Kiss and Hug

Seorang teman bercerita, setelah sekian lama sendirian akhirnya kini ia punya pacar. Walaupun berbeda suku dan agama. Nah, apakah karena perbedaan budaya dan agama atau karena prinsip temanku saja yang jadul, saat ini ia dibikin ketar-ketir sama pacarnya. Gadis ini seksi sekali menurutnya dan bersikap agak terbuka dalam berpacaran. Ia tidak segan-segan memeluk atau mencium pasangannya yang membuat temanku merasa malu, rikuh sekaligus juga penasaran sebagai pria normal. Dia bingung dengan cobaan ini tentu ia tidak munafik ia suka tetapi takut juga kalau sampai terjadi hal-hal yang disesali dikemudian hari.

Aku juga mengalami hal seperti ini, bukan dengan kekasih tetapi orang yang sedang dekat denganku. Awalnya aku sudah respek dengannya tapi dalam satu kesempatan ia langsung menghancurkannya. Aku merasa laki-laki yang tidak bisa menahan hawa nafsunya terhadap lawan jenis meskipun tanpa provokasi, bukan pria yang tepat untuk diajak berkomitmen. Sulit rasanya bisa percaya orang seperti itu bisa menghormati perempuan yang bukan ibu atau saudara perempuannya. Nafsu dan cinta adalah dua hal yang berbeda. Pria mungkin bisa bernafsu pada semua wanita cantik atau wanita seksi tetapi soal perasaan atau cinta, rasanya tidak mungkin seorang pria bisa mencintai semua wanita cantik atau seksi.

Apasih salahnya menahan diri sampai pada waktu yang tepat, atau kalau sudah tidak tahan lagi ya menikah saja. Kalau belum siap ya banyakin puasa dan sholat sunah, dan sibukkan diri dengan berbagai kegiatan positif yang membuat energi tersalurkan dengan hal-hal baik.

Hidup memang berat dan ada-ada saja masalah yang menghampiri. Dan jujur saja sulit sekali menjadi orang yang baik sesuai koridor agama dan budaya timur. Ada saat dimana godaan yang datang dari orang-orang terdekat yang tidak kita sangka, ada saat dimana kita diuji saat kita sendiri dan entah dimana yang mungkin orang lain tidak akan tahu. Tetapi bagaimana dengan nurani dan Tuhan yang tidak pernah buta? Hidup hanya sekali jadi jangan lakukan hal yang akan kau sesali seumur hidupmu yang singkat. Dan hidup ini cuma bagian kecil dari perjalanan panjang kita. Setidaknya itu yang aku yakini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s