SURAT TERBUKA UNTUK BAPAK DAMING

Itu calon hakim agung Daming Sunusi yang bilang gini “pemerkosa tidak perlu dihukum mati karena si pemerkosa dan yang diperkosa sama-sama menikmati!” ke anggota DPR komisi III saat fit and proper test, dan diketawain sama para anggota DPR tercinta. Sungguh enggak pantas dan menyakiti hati para korban, keluarga korban dan wanita secara keseluruhan. Enggak usah kita kaji latar belakang bapak Daming yang hakim, kepala pengadilan negeri dan segudang prestasi karirnya yang banyak. Entah beliau bermaksud bercanda berusaha mencairkan suasana test yang tegang, atau itu memang pendapat pribadi dirinya tentang hukuman bagi para pemerkosa. Atau bapak Daming khilaf sekalipun sudah seharusnya beliau MEMINTA MAAF SECARA TERBUKA pada rakyat. Dan MUNDUR dari pencalonan hakim agung karena sudah cacat karakternya sebagai pribadi yang harusnya netral dan tidak berpihak selain terhadap undang-undang dan kebenaran.

Mengapa?
Sebagai seorang pejabat yang berada di ruang publik, bapak Daming harusnya menjaga omongannya karena beliau bukan tukang ojek yang mangkal di warung kopi. Apa yang sudah dilakukannya tidak pantas, dan dengan perkataannya yang seperti itu sungguh lebih tidak pantas lagi kalau beliau menjadi hakim agung yang harus ngurusin masalah hukum di Indonesia. Bagaimana mungkin bapak Daming bisa ngurusi masalah hukum dan keadilan buat rakyat kalau beliau sendiri tidak punya empati terhadap korban pemerkosaan, keluarga korban dan perempuan? Keadilan macam apa yang mau diberikannya?

Saya tidak mengerti masalah hukum sama sekali. Tapi saya mengerti dengan jelas orang seperti itu tidak layak dijadikan hakim agung. Bapak Daming mungkin tidak pernah merasakan pelecehan seksual, pemerkosaan. Atau mungkin anak perempuan, anak laki-lakinya, istrinya, adik atau kakak perempuannya atau mungkin ibu kandungnya juga tidak pernah merasakan pelecehan seksual dan pemerkosaan. Jadi bapak Daming enggak merasa kalau becandaannya itu bisa menyakitkan bagi orang lain, secara becandaannya dilakukan di depan anggota DPR dan dilihat oleh wartawan.

Bapak Daming ingin berada di posisi tersebut? Biar bapak tahu gimana rasanya menjadi korban dan keluarga korban. Bapak pikir diperkosa itu perkara gampang? Sekedar melekatkan tubuh saja seperti hewan? Bapak nggak pernah akan tahu rasa sakitnya, malunya, jijik, kotor dan trauma yang dialami korban. Belum lagi perlakuan masyarakat terhadap korban yang cenderung tidak berpihak pada korban. Saya nggak perlu bertanya dimana nurani bapak, cuma bapak yang tahu hal ini salah atau enggak. Pantas atau tidak. Dan kalau memang bapak adalah orang yang beriman dan menjalankan agama dengan baik, bapak tahu harus berbuat apa tanpa perlu diajari oleh anak muda bau kencur seperti saya. Salam hormat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s