Even If I Die, I Can’t Let You Go (Part 2)

“Bagaimana keadaan Kira?” Tanya manajer Sho saat menjemput Hyde dari flat Kira.
“Ia membaik. ” Ujar pemuda tampan itu.
Manajer Sho memperhatikan ekspresi wajahnya yang datar.
“Dia gadis yang baik. ” Katanya lagi.
“Aku tidak pernah bisa mengerti hubungan kalian selama bertahun-tahun. Kalian bersama, saling bergantung, menjaga dan rasanya semua itu lebih dari cinta. ”
Manajer Sho memandangnya lurus, “Kau sudah tidak bisa menyembunyikannya lagi. ”
Hyde menoleh sekilas. “Apa terlihat begitu jelas?” Tanyanya dengan nada biasa.
“Tentu saja!” Jawab pria berusia 40tahun ini cepat.
“Tapi Kira tidak pernah menyadarinya. ”
Nada suaranya terdengar dingin dan kecewa.

“Aku senang akhirnya kau mengajakku bertemu. ”
Ryosuke terlihat tulus mengatakannya. Kira membuang pandangannya jauh ke luar jendela kafe. Jujur, hatinya masih sakit bahkan hanya dengan menatap pemuda ini. Tetapi semua harus diselesaikan dengan cepat supaya sakitnya tidak lama.
“Aku merindukanmu!” Bisiknya lembut.
“Kita putus saja. ” Ucap gadis itu dengan nada terdengar lelah.
Ryosuke terkejut dan menarik telapak tangan Kira.
“Kau serius?” Ucapnya tidak mempercayai apa yang baru saja didengarnya.
Kira menarik tangannya lembut, “Aku tidak tahu cara berpisah dengan baik. Tapi setidaknya aku ingin mengucapkan selamat tinggal yang layak. Dan terimakasih untuk semuanya. ”
Ia bangkit dan membungkuk hormat.
“Selamat tinggal, Ryosuke!”

Kira menyandarkan kepalanya pada bahu kekar Hyde. Pemuda itu diam saja, bahkan saat Kira merangkul lengannya erat.
“Kau wangi sekali. ” Ujarnya menggoda pemuda ini.
Hyde menoleh padanya, tersenyum lemah.
“Dan kau selalu cantik. ” Ucapnya dengan nada ringan. Seolah mengomentari cuaca hari ini.
“Apa kau selalu semurah hati ini memuji?” Kira tertawa riang.
“Apa menurutmu begitu?” Hyde balik bertanya dengan alis mencuat.
“Hanya kau yang suka menjawab pertanyaan dengan bertanya. ”
Hyde menatapnya dengan pandangan tajam, seolah dengan begitu ia bisa melihat isi hati Kira. “Kira menurutmu aku apa?” Tanyanya dengan nada dan raut muka serius.
“Kau yang paling penting. ”
Hyde diam, memandangnya tak bergeming.
“Hanya kau yang aku punya. ”
Hyde berkedip, tapi masih diam.
“Aku sudah sangat bersabar. Sudah sejak lama aku ingin melakukannya, tetapi aku tidak yakin kau juga menginginkannya. Sekarang aku tidak bisa menahannya lagi, jadi aku akan melakukannya dengan benar. Kali ini kau harus melihat aku yang sesungguhnya, karena aku tanpa rasa malu akan menjadikanmu milikku. ”
Ucap Hyde bersungguh-sungguh di dalam hati.
“Hibino Kira, mulai saat ini kau harus lebih hati-hati. ”
Kata Hyde yang tiba-tiba membuat Kira heran.
“Kenapa? Kau ingin menceramahiku lagi! ” Ujarnya dengan bibir cemberut.
“Tidak. Hanya saja aku akan memperlakukanmu lebih baik lagi. ”
Hyde memamerkan senyum terbaiknya, yang membuat Kira semakin heran.
“Kau kasihan padaku? Ini bukan apa-apa Hyde.”
Gadis itu duduk dengan tegak dan wajahnya berubah sangat serius.
Hyde kembali tersenyum lemah, dan menangkupkan kedua belah tangannya pada bahu gadis berambut panjang ini. Mengapa ia berpikir lamban sekali soal ini? Desah Hyde.
“Aku selama ini di sampingmu, sedekat ini. Bukan karena rasa kasihan. Kalau bagimu aku penting dan hanya aku saja milikmu, perasaanku jauh lebih besar dari itu. Mungkin terdengar klise kalau kubilang selama ini bagiku cuma ada kamu, tapi itu kenyataannya. ”
Kira tampak sangat terkejut, mungkin ia mulai memahami arah pembicaraan Hyde.
“Aku ingin kita lebih dari sekedar teman. Tapi aku tidak akan memaksamu, aku hanya akan berusaha sangat keras membuatmu suka padaku. ” Ujarnya lagi dengan mimik wajah sangat serius.
“Dan aku akan melakukannya dengan segala cara. Seperti selama ini. ” Bisik Hyde di dalam hatinya.
Hyde tersenyum dengan sudut mata yang bersinar berbeda.
“Kau mengertikan?” Hyde mengelus kepala Kira yang wajahnya kini sangat merah.
Malu, bingung dan terkejut. Ia bahkan tidak tahu harus berkata apa.

¤¤¤¤

Hyde semakin gencar mendekatinya. Seakan tidak ingin memberikan kesempatan bagi Kira untuk berpikir lagi. Ia selalu menyempatkan waktu untuk menemui Kira meskipun hanya sebentar. Memaksa Kira mengikuti kelas olah raga, perawatan gigi dan kecantikan yang sama dengannya. Memberikan Kira membership beberapa klub yang diikutinya. Kira tidak bisa menolak karena Hyde bilang ini gratis. Karena Hyde secara tidak langsung sudah mempromosikannya, dengan memakai jasa dan produk mereka.
Hyde tahu ia terlihat licik dengan mendekati Kira saat gadis ini baru saja putus dengan mantannya. Tapi Hyde sudah tidak perduli dengan apapun. Hyde sudah tidak mau lagi menahan diri. Terlalu lama ia berada dizona nyaman, dimana hatinya diam-diam terluka melihat Kira bersama orang lain. Atau saat dimana dirinya yang bersama gadis lain namun Kira malah menyemangatinya untuk bersikap setia. Padahal yang ia inginkan hanyalah Kira. Selalu dirinya yang memenuhi pikiran Hyde.
Jadi mulai saat itu Hyde hanya akan melihat Kira dan tidak akan menyembunyikan perasaannya lagi.
Pemuda itu tahu Kira mulai merasa canggung, berbeda dan melihat dirinya dengan pandangan yang lain. Kira berusaha untuk menutupinya dengan bersikap biasa tapi Hyde tidak bisa dibohongi. Ia malah dengan sengaja menggoda gadis cantik ini.

Mereka berada di sebuah klub malam dengan beberapa orang teman. Kira duduk dengan senpai Aibara yang datang bersama suaminya. Hyde yang datang belakangan dengan manajernya tampak sangat mencolok. Segera saja ia menjadi pusat perhatian wanita-wanita cantik di tempat ini. Tanpa ragu ia langsung duduk di samping Kira dan meneguk isi gelas ditangan gadis ini.
“Jangan minum lagi!” Ucapnya usai menyesap minuman Kira.
“Kalau kau mabuk dan tersesat di mansionku lagi, aku tidak bisa menjamin tidak terjadi apapun. ” Bisiknya ditelinga Kira tanpa didengar oleh yang lain.
Wajah Kira memerah seperti tomat masak. Ia menunduk berusaha menyamarkan pipinya dengan bingkaian rambut hitamnya.
“Kau tidak akan berani. ” Balasnya pada Hyde.
Pemuda itu tersenyum nakal, “Coba saja dan jangan menyesal. ”
Ia mengalungkan lengannya di pundak Kira saat melihat beberapa wanita ingin mendekat. Ia mendekatkan wajahnya kepada Kira.
“Mengapa wajahmu sangat merah? Kau mabuk ya? Kuantar pulang ya.”
Ia kembali tersenyum nakal, menatap Kira dengan mata tajamnya.
Gadis itu bangkit dan permisi ke toilet. Hyde benar-benar player. Makinya dalam hati saat menenangkan diri di kamar mandi yang ramai.
Aku tahu semua kelakuan buruknya dan trik yang selalu digunakannya untuk menggoda gadis-gadis. Dan sialnya kenapa aku malah jadi merasa malu-malu dan sedikit berdebar. Hideaki brengsek. Rutuknya sendiri.
Lalu saat ia keluar dari toilet, ia melihat Hyde sedang bersandar di dinding, menunggunya. Dengan senyuman yang bisa membuat gadis-gadis mabuk. Ah, benar-benar pemuda ini.
“Kau mau apa?”
Kira bersedekap dan berdiri menantang Hyde yang tinggi menjulang di hadapannya.
Hyde tersenyum, “Mengantarmu pulang. Kau sudah mabuk. ”
Ia mengalungkan lengannya kepundak gadis setinggi 160cm ini.
“Aku baru minum sedikit dan itupun kau rebut. ”
“Bagaimana kalau minum di rumahku saja? Aku punya banyak persediaan. ” Hyde tersenyum manipulatif.
“Hideaki ada apa denganmu? Aku jadi merasa aneh padamu. ” Ujarnya kesal. “Aku bingung harus bagaimana menghadapimu. ” Ungkapnya dengan jujur.
Hyde menatap ke dalam bola mata hitam yang sedang memandangnya dengan hati resah.
“Kau bingung, resah dan tak tahu berbuat apa. Sedangkan aku sudah merasakannya dari bertahun-tahun lalu dan semua itu karenamu. Jadi sekarang bisakah kau mengerti betapa leganya perasaanku sekarang?” Ujarnya dengan nada hati-hati seperti menjelaskan perkara yang sulit.
Kira diam sepanjang perjalanan pulang. Kenyataan bahwa sahabat terbaiknya Hyde menyimpan perasaan padanya sudah sangat mengejutkan baginya. Terlebih ia sama sekali tidak pernah menyadarinya. Lalu dengan ia mengetahui semuanya sekarang malah membuatnya merasa bingung. Ia memang menyayangi Hyde lebih dari apapun tetapi menjadi sepasang kekasih bersamanya, apakah itu yang terbaik? Hyde seorang pematah hati, bagaimana bila kelak bosan dan meninggalkannya? Kira tidak yakin dengan Hyde dan dirinya sendiri.
Hyde bukannya tidak menyadari kegelisahan gadis ini. Ia menyadari apa yang Kira rasakan dan ia memakluminya. Ia akan membiarkan Kira terbiasa dan pada akhirnya menerima keadaan ini. Ia akan membangun kepercayaan Kira perlahan-lahan. Toh sudah lama sekali ia tidak berhubungan dengan wanita lain karena kesibukannya yang padat. Dan ia sendiri sudah lelah mencari kesenangan yang semu sementara yang ia inginkan hanya gadis ini, Hibino Kira.
Kau tidak tahu apa yang sudah aku lakukan untuk sampai pada saat ini. Ucapnya dalam hati saat melihat Kira yang masih terdiam.

¤¤¤¤

Sudah sebulan lamanya Hyde menghilang. Tidak muncul dimanapun. Dan tidak pernah mengabarinya sedikitpun. Hyde sedang syuting film di luar negeri. Indonesia, Cina dan India. Proyek kerjasama dengan Warner Bros dan film internasional pertama Hyde. Kira mengerti saat Hyde mengatakan akan memberikan waktu untuk ia memikirkan kelanjutan hubungan mereka. Tapi tidak disangkanya dengan benar-benar menjauhinya. Bahkan Hyde tidak pernah membalas email yang ia kirim, itu benar-benar menyakiti harga dirinya. Ia menelefon Manajer Sho tetapi selalu saja tidak berhasil berbicara dengan Hyde. Kira sangat kesal.
Apa benar ia sesibuk itu, sampai tidak bisa mengirim 1 pesan singkat saja. Hyde brengsek. Maki gadis ini pada foto Hyde di layar ponselnya.
Kira mendesah. Sebenarnya ia tidak terlalu marah pada pemuda itu, ia hanya merindukannya. Belum pernah mereka tidak berkomunikasi sampai selama ini, bahkan saat mereka berantem sekalipun. Hyde tetap akan membalas pesan dan email yang ia kirimkan. Apa ia sengaja melakukan ini? Pikir Kira gelisah.

“Kira menghubungiku lagi. ”
Manajer Sho memperlihatkan layar ponselnya. “Sepertinya ia cemas juga sedikit marah padamu. ”
Hyde tersenyum lalu melihat layar ponselnya sendiri, kembali membaca email yang dikirim gadis itu beberapa jam yang lalu.
“Ia merasa sangat terganggu dan itu membuatnya marah. ”
Hyde senyum-senyum sendiri.
“Tinggal beberapa scene lagi dan lusa kita sudah bisa balik ke Tokyo. ” Cetusnya dengan nada gembira.
“Kau tidak ingin berjalan-jalan dahulu, istirahat. Mumpung sedang di luar negeri. Jarang sekali kita bisa berlibur.” Kata manajernya sambil mengecek jadwal Hyde ditablet pcnya.
“Aku ingin segera menemuinya. ” Ucapnya dengan senyum terkembang. Manajer Sho mendesah lalu berkata, “Baiklah. Aku pesan tiket pesawat penerbangan pertama. ”
“Terimakasih, Manajer. Aku mencintaimu. ” Hyde memeluk pria setengah baya yang berpostur pendek dan gemuk ini.
“Hah, dasar berandalan. Selalu menyusahkan saja dari dulu. ” Ucapnya dengan nada merajuk. Namun tak urung manajer Sho tersenyum juga saat Hyde kembali bersemangat melakukan syuting dicuaca yang sangat panas.
Kira muncul dengan penampilan kacau. Segera setelah mendarat di bandara, manajer Sho menghubunginya. Memberitahu Hyde sudah pulang dan mendapat kecelakaan saat syuting di India. Dengan gemetar ia mengetik password di pintu mansion mewah Hyde. Setengah berlari ia masuk dan melihat ruang tengah yang terang benderang. Tas dan koper Hyde masih tergeletak di lantai. Gadis ini berjalan ke kamar utama, ia mendengar suara orang bercakap-cakap di sana.
“Hai!” Hyde menyapanya dan tersenyum lebar.
Manejer Sho ikut menyapanya dan menjelaskan “Ia tertimpa properti saat buru-buru ingin menyelesaikan syuting. Untung hanya keseleo dan luka kecil dilengan saja. Tapi berita di media berbeda, yah lumayan untuk promosi film. ”
Kira hanya menatap Hyde yang memamerkan luka disikunya dan tersenyum-senyum padanya.
“Yah, sepertinya keadaanmu cukup baik. Aku pulang saja. ” Ia berbalik keluar dari kamar.
“Hei, tunggu. ” Hyde mengejarnya dan menahan bahunya.
“Manajer Sho, anda bisa pulang sekarang. Ada yang harus kami bicarakan berdua. ” Perintahnya pada pria yang murah senyum itu.
“Baiklah. Aku menganggap kalian berdua sudah dewasa dan bertanggung jawab. Tolong jangan membuat masalah. ” Ujarnya sambil berjalan keluar.
Kira dan Hyde duduk di sofa ruangan tengah.
“Kenapa kau marah?” Hyde menatapnya tajam.
Kira membalas menantang. “Karena kau tidak pernah menghubungiku dan kembali dengan bersikap biasa saja. ” Katanya dengan nada dingin.
“Aku ingin memberikan waktu supaya kau bisa berpikir dengan jernih. Aku sengaja tidak menghubungimu dulu sampai pekerjaanku selesai, baru menemuimu. ” Hyde berusaha memberikan penjelasan.
“Tapi aku kesal diabaikan seperti itu. ” Cecar Kira dengan emosi.
“Aku membaca semua pesan dan emailmu. Manajer Sho juga selalu memberitahuku tiap kali kau menghubunginya. ” Hyde tersenyum, mencoba melunakkan hatinya. Ia menyentuh lengan gadis ini lembut.
“Aku merindukanmu, sangat. ” Bisiknya dengan mata bersinar lembut.
“Aku nyaris gila menahan diri untuk tidak menghubungimu. Tapi aku harus melakukannya supaya kau sadar arti keberadaanku bagimu. ” Ucap Hyde di dalam hati.
“Aku kehilangan. Dan rasanya tidak menyenangkan saat tidak ada dirimu. Aku tidak tahu, tetapi rasanya seperti hidupku tidak lengkap tanpa kau. ” Ucap Kira jujur.
Hyde memeluknya dengan perasaan bersyukur, “Itu sudah cukup. ” Katanya dengan suara bergetar.
Kira membalas pelukannya.
“Jangan seperti ini lagi, Hyde. Bukankah aku sudah pernah bilang kau satu-satunya yang aku punya. Apapun yang terjadi pada kita, tolong jangan membuat aku merasa tidak memiliki apapun lagi. ”
Hyde mempererat pelukannya, “Maafkan aku. ” Bisiknya merasa bersalah.
“Kira, bisakah kau menginap disini?” Tanya Hyde tanpa melepaskan pelukannya.
Kira menarik badannya dan menatap langsung ke wajah pemuda itu.
“Aku hanya ingin bersamamu malam ini. Aku janji tidak akan bersikap kurang ajar. Apa kau percaya?” Katanya lagi dengan mimik muka serius.
Kira masih menatapnya, meneliti ekspresi di wajahnya.
“Seharusnya aku sudah lama menyadari, bahwa bagaimanapun kau adalah lelaki juga. ” Ucapnya pada akhirnya.
Hyde tertawa keras.
“Kau memang lamban. Untung saja aku bukan lelaki yang suka mencari kesempatan dalam kesempitan. ” Ujarnya dengan sisa tawa di wajah tampannya. “Kau bisa percaya padaku, cantik!” Katanya lagi.

¤¤¤¤

Manajer Sho melihat pada pemuda yang sudah bertahun-tahun ia urus dan jaga. Baginya Hyde bukan hanya sekedar artis tetapi sudah seperti adiknya sendiri. Pemuda yang sangat cerdas dan ambisius namun ia selalu menutupinya dengan bermain-main. Hyde bisa bersikap menyenangkan sekali bila ia mau dan menjadi brengsek sekalian bila ia memang menginginkannya. Terkadang ia sangat manipulatif bila menginginkan sesuatu tanpa harus mengotori tangannya sendiri. Namun sejauh ini Hyde masih bisa menahan dirinya dengan tidak melakukan kesalahan yang fatal. Ia masih mempertimbangkan kecintaannya pada akting yang sudah digelutinya dari usia muda.
“Usai promo film ini, aku tidak akan cepat-cepat mengambil proyek film lainnya. ” Ucapnya sambil memperhatikan rangkaian berita film yang baru saja premier di bioskop.
Filmnya mendapat respon positif dan jumlah penontonnya semakin meningkat. Bahkan masuk box office di Amerika dan Eropa. Dan merajain box office di Benua Asia. Hyde cukup puas dengan hasilnya.
“Apa yang akan kau lakukan? Aku dengar Quentin Tarantino sedang mencari aktor Asia untuk proyek terbarunya. Rain dari Korea, Takeshi Kaneshiro dan beberapa aktor lainnya sudah menghubungi perwakilan mereka di luar negeri untuk mendapatkan kesempatan audisi. ” Kata Manajer Sho memberitahunya.
“Dengan modal film terakhirmu ini, aku rasa cukup untuk membuatnya tertarik padamu. ” Tambahnya lagi.
“Bisakah aku mendapat kesempatan audisi?” Tanyanya dengan nada biasa. Manajer Sho mendesah, melihat Hyde sepertinya tidak begitu antusias.
“Apa yang kau pikirkan? Ini kesempatan besar. Kau bilang menyukai semua filmnya Tarantino. ” Unggahnya dengan nada kesal.
“Aku juga suka Tim Burton. Tapi akukan bukan Jhony Depp. ”
Hyde mendesah lagi, tidak bersemangat.
“Apa hubunganmu dengan Kira tidak lancar?” Tebak manajernya langsung.
“Justru kami lagi bahagia. ” Jawabnya dengan cepat.
“Lalu?” Tanyanya tidak mengerti.
“Aku merasa hubungan kami belum stabil bila kami belum menikah. ” Ujarnya dengan nada yang berbeda.
“Menikah?” Ulang manajernya dengan kaget.
“Kau ingin menikah?” Katanya lagi, tidak mempercayai kata-kata itu keluar dari mulut Hyde.
“Aku ingin menikahi Kira. ” Ujarnya dengan tenang dan tampak sudah memikirkanya dengan matang.
“Apa dia hamil?” Tanya manajer Sho hati-hati.
“Aku berharap bisa seperti itu. Tapi hubunganku dan kira tidak begitu, kau mengerti maksudku. ”
Hyde tampak sedikit tertekan.
Manajernya tertawa terbahak-bahak.
Sungguh ia tidak menyangka Hyde bisa menahan diri selama itu untuk seseorang seperti Kira.
“Kira gadis yang hebat. Bisa menjinakkan playboy sepertimu. ” Imbuhnya dengan nada puas.
Hyde menatapnya kesal, “Makanya aku ingin menikah. Sekarang. ” Katanya dengan nada getas.

“Menikah?” Ulang Kira tidak mempercayai apa yang baru saja ia dengar.
“Kau tidak ingin menikah denganku?” Tanya Hyde dengan nada menuntut.
“Aku bahkan belum memikirkan untuk menikah. Dan bagaimana dengan karirmu bila kau memutuskan menikah? Para penggemarmu. ”
Hyde mendecak kesal. “Aku sudah membicarakan ini pada manajer dan Agencyku, mereka malah menyambut baik. Katanya ini bagus untuk imageku yang baru. Tetapi masa kau tidak pernah memikirkan menikah denganku?”
Aku selalu berpikir kalau kau yang akan jadi istriku, tidak pernah gadis lain. Pikir Hyde dengan gemas.
Kira menyentuh lengan Hyde dan bersandar padanya. Hyde merangkulnya dan menumpangkan dagunya pada kepala gadisnya.
“Aku berharap novel ketigaku ini bisa sukses dan filmmu selanjutnya jauh lebih sukses. Tetapi menikah, aku belum memikirkannya. ” Ujar Kira sambil mendesah.
“Kita bisa tetap melakukannya sambil menikah. ” Hyde berusaha membujuknya.
“Sambil berpacaran juga. ” Kata Kira tidak mau kalah.
“Tapi ada hal-hal yang tidak bisa dilakukan orang yang berpacaran. ” Kata Hyde mulai kesal.
“Apa?” Kata Kira tidak percaya.
Hyde menggeleng tidak percaya, “Kau ini benar-benar polos atau bodoh sih. ” Ujarnya dengar nada kecewa.
“Maksudmu apa?” Kira tersinggung.
“Kau benar-benar ingin tahu?” Tanya Hyde lagi.
Ia lalu membungkuk dan membisikkan sesuatu ke telinga gadis ini. Seketika wajah Kira memerah sampai ketelinga dan pangkal lehernya. Ia mengebuk bahu Hyde dengan kesal.
“Aduh, kenapa memukulku?” Hyde mengusap bahunya yang telak kena genggaman Kira.
“Kau laki-laki mesum. ” Pekiknya kesal.
Hyde tertawa lirih.
“Aku ini lelaki normal. Semua lelaki juga sama denganku. Selama ini aku bisa menahan diri di hadapanmu tapi belakangan ini aku semakin sulit menjaganya. ” Ucapnya dengan nada terdengar biasa.
“Alasan saja. Kau pikir aku percaya. ” Kata Kira menggeleng keras.
“Ya Tuhan. Kau pikir aku bohong. Coba lihat pakaianmu ini, rokmu terlalu pendek dan bahumu terlihat jelas. ” Hyde menunjuk kearahnya dengan tatapan spekulatif.
Ini kaos gombrong yang selalu dipakainya di rumah karena nyaman. Memang hanya menutupi setengah pahanya dan bahu bajunya longgar sehingga sering jatuh.
“Bukannya kau sering melihatku seperti ini?”
Kenapa gadis ini tidak mengerti juga. Dulu ia tidak berani macam-macam karena Kira pasti akan membencinya. Tetapi sekarang Kira adalah kekasihnya dan ia lelaki normal yang punya kebutuhan.
“Kita menikah saja. ” Ucapnya memohon pada Kira.
“Kau mungkin tidak mengerti malam-malam yang aku lewati tanpa dirimu disisiku. Berat rasanya dengan godaan yang begitu banyak. Bukannya aku ingin menyerah, tapi apa lagi yang harus kita tunggu untuk menikah. ” Ia tampak berhati-hati saat mengungkapkannya.
Kira memikirkan ucapan Hyde dan mulai menimbang keputusan yang akan dibuatnya.
“Beri aku waktu ya untuk memikirkannya. Menikah bukan masalah yang mudah. ” Putusnya setelah beberapa saat terdiam.
Hyde mendesah, sedikit kecewa.
Sepertinya Kira perlu sedikit dorongan untuk melakukan yang benar, pikir pemuda itu.

“Darimana datangnya gosip-gosip murahan ini?” Rutuk Manajer Sho saat melihat berita di internet yang beredar sangat cepat.
Hyde malah seperti tidak terpengaruh, ia sibuk melihat rekaman video yang akan dikirimkan untuk audisi film Quentin Tarantino. Ia memperhatikan secara seksama tiap detil ekspresi dari beberapa rekaman yang sedang diseleksi.
“Sudahlah, gosip itu tidak benar. ” Katanya dengan santai.
“Tapi ini bisa berpengaruh terhadap reputasimu untuk proyek terbaru. Ohya, Kira sudah tahu hal ini?” Kata manajernya dengan nada panik.
“Mungkin. ” Katanya tidak perduli.
Membuat manajernya merasa heran.
“Kau tidak takut ia salah paham?” Cecarnya lagi.
“Salah paham apa? Aku benar-benar tidak melakukannya kok. ”
Hyde kembali sibuk dengan pekerjaannya.
Manajernya menatapnya dengan pandangan curiga.
“Kau tidak ada hubungannya dengan semua inikan?”
Hyde menoleh padanya, “Kan aku yang digosipkan. Bagaimana mungkin tidak ada hubungannya?” Ucapnya kesal.
Tapi manajernya justru merasa semakin ada yang aneh. Hyde sangat sibuk sehingga tidak punya waktu untuk melakukan hal-hal pribadi. Jelas ia sudah lama tidak bergaul dengan wanita lain dan hanya berkencan dengan Kira. Tapi darimana bisa muncul gosipnya dengan artis wanita lain. Kalau Hyde yang dulu mungkin saja, tetapi yang sekarang tidak mungkin. Dan mengapa ia sama sekali tidak perduli dan membiarkan saja masalah ini. Sama sekali buka Hyde yang biasanya.
“Kau sudah melihat berita itu?” Tanya manajer Sho saat bertemu dengan gadis itu.
Mereka sedang berkumpul di Bar milik Aibara. Dan Hyde sedang berbicara dengan beberapa temannya di meja lain.
Kira mendesah, “Sudah. ” Katanya singkat.
“Itu cuma gosip tidak benar. ” Katanya menenangkan.
“Tapi menyebalkan juga melihat orang-orang membicarakannya seolah mereka benar-benar tahu. ” Kira menatap Hyde dengan pandangan muram.
“Kau terganggu ya? Ini resikonya menjadi artis terkenal apalagi Hyde dulu memang terkenal plaboy. Orang-orang senang mendengar gosip tidak benar tentangnya. Apalagi orang-orang tidak tahu Hyde sudah punya kekasih, jadi setiap ada wanita yang dekat dengannya selalu digosipkan yang tidak-tidak. ” Kata manajer Sho tanpa bermaksud apa-apa.
“Hyde juga sepertinya tidak peduli orang-orang mau berkata apa padanya. ” Ujar Kira semakin muram.
“Ah, anak itu memang seperti itu. Selama ia menganggap dirinya benar, ia tidak akan bergeming. ” Tambah manajer Sho lagi.
Hyde datang dan duduk disebelah Kira, dengan tangan merangkul pinggangnya. Sedikit protektif.
“Bicara apa dengan manajer Sho?” Tanyanya sambil memegang gelas minuman.
“Soal gosip itu. ” Kata Kira pendek.
“Ah, nanti juga hilang sendiri. Kau tahu kadang-kadang ada orang yang sengaja membuat cerita untuk membuat sensasi. ” Ujarnya ringan.
Hyde meneguk minumannya.
“Aku tidak suka kau digosipi begitu. ” Kira memandangnya dengan tajam.
“Jadi aku harus bagaimana? Tidak semua orang menyukaiku. Sabar ya!”
Hyde mengusap punggungnya lembut.
“Kalau kita menikah, gosip itu akan hilangkan. ” Kata Kira mengejutkan.
“Aku tidak mau kita menikah hanya gara-gara gosip murahan. Kalau kita menikah itu karena kita yang ingin menikah, bukan karena hal lain!” Semburnya dengan marah.
“Bukan begitu. Tapi aku jadi berpikir kalau menikah adalah jalan terbaik agar aku merasa bisa tenang di sampingmu dan lebih mempercayaimu. ”
Hyde menatap Kira dengan pandangan menilai.
“Aku tentu saja ingin sekali kita menikah. ” Katanya dengan nada hati-hati.
“Lalu?” Kira menatapnya dalam-dalam.
“Bukan untuk menepis gosip, menyenangkan orang-orang dan memperbaiki imageku yang jelek. Tapi karena aku dan kau memang ingin dan sudah siap. ”
Hyde mengenggam tangan Kira dan tersenyum.

¤¤¤¤

Hyde tersenyum puas. Mereka baru saja mendaftarkan pernikahan mereka ke catatan sipil. Setelah sebelumnya melakukan upacara tertutup di kuil dan hanya dihadiri keluarga dan teman terdekat.
Kira tampak sangat cantik menggunakan kimono sutra berwarna putih dan rambut yang disanggul tinggi. Gadis ini sekarang sudah benar-benar menjadi miliknya, istrinya.
Setelah lama mereka bersama selama ini dan perjuangan yang telah ia lakukan selama ini.
Hyde sadar kalau ia telah melakukan segala cara untuk mendapatkan gadis ini dan ia sama sekali tidak menyesal dengan semuanya. Karena ia tahu dengan pasti, tidak ada yang adil dalam cinta dan perang. Tidak peduli bagaimana caranya dan apa yang telah terjadi, pemenangnyalah yang mendapatkan semuanya. Dan pada akhirnya ia mendapatkan Kira.
Hyde mengenang lagi saat mereka masih duduk di bangku sekolah. Ada seorang pemuda yang mendekati Kira dan akhirnya berpacaran dengannya. Hyde tidak menyukainya dan dengan sengaja ia menantang seorang kakak kelas yang paling cantik. Yang sudah lama mengejar-ngejarnya.
“Senpai memang gadis paling cantik di sekolah. ” Ucapnya dengan nada merayu. “Tapi tidak semua pria mau dengan senpai. ” Katanya dengan nada ringan.
“Maksudmu apa?” Tanya gadis itu marah.
“Senpai tidak bisa membuat semua pria menyukaimu. ” Hyde tersenyum meremehkan.
Gadis itu tersenyum, “Sebutkan satu nama. Akan kubuat ia bertekuk lutut!”
Hyde tersenyum penuh kemenangan. Dan beberapa hari kemudian Kira memergoki pacarnya berciuman dengan seorang kakak kelas di perpustakaan.

Beberapa tahun kemudian Hyde meminta Kira menemuinya di restoran sebuah hotel, yang sayangnya saat mereka akan masuk lift. Kira melihat kekasihnya sedang merangkul seorang gadis keluar dari kamar hotel. Hyde sudah tahu sejak lama kelakuan lelaki itu. Ia sengaja mencari tahu semua hal tentang laki-laki itu dan kegiatannya. Hyde merencanakan semuanya dengan matang dan memang sengaja mempertemukan mereka disana. Kira kembali putus dengan pacarnya.
Dan Ryosuke adalah lawan terberatnya. Hyde nyaris tidak menemukan kelemahannya. Ryosuke benar-benar tidak tergoda dengan wanita lain namun ia tetap hanya lelaki normal. Hyde tahu Ryosuke tidak pernah menyukainya begitu juga dengan dirinya. Dan saat ia tahu Ryosuke mulai melarang Kira berteman dengannya ia sudah menyiapkan rencana. Saat Kira datang padanya malam itu, ia memastikan Ryosuke masih ada ditempat itu. Dan menyuruh seorang gadis yang tidak mengenalnya untuk menggoda Ryosuke. Ryosuke yang sedang marah dan mabuk akhirnya terkena jebakannya. Ia membayar gadis itu tanpa perlu bertemu muka dan gadis itu tidak akan membuka mulut karena ia memang tidak tahu apapun.
Hyde jugalah yang menyiratkan ia bersama seseorang saat wawancara dengan seorang wartawan gosip dan dengan sengaja membiarkan gosip murahan itu menyebar. Ia sengaja melakukannya untuk mendesak Kira agar mau menikah dengannya. Sesuai dengan perkiraannya Kira terganggu. Ia hanya perlu membiarkan orang-orang disekeliling mereka menjadi menyugesti gadisnya secara tidak langsung. Dan voila, Kira malah mengajaknya menikah.
Hyde tersenyum bahagia, menatap Kira yang juga tersenyum padanya. Mengenggam tangannya dan untuk pertama kalinya ia bersyukur atas semua hal dalam hidupnya. Ia tidak peduli berapa banyak kebohongan, perasaan orang lain yang dilukainya, dan kesedihan yang pernah diakibatkannya. Yang ia inginkan hanya Hibino Kira yang tersenyum dan bahagia seperti ini di sampingnya, itu saja sudah cukup.

2 thoughts on “Even If I Die, I Can’t Let You Go (Part 2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s