Yang Terlihat dan Tidak

Munafik, kalau kamu mau terlihat suci padahal jauh dilubuk hati kamu yang paling dalam. Kamu tahu benar apa yang sudah kamu kerjakan tapi orang lain nggak tahu. Dan kamu marah saat dihadapkan kenyataan kalau kamu cuma manusia biasa yang juga punya kekurangan, kesalahan tapi masih peduli dengan pemikiran orang lain yang nganggap kamu nggak bener. Padahal belum tentu juga orang punya waktu buat menghakimi kamu, ini itu. Well, kalaupun iya, seberapa pentingsih pendapat orang lain terhadap hidup kamu? Memangnya tanpa masalah inipun dibelakangmu apa nggak ada orang lain yang menjelek-jelekkanmu? Kamu dianggap bener atau enggak, cuma diri kamu sendiri yang paling tahu kualitasnya. Bukan orang lain. Jadi nggak usah pedulikan omongan orang, yah terkecuali kamu memang mau Kampanye jadi Caleg atau lainnya. Mungkin kamu harus menampilkan pencitraan yang baik.

Ck, terkadang ada hal-hal yang nggak bisa disampaikan dengan cara yang baik. Dan diterima. Aku pribadi sejak mengerti bahwa di dunia ini kita tidak bisa memuaskan semua keinginan orang, aku lebih memilih berdamai dengan keadaan. Terserah deh orang mau bilang apa, menganggap apa. Mereka enggak tahu apa-apa tentang hidupku, tentang diriku dan pemikiranku. Jadi buat apa aku peduli dengan omongan mereka dan pandangan mereka. Hidupku terlalu singkat dihabiskan untuk memuaskan keinginan orang lain. Tapi lebih banyak lagi orang yang berpikir sebaliknya.

Okelah, pemikiran tiap orang berbeda begitu juga prioritasnya. Dan kamu nggak bisa memaksakan pendapat kamu atau pemikiran kamu kepada orang lain. Mungkin konsep pemikiran kita jauh berbeda. Aku tipe yang tidak peduli dengan apapun dan tidak peka terhadap perasaan orang lain. Dan kamu tipe yang sangat peduli dengan pendapat orang lain tentang diri kamu dan sangat menjaga nama baik kamu dimata orang-orang. Maaf kalau pada akhirnya tindakanku membuatmu tersinggung dan marah. Mungkin omonganku yang apa adanya, malah jadi bumerang bagi kamu dimata orang-orang di sekeliling kamu. Mungkin tanpa aku bermaksud gegara ini kamu jadi dianggap nggak benar. Dan itu sangat mengganggu kamu sampai-sampai kamu balas menyinggung aku.

Aku cuma mau kamu memikirkan lagi semuanya. Apa yang aku katakan adalah kebohongan? Tidak. Karena kamupun tahu, yang aku katakan benar. Apakah dimana aku berbicara ini tempat yang salah? Bagi aku mungkin hal yang biasa tapi bagi kamu itu nggak. Apakah sampai sejauh itu dampak masalah ini kekamu dan pemikiran orang lain terhadap kamu? Menurutku kamu terlalu jauh berpikir. Dan kalaupun memang benar itu terjadi, kamu harusnya tahu kamu memang nggak sebersih itu. Orang-orang juga nggak jauh beda sama kamu. Mereka punya rahasia yang mereka tutupi. Mereka juga punya keburukan, kesalahan. Mereka cuma manusia. Sama seperti kamu dan aku. Dan seharusnya ini bukan masalah besar.

Saranku cuma satu. Berhentilah berpura-pura tak punya cacat dan terimalah diri kamu apa adanya. Nggak usah menutupi hal-hal yang menurut kamu tidak layak tapi adalah bagian dari diri kamu seutuhnya. Lebih baik orang melihat kamu jelek walau sebenarnya kamu tidak seperti itu. Daripada terlihat sempurna padahal tidak. Dan kalau mereka tidak mau menerimamu dengan segala kebaikan dan keburukanmu, seharusnya kamu menyadari teman yang baik tak seperti itu. Kamu tahu dimana mencariku setelahnya. Karena teman yang baik juga bisa memaafkan segala kesalahan temannya, tetap menerima dengan tangan terbuka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s