Tua Itu Pasti, Keriput Bisa Dicegah Tetapi Bahagia Itu Pilihan.

Oh, tolonglah. Aku sudah bosan ditanyain kapan kawin. Dan kau orang ke 666 yang menanyakan hal tersebut kepadaku. Sungguh, hal tersebut bukan urusanmu. Berhentilah melakukannya seolah jika aku tidak kawin, masa depan dunia tergantung pada itu.

Yeah, aku lajang usia 28 tahun. Sarjana namun masih belum bekerja mapan. Masih numpang di rumah orang tua dan dibiayai mereka. Jomblo. Dan kesepian.
Bisa kau bayangkan betapa kompleksnya diriku? Owyah. Aku mungkin terlihat seperti pecundang. HAHAHA. Dan kau belum bertemu dengan keluargaku yang ajaib. Hidupku mungkin simple tapi aku saja yang merumitkannya. Mengapa? Karena memang begitulah aku.

Aku tak perlu menceritakan betapa mengganggunya pertanyaan “kapan kawin?”, semua orang yang berada diumur aku dan posisi seperti aku pasti merasakannya juga. Sebenarnya aku sudah berusaha santai untuk nggak terlalu memusingkan hal seperti itu. Tapi rupanya desakan untuk menikah yang selalu diungkapkan oleh keluarga, bahkan orang-orang yang tak terlalu mengenalku terkadang membuatku ingin menutup mulut mereka dengan dramatis. Biasanya aku selalu menyerang mereka dengan pertanyaan yang akan membuat mereka takut untuk melanjutkan pembicaraan ini. Hoho, kau sedang meremas pantat singa. Tentu saja aku akan sedikit mencakarmu. Atau paling tidak mungkin mengunyah dagingmu, secuil. (‘-‘)9

HEHEHE!
Aku berlebihan ya?
Oh please, kamu nggak tahu bagaimana rasanya jadi aku. Hal tentang menikah, berpacaran bukanlah prioritas lagi buatku. Aku tidah pernah memikirkannya, bahkan membayangkannya. Jadi berhentilah menjadi orang yang terlalu ingin tahu atau terlalu ikut campur urusan pribadi orang.
Bertemu jodoh itu adalah hal mustahil yang dapat direncanakan. Tidak ada orang yang tidak ingin menemukan pasangan jiwanya meskipun mereka adalah normal, gay, lesbian, ataupun transgender. Setiap orang pasti ingin punya seseorang yang spesial dan menjadi spesial untuk seseorang. Sudah menjadi kodrat manusia berpasangan. Tapi kitakan tidak tahu kapan, dimana dan siapa dia. Hanya bisa menunggu dan berdoa. Dan tetap menjalani hidup. Itulah yang aku lakukan sekarang, MENJALANI HIDUP.

Menjadi tua itu pasti, sepasti kelak kita semua akan mati pada waktunya. Menjadi keriput itu hanyalah menunggu waktu, tetapi keriput kini bisa dicegah bahkan dihilangkan dengan berbagai metode.
Tapi bahagia itu di tangan kita yang berani untuk memilih. Berani mewujudkan. Dan berani untuk berkorban.

Kalian yang telah membaca tulisan ini, cobalah memahami posisi dan perasaan orang-orang seperti aku. Bukan kami tidak ingin menikah, kami ingin, hanya saja belum sampai waktu kami untuk itu. Dan bukan kami tidak berusaha namun menikah seperti halnya cinta dan perasaan, tak dapat dipaksakan dan tak dapat diarahkan. Jadi bisakah kalian sedikit lebih menghargai kami sedikit saja, itu sudah cukup kok. Terimakasih. (>_<)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s