Aku Tersesat, TUHAN!

Tuhan!
Bolehkan aku memejamkan mata malam ini.
Dan berharap esok tidak akan pernah ada lagi untukku.
Aku lelah. Tidak ada seorangpun yang akan mengenangku lebih dari seminggu.
Jadi Tuhan, ketiadaanku tidak akan pernah memberikan efek apapun terhadap hidup orang lain dan dunia.

Tuhan!
Aku tidak membencimu atas segala hal yang terjadi dalam hidupku.
Mungkin diri-MU yang terlalu memandang tinggi terhadapku dan berharap aku dapat melaluinya dengan selamat.
Aku tidak sanggup, Tuhan.
Aku tak berdaya. Aku lemah.

Aku menengadah, menatap ke langit yang kelam.
Maafkan aku, Tuhan.
Telah membuatmu kecewa.
Aku sudah berpikir ribuan kali namun selalu kembali ke jalan ini.
Dunia tidak pernah menjadi pusat dari kehidupanku.
Dan kematian jauh lebih terlihat menggiurkan bagiku.
Kegilaan ini sudah berkali-kali aku tekan, namun idenya tak pernah jauh dari otakku.

Tuhan, tolong jaga ibuku dan adik-adikku.
Juga maafkan segala kesalahan ayahku.
Bukan salah mereka aku jadi seperti ini.
Jelas tidak ada yang salah dengan mereka maka aku memilih mati.
Aku yang salah.
Aku yang bertanggung jawab.

Terima kasih Tuhan, telah memberiku kesempatan. Aku selalu mencintai-MU meskipun pada akhirnya aku memilih lebih cepat menemui malaikat maut-MU.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s