Antara Sulit Move On, Operator A dan Tentang Cinta

Gegara sinyal operator telefon genggam yang aku pakai rusak hanya di daerahku. Seluruh aktifitas ngeblog dan sosial mediaku jadi terhenti. Dan belum bisa move on dari operator A yang ngasih paket Blackberry murah meriah muntah. Well, padahal dulu aku udah pakai operator T yang jaringannya paling luas tapi mahal. Secara aku pakai paket BB yang full service sebulan 90ribu rupiah (belum termasuk pulsa buat sms dan telefon). Pas ada promo dari operator A yang paketannya cuma 30ribu rupiah perbulan dan nyaris full service (emailnya nggak yahoo tapi blackberry.operator A) aku langsung mandah. Dan ternyata sms dan telefon dari operator A ke operator lainnya juga murah. Makin cintalah aku ke operator A.

Setelah sekitar setengah tahun pemakaian tidak ada masalah yang mengganggu namun ternyata sekitar akhir bulan Juli yang lalu sinyal tiba-tiba hilang, hanya di daerahku. Di kabupaten sebelah dan wilayah Indonesia lainnya sinyal jaringan operator A baik-baik saja. Great bangetkan? Hahaha. Yeah, aku kecewa sih. Tapi mau gimana? Operator A memang ngasih pelayanan yang murah meriah tapi perbaikan jaringannya sangat lambat (aku penasaran sampai kapan keadaan begini dibiarkan? Aku udah kirim email keluhan, juga mention ke akun twitter operator A). Sayang sekali. Padahal pengguna opreator A untuk Blackberry di Indonesia, aku rasa paling besar. Namun tidak ditunjang dengan perawatan dan perbaikan jaringannya di daerah-daerah. Mungkin disini letak perbedaannya dengan operator lain yang harga paketannya lebih mahal. Kualitas pelayanan yang lebih baik.

Aku berharap secepatnya jaringan sinyal operator A di daerahku diperbaiki sehingga kami para pengguna setia kartu gsm A di daerahku dapat menikmati pelayanan kembali. Dan untuk sementara ini aku belum bisa memutuskan untuk memakai kartu gsm dari operator lain. Masih bingung walaupun sudah mengechek di internet paketan Blackberry dari berbagai operator lain. Belum ada yang semurah dan lengkap seperti operator A, mendekati saja tidak. Duh, makin nggak bisa move on.

Jadi begitulah cerita singkat tentang kesetiaanku pada operator A yang baru setengah tahun saja kupakai. Mengalahkan kesetiaanku selama nyaris 8 tahun kebersamaanku dengan kartu dari operator T yang nggak pernah ngasih kemudahan, diskon atau bonus murah pada pelanggan tetapnya. Sama kayak cinta dan perasaan yang nggak pernah dirawat dan diberi perhatian, waktu akhirnya mengubahnya. Sebesar apapun cinta dan kesetiaan itu pada awalnya kalau tidak diperjuangkan sampai akhir pasti akan berubah juga. Dan orang-orang sering lupa, mereka pikir setelah bersama atau menikah, mereka nggak perlu lagi berusaha untuk memenangkan cinta. Dan mereka salah besar. Cinta itu nggak pernah berhenti sama seperti waktu. Harus tetap diperjuangkan sampai kapanpun. Karena perasaan manusia itu hidup dan bisa berubah kapan saja.
Cinta itu hal yang sulit diraih dengan cuma-cuma, tapi kalau kau mendapatkannya, kau akan menerima kesetiaan dan rasa hormat sebagai bonusnya. Impaskan dengan segala kesukaran yang telah kau lalui? Menurutkusih begitu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s