berprasangka dan berharaplah yang terbaik dalam hidup!

Aku seorang pecinta yang tidak setuju dengan konsep cinta pada pandangan pertama. Kenapa? Karena menurutku orang yang jatuh cinta dengan sekali melihat saja adalah orang yang dangkal, melihat segala sesuatu hanya dari luar saja. Apa yang bisa dilihatnya pada pertemuan pertama selain tampang dan fisik saja.

Seorang teman baikku bilang, “omong kosong kalau ada orang yang jatuh cinta karena kepribadian atau sikapnya yang baik.” Aku juga percaya itu, karena aku belum pernah menemukan pria menarik yang mencari kriteria pacarnya berkepribadian seperti bunda Teresa. Wajah dan fisik adalah modal utama manusia dalam menarik perhatian manusia lainnya. Baru setelah itu mungkin kepribadiannya, kepintarannya, kekayaannya dan lain-lain. Iya nggak? Jujur aja deh, paling nggak sama diri sendiri.

Jadi cinta seperti apa yang sesuai dengan konsep yang aku inginkan? Sejujurnya beberapa pengalaman aku berpacaran aku tidak pernah terlalu memperhitungkan dengan siapa aku berpacaran dan seperti apa tampangnya. Aku pernah berpacaran dengan senior di kampus, teman kuliah, yunior di kampus. Ada yang cakep, tajir, pemalu, jelek bahkan ada yang malu-maluin. Kisahku tidak selalu bahagia tetapi tidak melulu penuh dengan derita. Tetapi cukuplah untuk dikenang sebagai pelajaran dalam hidup. Lalu sekarang hal seperti apa yang aku inginkan? Dengan pengalaman seperti ini aku sampai pada kesimpulan, bahwa semua hal harus seimbang. Aku tidak mencari cinta yang sempurna tetapi mencari pasangan yang mampu mengimbangiku dan dapat membuat aku tetap tertarik padanya meskipun sudah 50 tahun hidup bersamanya. Seseorang yang tidak terlalu tampan, namun punya senyuman hangat. Yang cerdas dan lucu. Yang membuatku merasa aku wanita paling beruntung berada di sampingnya meskipun tidak hidup mewah namun wanita lain akan menatapku penuh rasa iri. Aku mencari yang seperti itu.

Yah, kalo dipikir-pikir malah kriterianya sulit dicari. Kenapa, memangnya nggak boleh punya standar yang tinggi? Boleh dong. Mana ada orang yang tidak mengharapkan yang terbaik untuk dirinya. Lagipula yang aku harapkan masih masuk diakal dibandingkan mengharapkan pangeran berkuda putih (hellooo, perempuan macam apa yang masih memimpikan pangeran berkuda putih dijaman sekarang? Wake up girl ).

Lagi pula ada satu ayat di al-quran yang menjadi favoritku (halah, bagian yang beginian aja ingatnya). “Allah bersama prasangka umatnya!”. Jadi kalau kita berprasangka dan berharap yang baik untuk diri kita, insya allah yang datang pada kitapun pasti yang baik-baik juga.

So ladies and gentleman, yang masih single. Yang baru maupun yang sudah lama. Berharaplah yang terbaik untukmu. Usahakan dan berdoalah. Semoga Allah kelak mengirimkan yang terbaik untukmu.

Selamat minggu sore. Yona Sukmalara.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s