Makan Uang Rakyat dengan Percuma

Gambar

Ketemu dengan seorang teman lama yang sekarang sudah menjadi pegawai negeri sipil. Cerita ngalor ngidul tentang kerjaannya. Saat ini ia sedang disekolahkan lagi oleh instansi tempat ia bekerja. Wuih, sedap ya? namun ada hal yang sedikit mengganjalkan bagiku. Ia bilang dalam sebulan ia bekerja maksimal hanya dua minggu selebihnya ia bisa pulang ke rumah orang tuanya (maklum daerah tempat ia bekerja dan tempat tinggal orang tuanya beda kabupatentapi bisa ditempuh beberapa jam perjalanan naik sepeda motor) dan bersantai-santai. Tetap digaji Broh.

Lalu karena aku orang yang ‘munafik’  aku tanya dong. “waktu kerja kamu seni sampai jumatkan? terkecuali libur nasional.” dia jawab “betul”.

“kamu kerja siapa yang gaji?” tanyaku lagi. dia mesem-mesem “pemerintah!”

“oke. pemerrintah dapat duit darimana?” cecarku lagi. dia makin salah tingkah. “rakyat.”

“so, kamu digaji oleh uang rakyat untuk kepentingan rakyat. kalau kamu bolos selama waktu kerja kamu itu, artinya kamu digaji rakyat untuk bolos dan bersantai. kamu yakin kamu pantas digaji untuk seperti itu?” kataku tanpa tendeng aling-aling.

aku berhak marah dong. soalnya aku bayar pajak dan dia temanku, sudah sepantasnya aku mengingatkannya.

“tapi semua orang ditempat aku kerja melakukan itu. lagipula selama aku kerja dua minggu itu target aku tercapai. ” ujar dia membela diri.

Lah, kalau semua orang melakukan hal yang salah kita harus ikut-ikutan? kitakan bisa memilih untuk melakukan hal yang benar, meski sendirian. seharusnya begitu.

“terus kalau semua orang melakukan hal yang salah kamu mau ikut-ikutan, masuk neraka bareng gitu?” aku tertawa mengejeknya. “kamu kerja untuk target atau untuk kepentingan rakyatsih? kalau emang begitu gimana pertanggung jawaban kamu terhadap jam-jam kerja kamu dimana kamu nggak ada ditempat. tapi ada yang nyariin kamu dan butuh sama kamu, kerjaan kamu? kamukan abdi rakyat.” tambahku makin sengit.

dia diam. dan akhirya kami berpisah tanpa berkata-kata.

well, aku cuma bisa bilang aku nggak bangga dengan orang-orang yang ‘makan uang rakyat dengan percuma’. mereka sama aja dengan koruptor yang makan uang haram. walaupun itu teman atau saudara sekalipun. seharusnya kalian lebih menghargai kesempatan dan pekerjaan kalian sebagai pegawai negeri sipil aka orang yang digaji rakyat. mengingat ujian masuknya yang ‘super sulit’ dan betapa tak semua orang bisa menjadi seperti kalian. rakyat itu majikan kalian cuy, bukan sapi perah.

intinya yang salah ya tetap salah meskipun dikerjakan oleh hampir semua orang di dunia. yang banyak itu belum tentu benar. dan ngapain kita ikut-ikutan melakukan hal yang tidak benar, kalau kita tahu yang seharusnya seperti apa. memang nggak pernah mudah melakukan hal baik dan benar. tapi bukan nggak mungkin untuk dilakukan. hanya saja butuh lebih banyak tenaga dan keinginan yang kuat untuk mewujudkannya. dan pilihan jelas ditangan kamu. mau benar atau mau salah.

anyway, aku mau ngucapin “selamat hari raya idul fitri” dan “dirgahayu Indonesia”. mohon maaf lahir dan batin. meskipun telat, hehehe.

sorry banget belakangan ini jarang posting tulisan. kebetulan sinyal operator yang aku pakai hilang hanya di daerahku. sepertinya aku harus ganti operator lain. dan ini aku posting melalui warnet, dimana papan keyboardnya parah. nyaris harus digebukin karena hurufnya macet. hiks.

harap dimaklumi yah, aku tetap nulis kok meski nggak posting. kalo keadaan membaik aku posting sekaligus.

salam sayang, Yona Sukmalara yang lagi jauh dari peradaban.

4 thoughts on “Makan Uang Rakyat dengan Percuma

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s