NYESEK itu, Ketemu Mantan di Saat Kamu Tidak Oke!

Bayangkan situasi ini, kamu bertemu mantan yang dulu mencampakkan kamu demi orang lain. Dan dia terlihat semakin keren, sukses plus bahagia. Sementara kamu belum mapan, jomblo dan tidak dalam kondisi terbaik. Padahal dulu kamu pernah berpikir (dan semua orang yang dicampakkan pasti juga memikirkan hal yang sama) bahwa kau akan muncul dihadapannya dengan keadaan jauh lebih baik daripada saat ditinggalkannya. Dan membuat dia menyesal setengah mati telah membuangmu. Tapi kenyataannya tak seindah itu. Cuma 1 kata yang bisa menggambarkannya, NYESEK.

Hidup terasa tidak adil ya? Kok Tuhan tega sih orang seperti dia kehidupannya cemerlang dan kamu malah jadi pecundang. Yeah, pecundang yang menyedihkan. Sebenarnya keadaan kamu saat ini sama sekali nggak ada hubungannya dengan mantan. Kegagalanmu. Kesusahan dan segala kekacauan yang terjadi dalam hidupmu. Tapi kamu pasti bertanya-tanya dalam hati, betapa Tuhan mengujimu dengan keras sedangkan dengannya Tuhan malah memberikan segala kemudahan. Dimana letak keadilan? Well, kita tidak pernah tahu apa-apa. Tapi yang jelas dan dapat kamu yakini dengan pasti, Tuhan tidak pernah salah mengirimkan kebahagiaan, rezeki dan segala kebaikan terhadap seluruh mahkluk ciptaannya. Bahkan terhadap seekor cacing di tanah ataupun setitik paramecium. Tidak pernah ada yang luput dan tidak pernah ada yang tidak dapat. Tuhan tidak pernah melakukan kesalahan sekecil apapun. Jadi jangan berpikir kalau Tuhan jahat padamu. Kau hanya tidak tahu, rencana indah apa yang sudah dirangkai-NYA hanya untukmu. Kau belum tahu saja, teman.

Kita kembali kemasalah PERMANTANAN. Tidak semua orang pernah merasakan dicampakkan oleh orang yang disayangi. Tapi kau tentu bisa menebak bagaimana rasanya. Sakit, tentu saja. Merasa tidak berharga. Marah. Kecewa. Terluka. Dan yang paling parah adalah kehilangan rasa percaya terhadap orang lain dimasa-masa yang datang. Seperti yang aku alami saat ini, sudah bertahun-tahun tapi aku masih belum bisa untuk jatuh cinta lagi. Bukan tidak ingin, aku malah sangat ingin bisa jatuh cinta lagi. Tapi keadaan jadi sulit buatku. Aku jadi sangat pemilih. Sinis. Menutup diri. Sukar percaya. Dan tidak yakin apakah diluar sana memang ada orang yang tepat hanya untukku. Kupikir aku masih belum sembuh dari trauma dicampakkan oleh kekasih terakhir, bahkan setelah bertahun-tahun. Ini bukan cerita yang indah ya? Aku tahu rasanya. Karena aku sedang menjalaninya. Dan kuharap kau tidak pernah mengalaminya. Bukan hal menyenangkan untuk dikenang, serius deh.

Tapi tidak ada yang bisa menyembuhkan hati. Bahkan tidak dengan jatuh cinta lagi. Dan ada banyak luka yang hanya bisa disembuhkan dengan berjalannya waktu. Seperti sakitnya dicampakkan seseorang. Cuma Tuhan yang tahu kapan saat melupakannya dan bergerak maju untuk keadaan yang lebih baik. Semua teori move-on tidak selalu manjur tapi tidak ada salahnya untuk dicoba. Karena toh kau tidak akan kehilangan apapun, lakukan saja dan berharap semoga kau bisa sembuh.

Terus terang aku bukanlah orang yang ahli dalam masalah cinta (kurasa semua orang menyadari hal itu. Dilihat dari pengalamanku dan status singleku. Wkwkwk.) Tapi aku orang yang tahu bagaimana sakitnya patah hati, berusaha untuk Move-on dan bertahan di rimba perjombloan yang menyedihkan. Aku tahu betapa para jomblo berharap bukan hanya sekedar mendapatkan status berpacaran. Lebih dari itu, kita hanya ingin bisa bahagia dengan atau tanpa kekasih. Bukankah kebahagianlah yang paling penting di dunia ini, dibandingkan dengan segala hal(harta, kekuasaan, bahkan kesehatan dan umur panjang tidak ada artinya bila kau tidak bahagia).

Jadi saranku berdasarkan pengalaman dan pengamatan terhadap orang lain yang merasakan hal yang sama, ada 5 poin yang penting untuk kau ketahui.
1. Jangan terpaku untuk segera punya pasangan kalau hatimu masih penuh dengan orang sebelumnya.
2. Jangan terlalu lama sendiri, nanti kamu jadi lupa betapa nikmatnya terikat dengan seseorang yang peduli denganmu.
3. Jangan terlalu membenci mantanmu, nanti kau jadi sulit terlepas darinya.
4. Jangan segampang itu memberikan hatimu, kalau ternyata melukainya mudah sekali.
5. Jangan pernah berhenti percaya bahwa akan ada seseorang dimasa depan yang akan menjadi perhentian terakhirmu.
Last but not least, selama urusan jodoh masih dipegang Tuhan para jomblo masih ada harapan. Semua akan baik-baik aja, mblo. Anyway, semoga kau segera menemukan kebahagiaanmu sendiri. (Untuk para #JombloUnited, mari kita melakukan tarian pemanggil hujan kawan).

7 thoughts on “NYESEK itu, Ketemu Mantan di Saat Kamu Tidak Oke!

  1. ahhahahha…… itulisan ini sama persisi dengan kehidupan nyataku sekarang…sungguh mengenaskan memang nasib orang yang tercampakkan😀

    happyblogging kak… kalau ada waktu silahkan berkunjung ke blog ku juga ya😀 expresiuci.blogspot.com

  2. you not alone…tuk keadaan itu….q tau bangt rasanya…kl km ibarat beras sdah jd nasi…tp pergumulan q sdang dlm kondisi spt kutiban tulisan km ini ” Kegagalanmu. Kesusahan dan segala kekacauan yang terjadi dalam hidupmu. Tapi kamu pasti bertanya-tanya dalam hati, betapa Tuhan mengujimu dengan keras sedangkan dengannya Tuhan malah memberikan segala kemudahan. Dimana letak keadilan? “…hehe..tk mudah asli…biarpun usia q sdh di pertengahan abad…tks atas keterbukaan itu…sepertinya perlu komunitas snasib dan sepenanggungan….( biar kalo mau ngubur doanya seirama hehe…bercanda…) salam kenal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s