TAK CUKUP HANYA CINTA!

Kemarin, nyaris seharian aku menemani sahabat mengurus sidang perceraian di Pengadilan Agama. Jujur aja, ini pertama kalinya aku melihat sidang perceraian. Dan aku sangat terkejut saat melihat di ruang tunggu sidang, hampir 100% diisi oleh kaum wanita. Yang sedang menggugat cerai suaminya dengan berbagai alasan. Karena penasaran aku nanya-nanya dan ternyata ada 3 alasan utama mereka meminta cerai. Masalah ekonomi, selingkuh dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Salah satu contoh kasusnya (lihat foto yang aku lampirkan). Pria bertopi ini duduk di depanku. Ia sedang merayu istri dan keluarga istrinya supaya membatalkan gugatan cerai yang diajukan istrinya. Ia berkali-kali meminta istrinya memikirkan lagi urusan perceraian ini dan mempertimbangkan anak-anak mereka. Tetapi siistri tetap bersikeras ingin bercerai karena sudah merasa cukup dan bisa mandiri melanjutkan hidupnya tanpa sisuami. Siistri tampak muak dan meninggalkan laki-laki itu, duduk di tempat lain. Suaminya masih tetap memohon pada keluarga sang istri agar tidak jadi bercerai. Ternyata dari penuturan keluarga siperempuan, ia menuntut cerai karena suaminya ringan tangan padanya alias KDRT makanya siistri pulang ke rumah orang tuanya dengan luka lebam. Nah, laki-laki yang menjadikan wanita sebagai sansak buat dipukuli emang nggak pantas dapat kesempatan kedua. Jadi karung pasir masih mending, gimana kalau sampai dimutilasi kayak kasus yang baru-baru ini terjadi? Seremkan.

Masalah ekonomi adalah masalah yang paling banyak dijadikan alasan para perempuan untuk bercerai. Suami yang tidak bekerja/pemalas, suami yang kurang dapat mencukupi kebutuhan materi, suami yang model penggeretan dengan istri yang bekerja mati-matian banting tulang. Rasanya sulit membayangkan sosok yang seharusnya jadi pemimpin dan imam dalam rumah tangga tetapi enggak berpenghasilan. Bagaimana bisa sang istri respek dan hormat kalo suami tidak mau berusaha?

Perempuan mau dan bisa kok diajak hidup susah, asalkan lelakinya mau berusaha keras. Bekerja sama dalam membangun rumah tangga dan kehidupan yang lebih baik. Hidup memang nggak semudah itu, pasti banyaklah ujian dan masalah yang harus dihadapin. Tapi kalau kita yakin dengan pasangan kita dan ingat dengan komitmen diawal pernikahan, apa yang ingin dicapai. Insya Allah pasti ada jalan keluarnya. Enggak semua orang dilahirkan langsung kaya dan berhasil. Sebagian besar memulainya dari nol dan butuh usaha keras dalam mewujudkannya. Kalau kamu menyerah dan bercerai karena masalah ekonomi yang tidak mapan, kelak saat keadaan kamu kembali kesulitan ekonomi apakah kamu akan kembali bercerai? Begitu seterusnya? Siap-siap saja dianggap matrealistis dan yakinlah orang-orang yang mau sama kamu juga hanya menilai kamu cuma seharga dengan uang dan barang. Justru terlihat murah ya?

Maka dari itu aku selalu bilang, ENGGAK PERNAH CUKUP HANYA CINTA saja dalam mewujudkan rumah tangga bahagia. Apalagi kalau pernikahan yang cuma dilandasi nafsu sesaat, pasti sulit sekali mempertahankannya. Cinta mungkin hanya sebagai awal atau pencetus ide pernikahan, tetapi selanjutnya adalah komitmen hidup bersama yang disertai dengan rasa saling menghormati, kepercayaan dan kerjasama untuk mencapai keluarga yang berbahagia. Karena cinta saja tidak akan cukup untuk mengenyangkan perut, tidak bisa membayar rekening listrik dan biaya perobatan. Manusia tetap butuh uang dan kenyamanan dalam hidupnya.

Pernikahan bukan hal yang mudah untuk dilakukan, maka ambillah pilihan yang paling bijaksana. Jangan cuma mengandalkan cinta saja tanpa memikirkan logika dan aspek penting lainnya yang mendukung seperti kesetiaan, kepercayaan dan rasa hormat. Menikahi seseorang adalah keputusan besar yang harus bisa dipertanggung jawabkan. Bukan hanya pada pasangan dan keluarga, juga pada Tuhan. Juga bukan kayak permainan yang saat kita bosan bisa berhenti bermain lalu semuanya kembali seperti semula, seperti tidak terjadi apapun.

Kalau kalian sudah sampai ditahap pernikahan dan saat semuanya berjalan tidak sesuai dengan yang kalian harapkan, jangan semudah itu saja menyerah. Kalau kenangan saat-saat bahagia tidak mampu membuatmu tetap bertahan, jangan lari dari masalah dan memutuskan berhenti disini. Kalau pada akhirnya pasangan yang sudah kamu pilih ternyata mengecewakan dan kamu lelah mengharapkan ia berubah menjadi lebih baik, jangan pernah membiarkan dirimu salah memilih lagi dimasa depan. Cukup salah sekali saja tetapi berkali-kali salah, itu berarti justru ada yang salah dengan dirimu. Entah kamunya yang memang terlalu bodoh atau terlalu manja, nggak mau berjuang menyelesaikan masalah. Masalah yang kamu hindari nggak akan pernah bisa selesai dengan sendirinya. Kalau kamu berlari tanpa menyelesaikannya, ia akan tetap mendatangimu melalui orang atau masalah yang lain.

2 thoughts on “TAK CUKUP HANYA CINTA!

  1. miris sebenarnya melihat begitu banyaknya perceraian yang terjadi belakangan ini, terus terang itu membuat saya sedikit menyimpan rasa takut untuk menikah nantinya.. semoga saja saya tidak menemui perceraian dalam hidup saya..

    • Dear Leni, aku juga merasa begitu. Yang aku pikirkan saat berada di Pengadilan Agama, semoga kelak jika aku menikah tidak akan pernah menginjakkan kaki kesana. Jadi salah satu dari perempuan yang mengugat suaminya. Amiin. O:).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s