bercinta dengan perempuan lain, memukulimu, menjadikanmu sapi perah yang menjadi tulang punggung pencari nafkah, menghabiskan uang yang susah payah kau kumpulkan untuk berjudi atau memakai narkoba, atau yang paling parah adalah menjualmu kepada laki-laki lain.

Aku bukan menakuti kalian, Ladies. Bahwa pernikahan itu buruk dan kalian jangan melakukannya. Bukan pernikahannya yang salah, tapi kamu yang memulainya dengan salah memilih orang yang ingin kamu jadikan pasangan. Wanita memang diciptakan Tuhan sensitif dan punya perasaan halus. Yang membuat mereka sangat dipengaruhi perasaan dalam memutuskan sesuatu dan tindakan. Tetapi Tuhan juga memberikan wanita yang disebut intuisi, cambuk untuk mengingatkan mereka bahwa ada sesuatu yang salah.

Ladies, jangan singkirkan perasaan bersalah itu. Karena dalam cinta dan kehidupan, tidak semua hal akan berhasil hanya karena kau menginginkannya. Sementara pasanganmu tidak mau memperjuangkannya. Kau sudah melihatnya menduakanmu, memanfaatkanmu, melakukan kekerasan padamu baik secara fisik ataupun verbal, tidak berusaha untuk memperbaiki diri dan kamu masih mau bersama atau menikahi orang seperti itu? Dengan alasan cinta, tidak bisa hidup tanpa dia, sudah melakukan hal-hal yang di luar batas, sedang hamil anaknya atau berharap dia akan berubah setelah bersamamu/menikahimu. Semua hal itu bukan alasan yang bagus untuk menikah. Dan pernikahan seperti apa yang akan kamu dapatkan dengan orang seperti di atas? Tolong pikirkan lagi keputusanmu.

Jangan jadikan alasan yang salah sebagai pembenaran tindakan yang kamu pilih. Karena kamu sendiri yang menentukan apa yang pantas kamu dapatkan, setiap orang berhak bahagia dan kamu yakin kamu akan bahagia dengan pasangan yang kamu sudah sadari kualitasnya itu?

Bahagia tidak sesederhana itu, kamu menikahi orang yang kamu cintai dan sudah begitu saja. Dalam hidup banyak hal yang terjadi dan itu akan mempengaruhi segala hal nantinya. Carilah seseorang yang bukan hanya kamu cintai tetapi juga membalas perasaanmu dan memperlakukanmu dengan baik. Sehingga kelak pada saat-saat sulit yang mendatang kalian bisa saling mendukung dan menguatkan, bukannya berpisah karena keadaan.

Jangan mau jadi perempuan bodoh yang pada akhirnya hidup sengsara dan menderita. Setidaknya jadilah perempuan bodoh yang telah salah melangkah namun mau belajar dan memaafkan dirinya sendiri mencari kebahagiaan yang sejati. Bukan yang semu dan sementara. Kamu tetap berharga meskipun kamu pernah salah. Dan kamu tetap berhak bahagia walaupun kamu sudah pernah luluh lantak dan menderita.

Lagi! Tentang Perkosaan (Kita harus peduli)

Beberapa hari belakangan aku sedang memperhatikan sebuah kasus, seorang anak kecil dilarikan ke rumah sakit dalam keadaan kejang-kejang dan akhirnya koma. Setelah diperiksa dokter terdapat bekas kekerasan seksual ditubuhnya. Beberapa hari kemudian anak tersebut meninggal tanpa sempat mengatakan siapa pelaku yang telah melecehkannya. Saat melihat tayangan beritanya ditelevisi aku melihat sosok bapaknya dan terbetik di benakku “jangan-jangan pelakunya dia!”. Tapi aku berharap aku salah, karena kalau itu benar aku sangat sedih membayangkan perasaan gadis kecil itu. Sudah cukup menyakitkan dilecehkan secara fisik dan jauh lebih menyakitkan kalau dilakukan oleh keluarga, apalagi seorang ayah kandung yang seharusnya melindungi anaknya.

Dan kenyataannya berita hari ini Polisi mengumumkan pelakunya adalah S bapak kandungnya sendiri. RI sigadis kecil menderita kerusakan yang parah pada alat kelaminnya dan anus/dubur. Bahkan dokter yang mengautopsi menyatakan gadis kecil tersebut menderita infeksi parah sampai terdapat belatung pada alat kelamin dan duburnya (sumber media online okezone.com) selain ia juga tertular penyakit kelamin. Bisakah kalian membayangkan apa yang dialami gadis kecil tersebut? Kesakitannya, ketakutan, tekanan yang dialaminya, rasa malu, jijik terpaksa dirasakan anak kecil usia 10 tahun. Yang mungkin nggak tahu apa-apa tentang sistem reproduksi manusia. Aku justru bersyukur pada akhirnya gadis kecil itu meninggal. Setidaknya penderitaannya berhenti disini dan tidak harus mengalami trauma berkepanjangan selama hidupnya. Tuhan kali ini adil menurutku. Jadi masih pantaskan kasus pemerkosaan dijadikan becandaan? Masih mau menyalahkan penyebab terjadi pemerkosaan adalah pakaian korban yang terlalu minim atau ketat?

Aku berharap siayah bejat itu, semoga ia dihajar setengah mati ditahanan dan membusuk di penjara. Karena aku dengar narapidana kasus pencabulan/pemerkosaan apalagi korbanya anak kecil atau anak kandung, lembaga permasyarakatan punya tradisi penyambutan khusus untuk kasus-kasus seperti ini. Seperti dihajar sesama napi, disudut rokok pada yah kamu tahulah dimana. Aku yakin 10 sampai 20 tahun kedepan hidupnya akan berat setidaknya masa hukumannya akan dituntut panjang dan aku juga sangat yakin timbangan dosanya sangat berat di akhirat.

Pemerkosaan adalah kejahatan yang sudah sangat purba sekali. Selalu ada disetiap jaman dan waktu. Dan parahnya yang terjadi pada anak kecil biasanya dilakukan oleh lingkungan terdekatnya. Keluarga, lingkungan rumah (tetangga), atau sekolah. Ini pekerjaan yang sangat berat bagi para orang tua dalam menjaga anak-anak mereka dan jangan pernah lengah. Dan lingkungan juga jangan lepas tangan, harusnya mereka lebih peduli dan saling menjaga. Agar dapat menghindarkan dari hal-hal seperti ini. Anak-anak kecil baik lelaki maupun perempuan adalah masa depan suatu bangsa. Kuncup tunas yang harus dijaga agar dapat mekar dan mengharumkan keluarga, bangsa dan negara. Ada anak-anak, wanita yang terpaksa harus menjadi korban kebejatan nafsu seseorang dilain pihak ada orang-orang tertentu yang tidak perduli dengan dosa dan penyakit kelamin, melakukan seks bebas. Ironis bukan?

Mengapa aku perduli dengan banyak masalah yang bahkan bukan urusanku, seperti kasus ini. Karena aku hidup nggak cuma untuk makan, tidur, dan ke kamar mandi. Nuraniku terganggu dengan segala macam pemberitaan buruk, kesengsaraan dan kesusahan orang. Aku tidak bisa tidak menunjukkan sikap walau hanya dengan tulisan-tulisan nggak jelas ini. Karena cuma hal ini yang aku bisa lakukan saat ini. Aku berharap tulisanku bisa mengetuk hati siapapun yang membacanya dan menjadi ikut perduli. Setidaknya walau tidak ada tindakan nyata, kalian menolak semua hal yang buruk dan salah meski hanya dalam pikiran dan hatimu.

Berani berbuat, harusnya berani malu dan tanggung jawab!

Makin ramai saja orang aneh di Indonesia. Contohnya kayak pengacara yang berbakat jadi pelawak, karena twit-twitnya yang berisi kebodohan, hinaannya pada orang lain selalu membuat orang yang membacanya tertawa sampai guling-guling. Sipengacara ini punya sifat narsis yang parah sampai berhasrat menjadi capres paling muda dan paling ganteng. Aku yakin anak istrinya merasa malu dan tertekan dengan kelakuannya yang aneh.

Kemudian ada hakim yang bikin dagelan tidak lucu saat fit and proper test di depan komisi III DPR, yang membuatnya dihujat se-Indonesia. Tetapi paling tidak sihakim tersebut sudah meminta maaf secara terbuka dan mengakui kesalahannya. Enggak seperti vokalis band yang dulu video pornonya tersebar, sampai dihukum penjara pun beliau tetap tidak pernah minta maaf secara terbuka dan mengakui kebejatannya. Anehnya dengan track record menikah karena menghamili pacarnya, berselingkuh dengan banyak wanita dan juga istri orang kok masih banyak masyarakat yang mengelu-elukan ya? Ironis dengan salah satu ustad kondang yang kehilangan banyak anggota pengajian gara-gara menikah lagi. Padahal menikahnya dengan izin istri, sah dan didaftarkn secara resmi. Dimana letak salahnya ya? Orang Indonesia ini aneh. Yang jelas salah dan tidak jantan kok malah digilai. Dan yang tidak bersalah dan melakukan hal yang sesuai dengan koridor agama malah dibenci.

Dan minggu ini vonis hukuman korupsi yang dilakukan mantan putri Indonesia jatuh, kurang dari setengah jumlah tuntutan JPU. Katanya sih kalau begitu wajib bagi JPU buat naik banding. Yah kita liat ajalah nasib si mbak yang cantik dan pintar ini, tetapi enggak jelas kekayaannya yang milyaran itu berasal darimana dan enggak pernah mau mengakui dirinya korupsi. Apa si mbak ini nggak mikir ya kalau dia membesarkan dan ngasih makan anak-anaknya itu dengan uang haram, akan jadi apa anak-anak itu kelak? Hoalah mbak.

Manusia kalau berbuat salah, itu wajar. Kalau salah dua kali, itu aneh. Kalau tiga kali salah untuk soal yang sama pasti kurang waras. Kalau salah dan tidak pernah mengakuinya walau sudah terbukti, sebenarnya siapa yang mau dibodohinya kecuali dirinya sendiri.