Life For Nothing is A Shame

‘Aku takut.
Waktu berlari bagai peluru tanpa kendali.
Kemudaan ini, kecantikan raga ini akan melayu.
Tak sempatku pamerkan padamu, kekasih.’

Hidup yang panjang, hidup yang lama bukanlah hal penting bagiku.
Hidup bahkan jauh lebih menakutkan daripada kematian untukku.
Hidup selalu membuat kita memilih.
Dari satu pilihan kepilihan lain.
Bahkan kita tidak punya waktu untuk menyesali pilihan yang salah.
Karena waktu terus melaju, tak terhenti oleh apapun.

Aku, orang yang sangat menghargai hidup.
Kita hidup hanya sekali dan mati sudah begitu pasti.
Jadi mengapa kita begitu mengagungkan hal duniawi?
Tapi tak juga membuat kita tak peduli dengan apapun di dunia ini.
Hidup seperti apa yang kita jalani?
Dikenang sebagai apakah kita kelak?
Apa warisan yang kita tinggalkan?
Siapkah bekal untuk dikehidupan selanjutnya?
Pernahkah semua hal tersebut terlintas dibenakmu dan kau merasa yakin dengan jawabanmu?

Hidup. Hidup. Hidup.
Tetaplah hidup meskipun kau sangat ingin mengakhirinya saat ini.
Tetaplah hidup walau sangat berat bagimu menjalaninya.
Tetaplah hidup, bertahan meski ini nafas terakhirmu.
Tetaplah berjuang untuk hidup, karena hidupmu sangat penting. Berharga. Bagaimana dan apapun hidupmu.

(Made for my partner in crime, who has born in May ten days after today. And everyone who has believe that every women should not counting her age after 21th years old. So keep a live, keep fighting and rock n roll girls! )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s