Lagi! Tentang Perkosaan (Kita harus peduli)

Beberapa hari belakangan aku sedang memperhatikan sebuah kasus, seorang anak kecil dilarikan ke rumah sakit dalam keadaan kejang-kejang dan akhirnya koma. Setelah diperiksa dokter terdapat bekas kekerasan seksual ditubuhnya. Beberapa hari kemudian anak tersebut meninggal tanpa sempat mengatakan siapa pelaku yang telah melecehkannya. Saat melihat tayangan beritanya ditelevisi aku melihat sosok bapaknya dan terbetik di benakku “jangan-jangan pelakunya dia!”. Tapi aku berharap aku salah, karena kalau itu benar aku sangat sedih membayangkan perasaan gadis kecil itu. Sudah cukup menyakitkan dilecehkan secara fisik dan jauh lebih menyakitkan kalau dilakukan oleh keluarga, apalagi seorang ayah kandung yang seharusnya melindungi anaknya.

Dan kenyataannya berita hari ini Polisi mengumumkan pelakunya adalah S bapak kandungnya sendiri. RI sigadis kecil menderita kerusakan yang parah pada alat kelaminnya dan anus/dubur. Bahkan dokter yang mengautopsi menyatakan gadis kecil tersebut menderita infeksi parah sampai terdapat belatung pada alat kelamin dan duburnya (sumber media online okezone.com) selain ia juga tertular penyakit kelamin. Bisakah kalian membayangkan apa yang dialami gadis kecil tersebut? Kesakitannya, ketakutan, tekanan yang dialaminya, rasa malu, jijik terpaksa dirasakan anak kecil usia 10 tahun. Yang mungkin nggak tahu apa-apa tentang sistem reproduksi manusia. Aku justru bersyukur pada akhirnya gadis kecil itu meninggal. Setidaknya penderitaannya berhenti disini dan tidak harus mengalami trauma berkepanjangan selama hidupnya. Tuhan kali ini adil menurutku. Jadi masih pantaskan kasus pemerkosaan dijadikan becandaan? Masih mau menyalahkan penyebab terjadi pemerkosaan adalah pakaian korban yang terlalu minim atau ketat?

Aku berharap siayah bejat itu, semoga ia dihajar setengah mati ditahanan dan membusuk di penjara. Karena aku dengar narapidana kasus pencabulan/pemerkosaan apalagi korbanya anak kecil atau anak kandung, lembaga permasyarakatan punya tradisi penyambutan khusus untuk kasus-kasus seperti ini. Seperti dihajar sesama napi, disudut rokok pada yah kamu tahulah dimana. Aku yakin 10 sampai 20 tahun kedepan hidupnya akan berat setidaknya masa hukumannya akan dituntut panjang dan aku juga sangat yakin timbangan dosanya sangat berat di akhirat.

Pemerkosaan adalah kejahatan yang sudah sangat purba sekali. Selalu ada disetiap jaman dan waktu. Dan parahnya yang terjadi pada anak kecil biasanya dilakukan oleh lingkungan terdekatnya. Keluarga, lingkungan rumah (tetangga), atau sekolah. Ini pekerjaan yang sangat berat bagi para orang tua dalam menjaga anak-anak mereka dan jangan pernah lengah. Dan lingkungan juga jangan lepas tangan, harusnya mereka lebih peduli dan saling menjaga. Agar dapat menghindarkan dari hal-hal seperti ini. Anak-anak kecil baik lelaki maupun perempuan adalah masa depan suatu bangsa. Kuncup tunas yang harus dijaga agar dapat mekar dan mengharumkan keluarga, bangsa dan negara. Ada anak-anak, wanita yang terpaksa harus menjadi korban kebejatan nafsu seseorang dilain pihak ada orang-orang tertentu yang tidak perduli dengan dosa dan penyakit kelamin, melakukan seks bebas. Ironis bukan?

Mengapa aku perduli dengan banyak masalah yang bahkan bukan urusanku, seperti kasus ini. Karena aku hidup nggak cuma untuk makan, tidur, dan ke kamar mandi. Nuraniku terganggu dengan segala macam pemberitaan buruk, kesengsaraan dan kesusahan orang. Aku tidak bisa tidak menunjukkan sikap walau hanya dengan tulisan-tulisan nggak jelas ini. Karena cuma hal ini yang aku bisa lakukan saat ini. Aku berharap tulisanku bisa mengetuk hati siapapun yang membacanya dan menjadi ikut perduli. Setidaknya walau tidak ada tindakan nyata, kalian menolak semua hal yang buruk dan salah meski hanya dalam pikiran dan hatimu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s