“cinta” yang absurd (tentang mantan)

Setiap orang punya kisah tentang cinta, baik yang berakhir bahagia atau berakhir buruk. Cerita yang ingin dilupakan atau yang akan dikenang sampai mati. Dan aku ingin membagikan hal manis yang pernah aku terima saat aku masih bersamanya.

Dia yang tidak rupawan dan tidak mengerti konsep “setia” dulu pernah meluluhkan hatiku dan ada hal manis yang masih kukenang. Dulu aku suka muntah setiap habis makan yang agak banyakan, dan dia tahu itu. Suatu hari aku muntah diperjalanan pulang setelah makan malam. Dia turun dari mobilnya dan menemaniku. Memegangi rambutku tinggi-tinggi supaya enggak kena muntahanku sendiri. Dan dia enggak jijik sama sekali. Hal ini juga pernah terulang saat aku ada di rumah teman, dia juga menemaniku muntah di closet dan kembali memegangi rambutku. Aku pernah bertanya padanya, “kamu nggak jijik?” Karena seandainya aku diposisi dia, aku sendiri jijikan orangnya. Dia bilang, “enggak. Aku malah prihatin kamu selalu gitu. ” Bahkan dia pernah menciumku setelah aku muntah (setelah kumur-kumur tentunya) dan dia nggak jijik sama sekali. Saat itu aku pikir itu “cinta”.

Lalu pada kisah selanjutnya ada seorang yunior yang sudah lama kukenal dan dia menyukaiku. Aku dalam situasi tidak baik dengan kekasihku saat itu (si tidak jijikan) karena kelakuannya yang tidak setia terhadapku. Si yunior ini tahu aku sudah berpacaran dan tidak bahagia tetapi dia masih mengharapkanku. Suatu hari dia bilang kalau dia melihat pacarku (saat itu) pernah jalan dengan wanita lain, aku tahu dia tidak berbohong. Lalu siyunior ini mengikuti/memata-matai pacarku (saat itu) kayak detektif dan melaporkan tiap detilnya padaku. Aku nggak tahu motifnya tulus atau tidak tetapi akusih ngerasanya hal itu dilakukannya demi “cinta”nya padaku.
Lucu ya, hal-hal absurd yang kita lakukan saat kita sedang mabuk oleh hormon. Saat ini aku masih belum bisa mendefenisikan cinta dengan benar, tetapi pengalaman mengajarkan kalau cinta bukanlah hal yang dapat bertahan lama intensitasnya. Seperti hujan yang tiba-tiba datang, cinta yang besar juga bisa cepat menghilang. Dan kini aku hanya dapat mengenang hal romantis yang pernah dia lakukan untuk aku, dengan hati tulus. Aku pernah menjadi bagian terpenting di hatinya, meskipun pada akhirnya dia memilih untuk melepaskanku. Tapi tidak apa-apa, semua akan menjadi masa lalu yang cukup manis untuk diingat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s