Cinta atau Tuhan?

Cinta tidak seharusnya membuatmu memilih antara Tuhanmu dan orang yang kau inginkan. Karena enggak akan pernah sebanding dengan apa yang telah Tuhan berikan padamu dengan dia yang kau pikir belahan jiwamu.

Perihal cinta itu maknanya luas. Tetapi sepengetahuanku cinta itu asalnya dari Tuhan. Jadi kalau berbicara tentang cinta, kita nggak bisa memisahkannya dengan Ketuhanan. Cinta itu tidak melulu tentang roman, tapi bisa juga merupakan ujian yang dikirimkan Tuhan pada hidup kita. Apakah kita memilih cinta kepada manusia yang tidak abadi atau memilih cinta pada Tuhan yang lebih utama. Pilihannya ada ditangan kita sendiri. Tapi sebelum memilih, coba kau renungkan catatan kecil ini.

Tidak butuh cinta kalau cuma buat status doang dan nggak bikin kita makin jadi lebih baik atau syukur-syukur bisa lebih dekat sama Tuhan.

Cinta macam apa yang menjauhkanmu dari keluarga, teman bahkan Tuhanmu?
Yakin itu cinta?
Yakin pilihan itu cukup buat kamu, selamanya?

Cinta seharusnya membuatmu berubah jadi lebih baik, lebih santun, lebih pengasih, lebih sayang pada keluarga dan teman, lebih takut lagi pada Tuhan.

Kalau ada cinta yang merubahmu menjadi brengsek, kasar dan jahat terhadap orang lain atau bahkan pada dirimu sendiri. Yakinlah itu bukan cinta namanya, karena cinta berasal dari hati. Dan hati seberapa jahatnya pun masih mempunyai nurani.

Kalau yang kau sebut cinta itu malah membuatmu jauh dari keluarga dan teman-teman yang menyayangimu dengan tulus, coba tanyakan lagi pada dirimu sendiri. 5, 10 atau 15 tahun nanti, sanggupkah kau tetap memilih hal yang sama dengan yang sekarang ini?

Kalau ada cinta yang membuatmu tidak takut pada Tuhan, itu bukan cinta namanya.
Kau hanya mabuk.
Keblinger.
Dan amat sangat malu saat sadar.

Cinta dan pernikahan itu dua hal yang berbeda. Orang bisa menikah tanpa cinta dan bahagia tapi cinta sendiri bukan jaminan untuk berbahagia.

Cinta seharusnya menyembuhkan, bukan untuk memisahkan kita dari orang-orang yang tulus pada kita.

Dan cinta seharusnya tanpa syarat apapun, meskipun pada akhirnya kita memang harus memilih kehilangan sesuatu dan mendapatkan hal lain. Tapi apa harus mengkhianati Tuhan? Tuhan yang telah memberikan kita kehidupan. Kalau Tuhan saja berani kau khianati, bagaimana dengan manusia yang mudah berubah dan tidak abadi? Kesetiaannya juga rapuh dan tidak berarti.

6 thoughts on “Cinta atau Tuhan?

  1. Kl kata tunanganku, cinta dan agama (bukan Tuhan ya) adalah hal yang bisa dihubungkan, dua hal yang berbeda

    • Orang yang berpindah agama itu jauh lebih bisa dimengerti, tapi kalau ada orang yang demi cinta sampai pindah agama itu yang sulit aku pahami. Apasih cinta itu? Sampai orang bisa menukar Tuhannya? Segitunya demi cinta. Entahlah, tapi dulu seorang sahabatku ada yang melakukan hal seperti itu. Meninggalkan keluarga dan berpindah agama. Rasanya tidak benar aja kalau sampai memutuskan hubungan keluarga bahkan meninggalkan Tuhan yang selama ini disembahnya, hanya untuk satu manusia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s