Aku dan Kamu, Seharusnya Kita

Aku tidak akan berhenti percaya.
Aku akan menunggu sampai pada waktunya.
Kamu akan datang.
Kamu ada diluar sana, sedang mencariku.
Aku yakin Tuhan akan menyatukan kita.
Ia bahkan sudah menuliskan pertemuan kita dengan cara-cara yang tak terpikirkan oleh manusia dan menakdirkan kita satu sama lain sampai salah satu dari kita mati. Atau hingga kita bertemu lagi di kehidupan setelah mati.

Aku tak bisa berhenti meyakini.
Kau memang ada.
Kau nyata, bukan hanya ada dimimpi-mimpi malamku.
Meskipun kita belum pernah bertemu.
Meski belum saatnya takdir kita.
Aku akan menutup mata untuk yang lain.
Aku akan menjaga diriku dengan baik, untuk kamu.
Aku akan bersabar, menunggu kamu.

Aku tak akan berhenti mencari kamu.
Aku percaya kamu pun begitu.
Kita mungkin tak sempurna, terluka dan lelah dengan perjalanan panjang ini.
Mungkin juga telah luluh dan lantak karena cinta yang lalu. Yang melukai dan tak sejati.
Mungkin muak dengan penantian panjang yang tak menampakkan kemajuan.
Tapi jangan berhenti berharap, jangan berhenti menemukanku.
Semua kesedihan dan penderitaan ini akan sepadan pada waktunya.
Kalau tidak kamu yang mencariku, mungkin aku yang akan mendatangimu.
Percayalah, Tuhan punya kisah indah untuk kita.
Yakinlah, Tuhan akan menjalinkan hubungan kita dengan kuat dan tak tergoyahkan oleh kekuatan manusia.

Aku menunggumu.
Tak berhenti percaya.
Jadi kamupun bergegaslah temukanku.
Kekasih.
Belahan jiwa.
Separuh nafasku.
Bingkai kebahagiaanku.

2 thoughts on “Aku dan Kamu, Seharusnya Kita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s