Owyah! Aku juga ingin menikah, guys!

“Berapa umurmu Kak?” Tanya nyokap kemarin sore. “28. ” Sahutku. Nyokap kaget, “Udah segitu? Kalo ditanyain orang-orang, Mama jawabnya baru 25. ” Kata Nyokap lagi. Aku cuma mendengus kayak kuda. 25 dari Hongkong. Ujarku dalam hati. “Nggak takut keriput dan gelambir kak?” Tanya Nyokap. Aku menggeleng. “Kapan menikah? Mama udah kepengen nimang cucunih!” Yah, kalo jodoh ditangan akusih gampang. Begitu akil baligh aku langsung kawin aja, ngapain lama-lama kalau udah tahu dia yang bakalan jadi jodohku. Lah, emangnya aku yang nentuin siapa jodoh aku, kapan aku kawin dan lain-lain. Akhirnya aku cuma bisa bilang, “Kapan-kapan deh!” Sambil nyengir asem.

Perempuan, usia dan jodoh. Adalah satu paket topik pembicaraan yang panjang dan nggak ada habis-habisnya. Dan aku yang sudah usia segini, single (bukan nggak ada yang mau, tapi yang mau kualifikasinya kurang tepat denganku) rasanya selalu jadi bulan-bulanan dalam acara keluarga dan kumpul-kumpul keluarga besar. Aku sendiri bukannya takut dengan pernikahan, tidak. Cuma belum ketemu saja dengan seseorang yang pengen aku seret ke KUA minta dinikahin.

Di dunia yang kacau seperti ini, menikah adalah ide romantis yang gila. Di tengah carut-marut keadaan punya seseorang yang punya ikatan dengan kita, seseorang yang bisa menjadi milik kita terdengar sangat menyenangkan. Aku selalu percaya cinta dan kasih sayang adalah obat terbaik di dunia ini. Meskipun tidak bisa menyembuhkan setidaknya bisa menyegarkan dan sedikit memberikan warna dalam hidup.

Tapi pokok permasalahannya ya itu, sulit sekali menemukan orang yang tepat. Aku sudah melihat seseorang yang seusia denganku dua kali menikah dan gagal, aku tidak tahu alasan ia memilih lelaki-lelaki itu dan nyatanya tidak berhasil. Lalu aku juga melihat gadis yang lebih muda dariku dan cantik, menikahi duda usia 40tahun yang punya putri usia 18tahun. Gadis itu dan putri tirinya hanya berjarak usia 5tahun. Dan alasan ia menikah karena tidak ingin hidup susah. Hanya Tuhan yang tahu kalau di dunia ini semua orang pasti pernah mendapat kesusahan dan bukan tidak mungkin akan mendapatkannya lagi. Tidak bisa kubayangkan seandainya keadaan itu terbalik, apakah si gadis itu akan meninggalkan suaminya saat susah menerpa.

Damn, mungkin aku terlalu banyak mengetahui alasan-alasan salah memilih pernikahan. Yah, aku tahu banyak. Tetapi aku juga tahu alasan terbaik seseorang menikah. Seperti saat kita sudah menemukan seseorang yang tepat, yang bisa bertahan denganmu dan membuatmu tetap di sampingnya meskipun keadaan sulit dan kacau, seseorang yang ingin kau lihat senyumnya dipagi hari dan manjanya sebelum tidur, seseorang yang mau bertanggung jawab atasmu dan ingin bekerjasama denganmu meraih kebahagiaan, seseorang yang menjadi rumah bagimu dan engkau menjadi tempat ia pulang. Sungguh tidak ada lagi alasan buat kita untuk tidak menikahinya.

Dan pertanyaan akhir yang sampai saat ini belum terjawab, “Where is he now?”. I’m still waiting, guys.

One thought on “Owyah! Aku juga ingin menikah, guys!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s