TANPA KAMU

Kamu bagiku seperti mantra yang diucapkan untuk menyembuhkan rasa sakit.
Kamu bagiku seperti udara yang kubutuhkan untuk bernafas dan tetap hidup.
Kamu bagiku seperti bintang utara yang menjadi patokan untuk pulang, dimanapun aku berada.
Kamu bagiku adalah kebahagiaan, harapan dan mimpi-mimpi akan masa depan.
Tapi kamu tidak begitu terhadapku.
Bagimu aku bisa digantikan oleh siapa saja.
Bagimu kehilangan aku hanya butuh sesaat untuk melupakannya.
Bagimu aku tak lebih dari salah satu dari yang lain.

Cih, sangat menyakitkan memang.
Bagaimana bisa perasaan ini berkembang begitu hebatnya, sementara kamu tak memberi apa-apa?
Bukan persoalan memberi dan menerima, tapi cinta harusnya seimbang. Tak boleh berlebih atau terlalu kurang.
Tapi aku tak bisa memaksamu untuk merasakan hal yang sama dengan yang kurasakan.
Mungkin ini hanya perasaan sepihak saja, dimana kau tak bermain dengan hatimu tapi hati orang lain.
Jadi cukup sampai disini, aku memutuskan hanya disini saja.
Kebahagiaanku tak lagi tergantung padamu. Harapan tak lagi kusampirkan terhadapmu, apalagi mimpi-mimpi masa depan.
Kau sudah keluar dari hidupku.
Meski tak semudah itu melupakan perasaan yang pernah ada. Menjalani hidup tanpa ada kamu. Melepaskan semuanya dan melangkah maju.
Tapi pasti bisa, aku yakin bisa.
Masa depan tanpa kamu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s