Tulang Rusuk Siapa?

“Jadi cemana (gimana)? Udah tahu tulang rusuk siapa yang kau bawa-bawa selama ini, Yon?” Tanya seniorku siang ini dengan logat medannya yang kental.

Aku cuma bisa ngakak dengan hati mangkel. Well, aku tahu maksud si abang baik mengingat hubungan pertemanan kami dahulu akrab hingga sekarang. Si abang cuma ingin memotivasiku supaya segera serius dengan urusan asmara. Tapi masalah terbesarnya, soal jodoh inikan diluar kuasaku. Apalagi sebagai perempuan yang punya harga diri sedikit lebih tinggi. Belum pernah aku mengejar-ngejar lelaki dan suka duluan. Bukan tipeku yang seperti itu. He3x. Biasanya lelakiku yang melakukan first move dan nguber-nguber sampai mampus. Yeah, begitupun pada akhirnya they leave me with nothing. Wkwkwk. Parah ih, ngingat mantan.

Perkara jodoh ini memang sangat misterius. Nggak bisa ditebak. Nggak tahu kapan datangnya. Dan nggak bisa ditolak kalau sudah saatnya. Nah, kalau urusannya udah ribet begini manusia mana yang bisa ngerencanain jodohnya. Kapan menikah dan dengan siapa. Lah, wong pacar aja nggak punya. Mau kawin sama siapa, Jack? Yang pacaran bertahun-tahun aja belum tentu kawin. Gimana dengan yang bertahun-tahun nggak pernah pacaran, lagi?? (KYAAAAAA!! Terdengar jejeritan jomblo sebagai back sound).

Oke. Kesimpulan yang dapat kutarik soal jodohku adalah masalah absurd. Yang belum menemukan titik terangnya. Dan aku pribadi males memikirkannya apalagi ngeribetinnya. Mungkin saja aku bukan tulang rusuk siapa-siapa (Amit-amit, jangan sampai deh!). Tapi nggak mungkin begitu ding, soalnya Tuhan sudah menjanjikan setiap makhluk diciptakan berpasang-pasangan. Masa hewan aja punya, aku yang manusia kagak. Nggak mungkinkan? Cuma yaitu kita nggak tahu juga apakah pasanganku itu pasangannya cuma aku aja atau ada yang lain. Secara dalam islam lelaki diperbolehkan berpoligami (Eeuuuh! Aku memang muslim, tapi sebagai perempuan aku punya pilihan untuk tidak menerima suamiku kelak berpoligami).

Mungkin aku tulang rusuk sejenis spesies langka yang sudah hampir punah atau memang sudah punah seperti Tyranosaurus. Wkwkwk. So, jodohku siapapun kamu itu. Aku menunggumu. Terserah, kamu mau datang saat ini atau kapan. Ambil aja waktu sesuka kamu. Aku juga tidak memusingkan saat ini kamu dengan siapa dan bagaimana ceritamu dengan yang lainnya. Tetapi kelak saat kita sudah bersama, jangan sampai menyia-nyiakan waktu yang kita punya untuk sesuatu yang akan disesali. Cukup saja, sekali berarti sudah itu mati. Tak perlu hidup seribu tahun. Sehari saja tak masalah, tapi kebahagiaannya melebihi setahun di surga. Amin. Amin. Wish me luck guys.

8 thoughts on “Tulang Rusuk Siapa?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s