Bekas-Bekas Luka Yang Tidak Hilang

Aku pernah terbaring tak berdaya. Dengan tubuh lebam, terluka dan berdarah.
Tetapi lebih dari itu.
Perasaanku hancur, marah dan malu. Bahkan aku berharap saat itu aku mati saja.
Aku tidak ingin lagi hidup, memijak bumi dan menghirup udara yang sama dengannya.
Aku berkali-kali berharap aku lenyap saja dan menjadi buih.
Atau menghilang seperti asap. Menjadi sesuatu yang tidak bermassa lagi.
Dan setelah waktu berlalu, keadaan tetap tidak membaik untukku.
Aku merasa ketakutan dan mencurigai semua orang.
Aku menyadari diriku hina dan kotor meskipun aku tidak sepenuhnya bersalah.
Aku sampah menjijikkan bukan?

Berkali-kali aku membunuhnya dalam pikiranku.
Dengan cara-cara yang paling menyakitkan dan paling hina.
Tetapi tetap saja duka ini masih bertahta dan merajaiku.
Tak bisa lepas dan melupakan semua yang telah terjadi.
Aku tidak bersalah.
Hanya korban dari kekejaman hati manusia.
Aku tidak pernah bersalah.
Ini bukan inginku.
Tapi luka ini tak bisa hilang, tak bisa dibersihkan dan tak bisa dilupakan.
Selalu ada, bagai mengintai dalam gelap sepanjang hidup.

One thought on “Bekas-Bekas Luka Yang Tidak Hilang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s