Stop! Menjadikan Musibah Sebagai Becandaan

Lihat foto di atas? Bagaimana perasaanmu setelah melihatnya? Lucu. Biasa aja. Atau bagaimana?

Siang ini ada breaking news di beberapa saluran TV menyiarkan berita pesawat Lion Air yang terjatuh di laut sekitar bandara Ngurah Rai Bali (13-4-2013). Dan segera saja time line dipenuhi dengan berbagai link berita, komentar, berbagai foto kecelakaan tersebut.

Tetapi tidak lama kemudian beredar foto-foto editan kecelakaan pesawat tersebut dengan maksud melucu, mungkin. Berikut juga komentar-komentarnya. Apa kamu juga ikut-ikutan membuat/memakai/menyebarkan/mengomentari hal tersebut? Hayoo, jujur aja deh. Kamu menikmati hal tersebut?

Duh. Idenya kreatif sih dan sepertinya kamu punya banyak waktu luang ya. Tapi coba posisi kamu dibalik. Jadi korban kecelakaan itu, atau keluarga kamu adalah korbannya, masih terasa lucu nggak? Masih punya waktu buat ngedit foto-foto tersebut kayak contoh di atas? Masih bisa ngomentari hal tersebut sebagai becandaan?

I don’t think so. Jadi mesti kita yang menjadi korban dahulu baru bisa punya empati terhadap musibah? Oh, come on guys. Kita bukan orang-orang seperti itukan? Tidak mau hal seperti itu terjadi pada diri kita dan dijadikan lucu-lucuan sama orang lainkan? Dan dimana letak lucunya kalau kita bisa tertawa sementara orang lain sedang kesusahan, terluka atau shock.

Kita seharusnya LEBIH PEKA terhadap perasaan dan kesusahan orang lain. Setidaknya walaupun kita tidak bisa membantu apa-apa, yah jangan ngerusuhin atau malah bikin tambah susahlah. Bagusnya mendoakan supaya yang tertimpa musibah tabah dan memberikan dukungan moril. Itu yang disebut EMPATI kawan.

Sebagai manusia yang punya akal dan pikiran, yang berpendidikan ataupun enggak, yang tertimpa musibah atau tidak. Sudah sewajarnya kita bisa berempati terhadap orang lain. Dan tidak menjadikan hal ini sebagai BECANDAAN. Enggak lucu tahu. Dimana kemanusiaan kamu?

STOP MENJADIKAN MUSIBAH SEBAGAI BECANDAAN. Sama seperti RAPE IS NOT A JOKE (ingat Hakim Daming? Dan liat seperti apa dia jadinya sekarang). Sumpah, nggak ada lucunya dari hal ini, guys. Tolong lebih berhati-hatilah dalam bersikap karena kita pasti nggak maukan dianggap sebagai orang yang tidak punya hati, karena tidak berempati terhadap musibah orang lain. Malukan kalau kita sebagai manusia yang berpendidikan, pintar diera yang sangat maju ini tapi kelakuannya minus karena SELERA HUMOR BURUK YANG TIDAK PADA TEMPATNYA.

“Lebih baik tidak menunjukkan kemarahan dan lebih memperlihatkan selera humor yang bagus. Tetapi daripada becandain/ngetawain musibah yang menimpa orang lain lebih baik berempati atau cukup tutup mulut sajalah. @yonasukmalara”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s