Mengkhianati Tuhan

Si Anu menikah dan berpindah agama mengikuti suaminya. Berpindah agama dengan alasan cinta atau masalah ekonomi bukan hal baru yang kudengar. Tapi tetap saja aku tidak bisa mengerti alasan seperti itu.

Bagiku berpindah agama karena memang menemukan keyakinan terhadap Tuhan diagamanya yang baru lebih baik daripada karena alasan remeh macam cinta atau ekonomi. Tetapi memang kebanyakan dari kita menganut agama karena dibesarkan dan mengikuti kepercayaan yang diyakini oleh orang tua kita. Memang bukan karena keinginan kita sendiri. Tapi dalam proses perjalanannya saat kita melakukan ibadah dalam hidup kita, apa tidak ada rasa ‘percaya’ kita terhadap Tuhan dan segala keyakinan terhadap agama yang kita anut? Bukankah kita juga belajar membaca, memahami dan meyakini kitab suci agama kita? Tidak adakah perasaan terharu, antusias, fanatisme, kebanggaan, kecintaan kita terhadap kitab suci dan isinya?

Aku dilahirkan dari kedua orang tua yang muslim. Dan aku juga muslim. Tapi imanku, aku yang menemukannya sendiri. Aku belajar mengaji, mendengar dan membaca cerita nabi-nabi, membaca terjemahan al-quran, sholat dan berpuasa, belajar tentang fikih, al-quran dan hadist, sejarah islam. Begitulah cara aku menemukan imanku terhadap Allah. Begitulah cara aku menemukan kecintaanku pada nabi kami. Aku mencari. Aku belajar. Dan aku menemukannya. Iman itu ditemukan, bukan diberikan oleh orang tua atau Tuhan begitu saja. Kita yang harus mencari dan meyakininya.

Jadi kalau pada akhirnya ada yang berpindah agama dengan alasan cinta atau masalah ekonomi, aku tidak dapat berkata apapun. Mereka memang LEMAH IMAN sedari awal. Bagaimana bisa cintanya terhadap Tuhan lebih rendah daripada cintanya terhadap manusia lain atau bahkan cintanya pada Tuhan dapat dikalahkan oleh kesulitan hidup dan ekonomi yang seret? Jadi buat apa menasihati orang-orang seperti ini. Kalau selama ini mereka memang sudah menjalankan agamanya dengan benar-benar dan dengan hati (bukan karena terpaksa atau dipaksa oleh orang lain), nggak akan bisa mereka mengganti Tuhannya dengan Tuhan-Tuhan yang lain.

Kalau cinta pada Tuhannya saja bisa ia khianati, bagaimana pula dengan cinta terhadap orang tua dan kekasihnya? Padahal Tuhanlah yang telah memberikan segalanya tanpa meminta imbalan apapun. Tuhanlah yang menyediakan udara secara gratis, sinar matahari secara terus menerus tanpa meminta bayaran diakhir bulan. Tuhan memberikanmu segala hal yang baik dan kau masih bisa mengkhianatinya?

Tuhan tidak akan kekurangan apapun jika kita meninggalkannya, tapi kita yang merugi jika sampai IA yang meninggalkan kita. Tuhan tidak masalah jika kita mengkhianati-NYA, tapi kita yang bermasalah kalau DIA tidak lagi menyayangi umatnya yang kufur. Kau tidak akan bisa membayangkan apa yang dapat Tuhan lakukan apabila IA marah? The end of the world, 2012, Jurassic Park, Volcanoes, dan Transformer dijadikan satu belumlah secuil dari apa yang Tuhan bisa lakukan. Bisakah kau membayangkannya?

Cintamu terhadap pasanganmu tidak akan menjamin kau hidup bahagia di dunia apalagi diakhirat. Karena manusia itu rapuh dan mudah berubah. Mengapa kau menggan tungkan hidup dan kebahagiaanmu pada manusia, yang tidak abadi dan tak berdaya apapun dibandingkan Tuhan? Dan keterbatasan ekonomi dan kesulitan hidup yang kau jadikan alasan untuk berpindah keyakinan, bisa jadi cuma ujian kecil yang Tuhan berikan sebelum kau naik kelas. Namun kau melewatkannya dengan harga yang mahal.

Apapun itu, semua ada ditanganmu. Keputusan untuk memilih Tuhan-Tuhan yang lain. Memilih bersatu dengan yang kau cinta dengan mengorbankan akidahmu. Lakukanlah dan jangan pernah menyesal. Meskipun kelak dimasa depan ternyata hidupmu tak seindah yang kau inginkan atau bayangkan. Meskipun kelak kau dicintai namun tak bahagia. Meskipun kau bergelimang harta tapi jauh dilubuk hatimu sengsara. Atau meskipun kelak hidupmu jauh-jauh lebih buruk keadaannya daripada sekarang. Jangan pernah menyesali keputusanmu untuk mengkhianati Tuhan. Apalagi untuk kembali. Itu sangat memalukan walau mungkin dilakukan. Sangat-sangat memalukan.

Mengkhianati Tuhan demi cinta atau kemelaratan adalah hal terakhir yang dapat kau lakukan sebelum akhirnya kau kehilangan esensimu sebagai manusia.

2 thoughts on “Mengkhianati Tuhan

  1. aku tak ingin membunuhmu dengan pujian..
    aku tak ingin membunuhmu dengan pujian..
    aku tak ingin membunuhmu dengan pujian..

    tapi, kadang justru tulisanmu yang membunuh pikiranku.

    aku membunuhmu!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s