Aku Bisa Apa, Sayang?

Segala omong kosong tentang cinta, akan tetap menjadi omong kosong bila tidak diwujudkan ~ Bencong Gagal.

Agar tidak hanya menjadi omong kosong, cinta itu harus diperjuangkan. Dirawat. Dilindungi. Dan dibiarkan tumbuh kemana arah yang ditujunya. Tapi, kalau bagi kamu semua sudah berubah. Dan aku tidak lagi menjadi puncak segala sayangmu, aku harus bagaimana cinta?

Karena rasa tak bisa dikekang. Tak bisa dipaksa. Tak bisa diarahkan. Dan bila rasamu sudah berhenti berlari mengejarku, apakah ada lagi asaku untuk hidup kita bersama?

Aku bisa apa, kalau bagi kamu aku adalah sakit yang ingin kau buang.

Aku bisa apa, kalau bagimu aku selalu salah dan semua kelakuanku tak ada yang benar dimatamu.

Aku bisa apa, kalau dalam rencana masa depanmu aku tidak termasuk lagi.

Aku bisa apa, kalau yang kamu mau adalah secepatnya mengusirku dari hidupmu.

Aku bisa apa, walaupun saat ini bayanganku yang ada dibola matamu tetapi dialah yang merajai hati dan pikiranmu.

Aku bisa apa, kalau hatimu sudah berpaling dan meninggalkanku.

Aku bisa apa, kalau rasa bahagia dan nyaman tak lagi kau rasakan bila disampingku.

Aku bisa apa, kalau kamu sudah mendorongku jauh dari hatimu dan mengisinya dengan yang lain. Aku bisa apa, sayang?

Aku tak bisa mencegahmu pergi jika hatimu sudah tak disini.
Aku tak bisa menangis, memohon bahkan mengemis bila kau sudah memutuskan aku tidak penting dan tidak berharga lagi bagimu.
Aku juga tidak bisa menahanmu bila yang kau punya hanya rasa kasihan dan cintamu sudah lama mati untukku.

Aku tak bisa apa-apa, sayangku.
Tak bisa berbuat apapun.
Yang aku bisa hanya melepasmu pergi.
Merelakanmu yang bukan milikku lagi.
Mendoakanmu bahagia lebih daripada bersamaku. Lebih lama lagi dibanding denganku.

Advertisements

Love Yourself Before You Love Someone

Cinta itu ibarat api yang membakar semangat kita disaat-saat sulit. Doa bagi jiwa-jiwa kesepian dan layu. Dan penyembuh bagi hati-hati yang hampir binasa.

Sayangnya terkadang kita lupa cara mencintai diri kita sendiri, sebelum akhirnya kita dicintai orang lain. Sehingga arti cinta yang sejati menjadi rancu dalam benak kita. Kita tak lagi bisa membedakan dicintai, mencintai atau menjadi korban dari kompromi perasaan yang takut sendirian atau ditinggalkan.

Bagaimana kita bisa membalas perasaan orang lain dengan tulus, kalau kita bahkan tidak mencintai diri kita terlebih dahulu. Menghargai diri kita sendiri. Omong kosong soal cinta kalau kamu mengalah dan menelan semua kekecewaan dari pasangan kamu, yang kamu sebut pengorbanan. Kamulah yang menjadi korban disini, dikorbankan. Menjadi tumbal untuk kebahagiaan orang lain. Apa ada manfaat baiknya? Aku tidak yakin.

Sebuah hubungan itu harus seimbang. Tidak selalu memberi tapi tak juga harus selalu menerima. Saling mengisi, mengimbangi dan melengkapi. Setiap orang yang pernah jatuh cinta, pasti mengerti bagaimana menggambarkan sebuah hubungan ideal bagi masing-masing individu. Karena tiap orang mempunyai ekspektasi berbeda. Tapi tak setiap orang bisa mendapatkan yang sesuai dengan harapannya. Untuk alasan-alasan yang tidak kita ketahui, percayalah Tuhan tak pernah salah memilihkan kita. Aku benar tidak?

Dengan mencintai diri kita terlebih dahulu, menghargai diri kita artinya kita telah menerima diri kita seutuhnya. Baik serta buruknya. Dan orang yang mencintai dirinya, menghargai dirinya dengan pantas pasti tahu bagaimana caranya menghargai orang lain. Karena ia akan melihat setiap orang sama berharganya dengan dirinya. Maka ia akan memperlakukan mereka dengan sepatutnya.

Jadi kawan, mulailah menerima dirimu sendiri seutuhnya. Barulah kau bisa mencintai orang lain dengan sepantasnya.

Tulang Rusuk Siapa?

“Jadi cemana (gimana)? Udah tahu tulang rusuk siapa yang kau bawa-bawa selama ini, Yon?” Tanya seniorku siang ini dengan logat medannya yang kental.

Aku cuma bisa ngakak dengan hati mangkel. Well, aku tahu maksud si abang baik mengingat hubungan pertemanan kami dahulu akrab hingga sekarang. Si abang cuma ingin memotivasiku supaya segera serius dengan urusan asmara. Tapi masalah terbesarnya, soal jodoh inikan diluar kuasaku. Apalagi sebagai perempuan yang punya harga diri sedikit lebih tinggi. Belum pernah aku mengejar-ngejar lelaki dan suka duluan. Bukan tipeku yang seperti itu. He3x. Biasanya lelakiku yang melakukan first move dan nguber-nguber sampai mampus. Yeah, begitupun pada akhirnya they leave me with nothing. Wkwkwk. Parah ih, ngingat mantan.

Perkara jodoh ini memang sangat misterius. Nggak bisa ditebak. Nggak tahu kapan datangnya. Dan nggak bisa ditolak kalau sudah saatnya. Nah, kalau urusannya udah ribet begini manusia mana yang bisa ngerencanain jodohnya. Kapan menikah dan dengan siapa. Lah, wong pacar aja nggak punya. Mau kawin sama siapa, Jack? Yang pacaran bertahun-tahun aja belum tentu kawin. Gimana dengan yang bertahun-tahun nggak pernah pacaran, lagi?? (KYAAAAAA!! Terdengar jejeritan jomblo sebagai back sound).

Oke. Kesimpulan yang dapat kutarik soal jodohku adalah masalah absurd. Yang belum menemukan titik terangnya. Dan aku pribadi males memikirkannya apalagi ngeribetinnya. Mungkin saja aku bukan tulang rusuk siapa-siapa (Amit-amit, jangan sampai deh!). Tapi nggak mungkin begitu ding, soalnya Tuhan sudah menjanjikan setiap makhluk diciptakan berpasang-pasangan. Masa hewan aja punya, aku yang manusia kagak. Nggak mungkinkan? Cuma yaitu kita nggak tahu juga apakah pasanganku itu pasangannya cuma aku aja atau ada yang lain. Secara dalam islam lelaki diperbolehkan berpoligami (Eeuuuh! Aku memang muslim, tapi sebagai perempuan aku punya pilihan untuk tidak menerima suamiku kelak berpoligami).

Mungkin aku tulang rusuk sejenis spesies langka yang sudah hampir punah atau memang sudah punah seperti Tyranosaurus. Wkwkwk. So, jodohku siapapun kamu itu. Aku menunggumu. Terserah, kamu mau datang saat ini atau kapan. Ambil aja waktu sesuka kamu. Aku juga tidak memusingkan saat ini kamu dengan siapa dan bagaimana ceritamu dengan yang lainnya. Tetapi kelak saat kita sudah bersama, jangan sampai menyia-nyiakan waktu yang kita punya untuk sesuatu yang akan disesali. Cukup saja, sekali berarti sudah itu mati. Tak perlu hidup seribu tahun. Sehari saja tak masalah, tapi kebahagiaannya melebihi setahun di surga. Amin. Amin. Wish me luck guys.

Dalam Dekapan Luka

Apa yang kau tahu tentang luka?

Luka adalah saat rindumu tak dibalas dengan sepatutnya.
Luka adalah saat sayangmu dianggap hanya beban.
Luka adalah saat kesetiaanmu dipertanyakan oleh kekasih yang berkhianat.
Luka adalah kau ditinggalkan saat kau sangat butuh dukungannya.
Luka adalah saat kebisuannya di tengah ramainya yang lain menuduhmu sesuatu yang tidak kau lakukan.
Luka adalah harapan-harapan yang hancur bahkan sebelum dimimpikan.
Luka adalah ketika ia satu-satunya yang kau pikir mengerti dirimu, namun ia juga yang memberikan sakit yang terkejam.
Luka adalah cinta-cinta yang menghisap semua kekuatanmu, membuatmu lemah, menghancurkanmu hingga tak bersisa dan meninggalkanmu tanpa menoleh lagi.

Jadi apa yang kau ketahui tentang luka?
Tak ada yang tak pernah terluka.
Tapi tak semua orang bisa melupakannya dan melepaskannya.
Memegang erat luka, tak akan membuatnya cepat menjadi utuh.
Tapi membiarkannya tanpa pengobatan, juga tidak akan menghilangkan trauma sakit itu.
Telanlah semua luka dan menangislah semampumu.
Terima semua kesakitan ini.
Namun jangan lupa untuk bangkit kembali.
Jadikan luka yang pernah kau derita sebagai landasan pengingatmu dimasa depan.
Agar kau tak lagi jatuh dilubang yang sama.
Agar kau menjadi lebih mawas.
Agar kau menjadi lebih bijak.
Agar kau tahu bagaimana menghadapinya kelak dengan lebih baik lagi dan bermartabat.

Dekaplah luka seperti kau memeluk sepi.
Tak perlu mengasihinya namun tak juga memusuhinya.
Anggap saja sebagai bagian yang mesti dilalui dalam tahapan hidup.
Walau bukan bagian indah, tapi tetaplah mengingatnya sebagai cambuk langkah agar tak salah.

Ketika Aku Sudah Tak Peduli

You should learn how to treat me better, Dear. If you think you really need me so much (Kamu harus belajar bagaimana memperlakukanku lebih baik, sayang. Kalau kamu pikir, kamu memang sangat membutuhkanku).

WHY? Karena sikap kitalah yang menentukan bagaimana respon orang lain terhadap diri kita. Jadi jangan berharap mendapatkan sambutan yang baik kalau kamu memperlakukan orang dengan buruk. Hidup, memang seperti itu. Hidup selalu membalaskan apa yang manusia telah lakukan maka sadarilah dari sekarang. Baik mendapatkan baik, buruk mungkin akan dibalas berkali lipat. Sesederhana itu.

Tidak peduli kamu sebagai orang tua, guru atau bahkan pemimpin sekalipun. Kalau kamu memperlakukan siapa saja dengan salah atau dengan pikiran ‘pantas saja karena saya orang tuanya/gurunya/presidennya’ jadi mereka yang harus lebih mengerti dirimu dan memaklumi. Aku yakin reaksi orang-orang tidak akan sesuai dengan yang kamu harapkan. Dan bersiaplah untuk kecewa karena tiap orang punya pandangan berbeda dalam menanggapi sikap dan perlakuan kamu, dear.

Hal yang dilupakan orang tua kita adalah meskipun kita anaknya, kita bukanlah anak kecil lagi. Mereka lupa atau bahkan tidak tahu cara memperlakukan kita secara dewasa. Hal yang tidak diingat para guru adalah murid-murid yang mereka ajar adalah pribadi-pribadi berkembang yang tak selalu lebih bodoh dari dirinya. Adakalanya murid jauh lebih pintar dari gurunya.
Hal yang tak disadari para memimpin bahwa mereka dipilih oleh rakyat dan punya tanggung jawab langsung ke rakyat dan Tuhan sekaligus. Walau kekuasaan ditangan mereka tapi sebenarnya rakyatlah yang terpenting. Yang paling utama, yang seharusnya didahulukan. Cuma pemimpin sekarang seperti itu, mereka tidak menyadari pentingnya rakyat selain pada saat kampanye saja.

Well, aku akan bercerita sedikit tentang diriku yang mendasari penulisan ini. Aku bukanlah orang yang sulit. Aku punya kecenderungan tidak peduli dengan apapun. Aku memang kurang peka, terhadap masalah yang bukan urusanku. Tapi mengharapkan orang tidak peduli denga urusanku adalah hal mustahil, karena aku tidak hidup di gua atau di hutan. Tentu saja aku sangat tidak suka orang lain ikut campur, tapi mau gimana lagi selain bersikap sabar dan tersenyum. Dan pada mereka yang sudah tidak bisa membantu namun malah ngerecoki, malah membuat urusan jadi ribet atau cuma bisa ngomong dan mempersalahkan saja tanpa tindakan berguna. They should burn in hell. Yeah, banyak tipe manusia seperti ini. Saat yang kita butuhkan adalah pertolongan yang nyata, mereka cuma bisa menyalahin kita tapi tidak membantu. Sesulit itu apa menutup mulut dan bilang maaf nggak bisa bantu? Orang yang sedang susah nggak butuh ceramah dan disalah-salahin. Memangnya dengan ceramahmu perut yang lapar bisa kenyang? Hutang-hutang terlunasi? Sakit dibadan bisa menghilang? Tidakkan? So, tutup saja mulutmu kalau kau tidak bisa membantu atau tak ingin membantunya. Itu jauh lebih baik dan berguna daripada semua nasihatmu yang percuma.

Karena kalau akhirnya aku milih diam dan pergi, itu artinya aku sudah nggak peduli lagi loh. Jadi terserah saja. Lakukan hal yang kamu inginkan dan apabila kelak hasilnya tak sesuai jangan katakan padaku. Karena aku pasti akan membuatmu merasa seperti sampah. Yeay, aku mungkin mudah memaafkan tapi tidak untuk melupakan. Hal-hal yang telah kembali padaku setelah melewati semua kesusahan, akan kugunakan sebaik-baiknya tanpa rasa penyesalan. Jadi berhati-hatilah saat bertemu orang-orang seperti kami. Saat kami berhenti marah, artinya sudah tidak peduli lagi. Dan saat sudah tak peduli, kau sudah bukan apa-apa dan bukan lagi bagian penting dalam hidup kami.

Aku dan Kamu, Seharusnya Kita

Aku tidak akan berhenti percaya.
Aku akan menunggu sampai pada waktunya.
Kamu akan datang.
Kamu ada diluar sana, sedang mencariku.
Aku yakin Tuhan akan menyatukan kita.
Ia bahkan sudah menuliskan pertemuan kita dengan cara-cara yang tak terpikirkan oleh manusia dan menakdirkan kita satu sama lain sampai salah satu dari kita mati. Atau hingga kita bertemu lagi di kehidupan setelah mati.

Aku tak bisa berhenti meyakini.
Kau memang ada.
Kau nyata, bukan hanya ada dimimpi-mimpi malamku.
Meskipun kita belum pernah bertemu.
Meski belum saatnya takdir kita.
Aku akan menutup mata untuk yang lain.
Aku akan menjaga diriku dengan baik, untuk kamu.
Aku akan bersabar, menunggu kamu.

Aku tak akan berhenti mencari kamu.
Aku percaya kamu pun begitu.
Kita mungkin tak sempurna, terluka dan lelah dengan perjalanan panjang ini.
Mungkin juga telah luluh dan lantak karena cinta yang lalu. Yang melukai dan tak sejati.
Mungkin muak dengan penantian panjang yang tak menampakkan kemajuan.
Tapi jangan berhenti berharap, jangan berhenti menemukanku.
Semua kesedihan dan penderitaan ini akan sepadan pada waktunya.
Kalau tidak kamu yang mencariku, mungkin aku yang akan mendatangimu.
Percayalah, Tuhan punya kisah indah untuk kita.
Yakinlah, Tuhan akan menjalinkan hubungan kita dengan kuat dan tak tergoyahkan oleh kekuatan manusia.

Aku menunggumu.
Tak berhenti percaya.
Jadi kamupun bergegaslah temukanku.
Kekasih.
Belahan jiwa.
Separuh nafasku.
Bingkai kebahagiaanku.

Cinta, Jangan Berhenti Percaya

Cinta dan patah hati, hanya bisa dimengerti oleh mereka yang pernah mengalaminya ~ Bencong Gagal

Kau mungkin bisa mempercayai dia yang mencintaimu dengan seluruh hatinya untuk saat ini, tapi tidak selamanya. Karena hati bukan zat padat berbentuk dan tak akan berubah sepanjang waktu. Hati itu hidup, ia tumbuh, sakit, hancur dan bisa kembali utuh. Hati mungkin bisa menghianati mulut dan pikiran manusia. Hati seperti halnya cinta, tak bisa dipaksa dan diarahkan tetapi ia selalu mengikuti kemana arah pemiliknya.

Mereka yang telah mengalami pasang surut berbagai rasa dalam hidup, suatu ketika akan mengalami keadaan dimana ia lelah dan tak percaya lagi dengan perasaan manusia. Jatuh dan jatuh lagi dalam hubungan tapi tak jua menemukan sejatinya. Hanya ada satu jalan, yaitu tetap jatuh dan berharap inilah yang terakhir dari semuanya. Serahkan semua pada-NYA, percayalah pada janji-NYA bahwa semua telah diciptakannya berpasangan.

Memang tak pernah mudah menapaki jalannya cinta. Kita harus melewati banyak sekali penderitaan, luka, pengkhianatan, kebohongan dan hal lainnya sebelum bertemu dia yang tepat pada akhirnya. Dan yakinlah semua hal yang menyakitkan ini pantas bila dibandingkan dengan apa yang akan kau dapatkan pada akhir penantianmu. Karena dalam hidup tak ada yang gratis. Kau harus kehilangan sesuatu untuk mendapatkan sesuatu, maka pastikanlah hal itu memang berharga untuk diperjuangkan. Cinta seperti apakah itu? Bukan jenis cinta yang memabukkan dan meracuni hidupmu. Tapi cinta yang membuatmu menjadi pribadi yang lebih baik, yang mendekatkanmu pada Tuhan, yang semakin membuatmu mengasihi ibu bapakmu, yang membuatmu tak lupa bersyukur, dan tak juga menjauhkanmu dari sahabat dan teman.

Jadi jangan menyerah. Tetaplah percaya bahwa ia akan datang. Menunggulah dengan sabar atau mencarinya disetiap kesempatan.
Mereka bilang kau akan tahu saat waktunya tiba. Kau tidak akan tahu sampai kau merasakannya sendiri.
Mungkin seperti di film romantis, saat ia hadir, kalau memang dialah orangnya. Kau akan berdebar-debar tak berkesudahan. Dunia akan berputar secara perlahan. Atau bahkan berhenti berputar untuk kalian. Dan itu baru pada awalnya saja.

Seharusnya memang seperti di dalam cerita romantis, seharusnya seperti itu yang kau rasakan. Seolah bintang-bintang sejajar. Waktu yang berhenti berdetak. Jika kau tak melihat pertandanya, maka bersabarlah dan tunggu. Tak ada keraguan semua hal yang telah kau korbankan akan terbayarkan. Dia, dengan hanya melihat ke dalam matanya kau sudah merasa di ‘rumah’. Rumah bagi hatimu. Rumah tempat hatimu berpulang. Rumah dimana kau merasa nyaman dan aman terlindungi.