Something That Unrepairable, Heart. Love. Bad Memory.

Terkadang, selintas aku mengingat dia. Yang pernah jadi bagian penting di hidupku, yang pernah melukai dan yang aku tinggalkan dengan kejam. Yah, pada akhirnya aku realistis dan meninggalkannya disaat dia sangat membutuhkanku dan terpuruk. Sudah cukup buruk saat bersamanya, tapi aku lebih menyelamatkan sekeping hati yang tersisa. Aku tetap harus mengutamakan diriku sendirikan? Jadi aku memilih pergi.

Kalau diingat, tak semua hal tentangnya jahat. Dulu kita pernah tertarik satu sama lain, saling memprioritaskan. Tergila-gila. Jatuh cinta. Lalu ada saat-saat cemburu, marah dan saling menyakiti.

Aku pernah bertahan. Mencoba memberi kesempatan. Mempercayaimu lagi dan lagi. Aku buta. Aku tidak mendengarkan nasihat teman-temanku. Mereka bilang aku bodoh. Ya. Aku tahu aku memang bodoh dengan tetap bersamamu. Menutup mata, meskipun aku tahu dengan pasti di belakangku kamu tidak berubah. Kamu masih sama. Pembohong alami. Pengkhianat. Perayu ulung. Pematah hati. Dan entah apa lagi. Aku membencimu, berkali-kali. Tapi aku juga mencintaimu.

Namun kemudian cinta ini tidak membahagiakanku. Cinta ini menghisap semangat dan kekuatanku. Aku tak lagi bisa tersenyum dari hati untukmu. Aku gelisah di sampingmu. Aku selalu curiga dan tak percaya denganmu. Aku tak lagi menganggapmu sebagai partner dalam kisah kita. Aku hanya ingin mengikatmu. Aku mau menaklukkanmu tapi tak ingin bertanggung jawab.

Lalu sampailah aku pada ujung, keputusan yang kupertimbangkan sejak lama. Aku mencampakkanmu. Tak tertarik lagi. Tak menganggapmu sebagai bagian dari masa depanku yang penting.

Kau sudah menjadi sesuatu yang tak berharga dan tak ingin kukenal. Aku bahkan tidak ingin orang lain tahu, kita pernah bersama. Aku malu karenamu. Aku bahkan menganggap kisah kita kesalahan sesaat yang kusesali. Kau tak berharga, sayang. Semua sudah berakhir di detik pertama kau menggoda gadis lain meskipun tak kulihat.

Kamu marah. Tidak terima. Berusaha membuatku bersalah dan kembali. Sedihnya, aku bahkan tak punya rasa simpati ataupun kasihan untukmu. Aku melihatmu sebagai orang asing yang aneh.

Mengapa kau tak belajar, ada hal-hal yang tak bisa kembali meskipun kau menginginkannya setengah mati. Seperti cinta yang mendingin karena pengkhianatan dan rasa lelah. Persis seperti yang kurasakan.

Jadi sayang, lain kali jangan perlakukan gadis berikutnya seperti kau berlaku padaku. Mengejarnya, membuatnya mencintaimu kemudian menyia-nyiakannya. Dan saat ia memutuskan untuk pergi dari hidupmu, kamu menahannya. Mengemis, memohon bahkan memaksanya untuk kembali. Itu tidak akan berhasil. Setidaknya untukku. Karena hati yang telah berubah, cinta yang sudah hilang, harapan yang hancur, kenangan menyakitkan. Tak bisa diperbaiki lagi.

Apa yang dapat kupetik dari kisah ini adalah : Aku pernah salah dan aku membayarnya. Aku pernah bodoh dan aku belajar dari itu. Aku pernah jatuh cinta dan salah memilih, aku menyesalinya tapi tak bekutat di situ terus. Aku pernah bahagia, aku pernah terluka dan aku pernah membalasnya. Aku pernah jahat dan kejam, aku menyadarinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s