Kamu adalah cerminan jiwamu sendiri!

Aku paling nggak suka dicurangi walau untuk hal seperak dua perak yang mungkin nggak bakal bikin kaya, tapi itu tetap bukan hak kamukan? Aku tahu tapi aku diam aja dan menilai kejujuran kamu, mungkin masih bisa senyum dan tertawa sama kamu. Tetapi penilaian aku terhadap kamu sudah berubah saat itu juga. Karena kejujuran merupakan hal penting buat aku. Sekecil apapun kecurangan yang kamu buat dampaknya tetap sama dengan jumlah yang besar, sama-sama membuat kamu tidak jujur. Mungkin orang-orang belum menyadarinya atau tidak akan tetapi kamu sendiri sadarkan dan Tuhan maha melihat. Kamu mau pakai dalih alasan apapun sesuatu yang bukan milik kamu tetap bukan hak kamu untuk menguasainya, dan masalah hutang itu juga sama. Mau sampai kapan pun kalau belum dibayar ya tetap berhutang namanya. Sampai mati dan hidup lagi, kalau yang punya uang belum ikhlas ya tetap punya hutang yang belum dilunasi. Apa kamu mau nggak jadi masuk surga gara-gara masih terbelit utang duit sama orang lain? Kan nggak lucu. Diakhirat kamu mau cari uang dari mana untuk membayarnya, alamat masuk neraka nih. He3x.

Aku pernah mendengar sebuah ungkapan lama, kalau ingin melihat sifat asli dari seseorang lihatlah hadapkanlah pada uang. Uang merupakan godaan terbesar buat manusia. Akan ada saat dimana orang dalam dilema, disisi lain ia butuh uang dan disisi lain ia tergoda dengan sesuatu yang bukan miliknya tetapi bisa dikuasainya dengan tidak halal. Oh, aku sering mengalaminya. Misalnya dulu waktu ngekost aku sedang tidak punya uang dan nemu uang dilantai depan kost, satu-satunya orang yang baru masuk kost adalah mbak ketring makanan. Aku sempat tertegun, kalau aku ambil uang ini cukup lumayan untuk pegangan sampai kiriman datang dan aku tidak mencuri tetapi menemukannya. Namun aku mikir orang yang punya uang pasti sedih, ini milik orang lain dan Tuhan pasti sedang melihatku. Menggodaku apakah aku akan mengambilnya atau mengembalikannya. Dan akhirnya aku tersenyum, aku tidak mau kalah sama godaan dari-NYA. Aku dan harga diriku lebih berharga daripada sejumlah uang itu dan aku tidak mau mengotori nurani dan hatiku dengan perasaan bersalah. Aku segera memanggil mbak ketring yang masih dilantai bawah, “Kak, ada kehilangan uang nggak?’ Dan ia segera merogoh-rogoh kantongnya. Ia terkesiap, aku mengulurkan uang yang kujumpai.

Kamu adalah cerminan dari perbuatanmu meskipun tidak ada orang lain yang melihat tetapi jauh di dasar lubuk hati kamu yang tahu orang seperti apa kamu sebenarnya. Seorang yang ramah tetapi mau mengambil hak orang lain. Seseorang yang baik tetapi diam-diam mempunyai koleksi film biru yang banyak. Seseorang yang mapan dan pekerja keras namun punya hasrat menyimpang. Atau seorang pemuda bermasa depan cerah namun suka melecehkan wanita mungkin. Benar, manusia punya dua sisi kepribadian. Yang baik dan jahat, tetapi kalau kamu mau dan mengusahakannya sisi yang baik akan terus mendominasi dan menekan hasrat jahat. Walau kadang-kadang pikiran kotor mungkin terlintas namun kamu bisa bertahan untuk tidak melakukannya. Salah sekali dua kali mungkin akan ada, asalkan kamu menyesal dan tidak akan mengulanginya lagi tak apa. Hanya Tuhan yang tidak pernah salah dan syukurnya ia sangat pemurah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s