5 Pertanda Hubungan yang Salah

Masalah cinta itu tidak ada rumusnya, kawan. Betapapun banyak pengalaman dan pribadi yang telah kita kenal, tetap saja tidak bisa menjadi acuan dalam hubungan selanjutnya. Karena setiap pengalaman pasti berbeda. Dan setiap pribadi tidak pernah ada yang sama.
Tapi benarkah kita tidak bisa membaca sebuah hubungan akan berhasil atau tidak? Atau sebuah hubungan pantas atau tidak untuk dipertahankan? Simak beberapa hal yang harus kamu perhatikan sebelum memutuskannya.

1. Kontak Fisik Tanpa Didahului Sebuah Komitmen

Cinta dan Nafsu adalah dua hal berbeda yang harus dapat dipisahkan dengan benar. Bagi wanita tubuhnya mengikuti hati dan pikirannya. Jika ia memang menyukai seseorang maka hal tersebut terlihat dengan respon yang diperlihatkan bahasa tubuhnya. Wanita tidak akan mau mencium pria yang tidak disukainya. Tetapi bagi pria, mereka dapat dengan jelas membedakan hati dan pikirannya. Sama seperti memisahkan antara cinta dan nafsu. Mereka bisa saja mencium 100 gadis namun belum tentu salah satu dari mereka masuk dalam hatinya. Menarik ya para pria.

Maka apabila sebuah kontak fisik (bisa berupa ciuman atau lebih dari itu) tanpa sebuah kejelasan komitmen adalah sebuah permulaan yang salah, teman. Jangan mau melakukannya baik sebagai korban atau pelaku. Karena cinta lebih dari sekedar itu bukan hanya nafsu untuk mencium seseorang, atau merengkuhnya. Walaupun tidak dapat dipungkiri bahwa nafsu adalah hal yang tak bisa dipisahkan dalam hubungan laki-laki dan perempuan. Itulah salah satu alasan mengapa pada akhirnya mereka dipersatukan dalam pernikahan. Untuk melegalkan sebuah hubungan sehingga dapat melakukan kontak fisik secara bertanggung jawab dan menghasilkan keturunan.

2. Berhenti Mengejar Seseorang yang Tidak Memperlakukanmu dengan Baik

Cinta bukan pengorbanan martir yang sia-sia. Sebuah hubungan harus seimbang dari kedua belah pihak, saling mempengaruhi. Namun bila salah satu pihak terus-terusan melakukan hal-hal yang merugikan pada pasangannya, tentu saja ini bukan hal ideal yang harus dipertahankan dengan alasan apapun. Jika ia tidak memberikan pengaruh yang baik, menjauhkanmu dari keluarga dan teman-teman yang menyayangimu bahkan Tuhan yang selama ini kau sembah. Maka hubungan tersebut tidak sehat dan berhentilah menyakiti dirimu sendiri meskipun kau mungkin tidak menyadarinya. Kau bukan seorang korban disini dan cinta sebagai alasan pengorbananmu untuk tetap bertahan adalah salah besar. Kau sendiri yang tidak memperlakukan dirimu dengan hormat dan masih berharap orang lain bisa respek padamu. Bagaimana bisa kau merendahkan dirimu sampai segitunya? Dan bagaimana bisa orang-orang akan lebih menghargai dirimu kalau kau saja tidak? Jangan lakukan ini pada dirimu sendiri. Kau berharga. Lebih dari itu, kawan. Tuhan menciptakanmu Unik pada setiap detil dirimu, tidak akan ada yang bisa meragukannya.

3. Sebuah Hubungan yang Berbeda Keyakinan.

Cinta memang tidak pernah salah, teman-teman. Tetapi jatuh cinta dan menjalin hubungan dengan seseorang yang mempunyai agama yang berbeda adalah hal yang akan membawa kesedihan dimasa depan. Aku cenderung tidak bisa mengerti alasan mereka yang mau mengorbankan agamanya demi bisa bersama orang yang dicintainya. Maksudku disini, bagaimana bisa seseorang mengganti Tuhannya demi manusia yang rapuh dan gampang berubah. Mungkin memang pemahamanku tentang cinta masih sangat dangkal tetapi inilah pendapatku yang jujur.

Pernikahan berbeda keyakinan juga bukan solusi yang baik. Kita sudah melihat banyak sekali contoh pernikahan yang dilandasi cinta yang kuat namun berbeda agama pada akhirnya juga akan kandas. Sebagai contoh lihat saja Katon Bagaskara dan Ira Wibowo. Dedy Corbuzier dan Karina. Yang terakhir Lydia Kandau dan Jamal Mirdad. Seberapa kuatpun perasaan cinta itu pada awalnya, pasti akan terkikis juga dengan berjalannya waktu. Saat kita masih muda begitu bersemangat dan menggebu-gebu sehingga yakin bahwa cinta dapat menaklukkan segalanya bahkan perbedaan agama. Namun dengan seiring waktu, problematika yang datang silih berganti meskipun sudah mapan dan punya anak-anak, biduk rumah tangga akhirnya pecah juga. Karena kita yang semakin tua dan pada akhirnya lelah dengan segala perbedaan ini. Karena biasanya saat kita sudah tua, kita pasti ingin lebih dekat terhadap Tuhan. Dan pasti agak menyakitkan bila pasangan kita ternyata tidak ‘sama’ dengan kita. Kitapun pada akhirnya menyadari ini hal yang salah untuk terus dilakukan.

4. Setiap Hubungan Harus Punya Tujuan yang Jelas

Terkadang saat kita sudah menemukan seseorang yang menarik, membuat kita merasa nyaman dan memberikan kita waktu bersama yang menyenangkan. Namun tidak juga tampak akan dibawa kemanakah hubungan ini. Lebih baik hentikan saja hubungan seperti itu kalau si dia tidak mau melangkah lebih lanjut. Karena waktu terus saja berjalan kedepan dan kita tidak bisa terus-terusan berpacaran sampai tua. Ada banyak hal yang bakal menjadi tanggung jawab dan beban bagi kita. Dan kita membutuhkan seorang patner dalam menjalaninya, bukan hanya seorang pacar yang tidak mempunyai ikatan legal dimata hukum.

Berpacaran itu memang harus memikirkan pernikahan sebagai tujuan. Makanya jangan mau berpacaran dengan seseorang yang tidak ingin, tidak pantas untuk kita nikahi. Karena pacaran itu adalah sebuah proses mengenal seseorang dan mempertimbangkannya untuk menjadikan dia sebagai pasangan hidup. Kalau tidak cocok atau tidak tepat ya putuskan saja dan cari yang lebih baik. Sesederhana itu saja ngapain dibuat rumitkan.

5. Jangan Memaksakan Diri Menerima Hanya karena Berbagai Alasan Selain Cinta, Respek dan Kepercayaan.

Karena umur, desakan orang tua dan keluarga, tidak ingin dianggap tidak laku dan lain-lain sehingga membuatnya gegabah memilih siapa saja yang datang menawarkan hubungan. Tolong jangan turunkan ‘standar kriteria yang cocok’ denganmu menjadi ‘siapa saja tolong bebaskan aku’ dari tudingan tidak laku, perawan/perjaka tua.
Kau sendiri yang paling tahu sampai dimana batas toleransimu terhadap sesuatu dan jangan jadikan hal tersebut pengecualian untuk seumur hidup.

Pernikahan itu memang tidak cukup hanya dilandasi oleh cinta saja. Tetapi jangan pula hanya dengan alasan-alasan di atas kamu nekat untuk menjalin sebuah komitmen seumur hidup. Kalau belum yakin jangan dilakukan, karena pernikahan itu bukan permainan dimana saat kamu bosan bisa berhenti. Kalau belum sesuai ya jangan dipaksain, karena nggak tertutup kemungkinan masalah ini tidak menjadi sandungan di masa depanmu dan dia. Kalau belum menemukannya jangan juga mengambil apa saja yang ada walaupun kamu sadar betul itu tidak baik untukmu. Kenapa nggak sabar sedikit lagi dan menunggu yang tepat dan untuk selamanya.

Well, teman! Ini hanya sekedar pendapatku. Jika ini bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan bagimu, itu bagus. Tetapi jika ini tidak sesuai dengan pemikiranmu, tidak apa. Tiap orang punya pilihan masing-masing dan aku sama sekali tidak berniat jelek. Silahkan share postingan ini dan berkomentar.

5 thoughts on “5 Pertanda Hubungan yang Salah

  1. inspiratif kak, tulisannya. dan betul sih, kita harus memikirkan matang-matang orang yang akan menghabiskan waktu seumur hidup dengan kita. Kita harus yakin orang itu membuat kita bahagia, hehe

    • Bahagia itu gak ada jaminannya, tp paling enggak kita bisa milih orang yang walau dalam keadaan sesulit apapun kita masih bisa bertahan dgnnya (gitu juga sebaliknya). Karena hidupkan gak melulu soal bahagia, sedih duka sakit juga bagian dari hidup.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s