Tentangmu, Yang Telah Pergi

Ternyata, mengenangmu masih saja menyakitkan bagiku.
Berbicara tentangmu masih menimbulkan sedikit sedih.
Aku belum bisa santai menghadapimu.
Aku belum bisa lega bila bertemu denganmu.
Aku belum bisa nyaman dan menganggapmu bukan apa-apa lagi.

Sejujurnya aku tidak tahu kenapa bisa begini.
Bukan karena cinta yang terlalu besar.
Juga bukan karena belum bisa melupakanmu.
Mungkin hanya trauma karena perpisahan kita.
Kau memperlakukanku buruk dan aku tak dapat melakukan apapun untuk membalasnya.
Yang paling menyakitkan bukan karena kau meninggalkanku demi orang lain.
Tapi mengetahui sedetikpun yang pernah kita lalui adalah kebohongan besar.
Bahwa kau tak pernah benar-benar tulus padaku dan itu yang menghancurkanku.
Betapa bodohnya aku bisa percaya kau.
Yang tersisa dari aku hanyalah kegetiran.
Aku yang berusaha keras melupakanmu.
Memblokir semua akses yang berkaitan denganmu.
Aku pikir aku sudah bisa tenang tapi nyatanya tidak.
Saat ada yang menyinggung namamu hatiku langsung mencelos.
Saat ada yang bercerita tentangmu aku gelisah dan ingin berlari.
Dan saat kau benar-benar muncul, aku tidak sanggup berada disana.
Panggil aku pengecut, tapi aku lebih memilih menyelamatkan kepingan hati yang tersisa daripada gagah-gagahan di depan semua orang dan kamu.

Aku tidak ingin dikasihani dan tak butuh itu.
Kau tidak punya hak untuk membuatku merasa tidak bahagia.
Kau jangan muncul lagi di hadapanku.
Jangan pernah datang lagi dalam duniaku.
Jangan merasa bersalah.
Jangan pernah menyesal.

4 thoughts on “Tentangmu, Yang Telah Pergi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s