Dongeng Wanita Penyuka Bayangan dan Sebuah Cahaya

Tersebutlah disuatu jaman yang tidak tercatat dalam sejarah peradaban. Seorang anak perempuan tumbuh dan berkembang menjadi dewasa dalam kesendirian yang pekat.
Karena ia hidup pada masa dimana keamanan kurang terjamin untuk kaumnya, maka seperti perempuan lain di negerinya ia hidup terkungkum dalam lindungan ketat.
Saat beranjak dewasa dan mengerti hidup, ia mulai menyukai bayangan.
Ia memang lahir dan hidup dalam kegelapan namun sesekali saat sinar menerobos masuk dalam bilik kecilnya, ia bisa melihat banyak bayangan yang berdansa mengelilinginya.
Hal tersebut membuatnya suka cita tak terkira, ia bisa berbahagia hanya dengan melihatnya.
Lalu disuatu hari seperti biasa yang sangat gelap dalam kehidupan sehari-harinya, seberkas cahaya yang kecil menuntunnya keluar dalam lorong-lorong gelap menuju kamarnya.
Dimana kali ini tak ada seorangpun yang ada dan menyadarinya.
Hanya ada sebuah pintu kayu tebal kini menghalanginya dengan dunia luar.
Dunia yang tak pernah ia lihat dan bayangkan sebelumnya.
Wanita tersebut bimbang, ia dapat melihat cahaya yang sangat terang merembes keluar dari celah daun pintu.
Menggodanya. Sangat menimbulkan rasa ingin tahu yang memabukkan baginya.
Membuat ia sangat penasaran hingga rasanya hidupnya tergantung pada semua ini.
Sebuah langkah kecil di luar pintu tersebut.
Namun beranikah ia mengambil kesempatan yang mungkin tidak akan pernah datang lagi dalam kehidupannya yang membosankan?

Wanita penyuka bayangan menguatkan dirinya dan sudah memutuskan.
Perlahan jemari kurusnya menarik pintu hingga terbuka lebar dan ia memberanikan diri keluar.
Sejenak matanya dibutakan oleh sinar terang yang langsung menerjang matanya yang terbiasa dengan kegelapan.
Ia buta untuk sementara. Dan merasa setengah mati ketakutan.
Namun saat pupil matanya dapat beradaptasi dengan ribuan warna, segera saja wanita tersebut menyadari bahwa dirinya sedang bermandikan cahaya matahari yang terasa hangat menjalari permukaan kulitnya.
Ia mendongak melihat kesekeliling, dunia yang bermandikan cahaya terang, tampak begitu indah dimatanya.
Penuh dengan segala macam warna berkelap-kelip tersenyum padanya, melambai-lambai.
Ia tak pernah melihat yang seperti ini.
Belum pernah melihat selain kegelapan dan hitam.

Ia tersenyum, sangat bahagia. Mungkin inilah senyum terindah yang pernah ia lakukan.
Ia bahkan masih bisa melihat bayangan yang disukainya, banyak sekali bayangan dibalik segala hal yang terlihat olehnya.
Wanita penyuka bayangan tertegun, dan ia menyadari bahwa cahayalah yang membuat bayangan ada.
Dan betapapun ia sangat menyukai bayangan, perasaan yang jauh lebih kuat merasukinya saat ia berada di bawah cahaya.

Namun sayangnya wanita tersebut hanya punya satu kali kesempatan, untuk berada di tempat tersebut.
Selanjutnya ia kembali terkurung dalam bilik gelapnya hingga sisa waktu hidupnya yang panjang.
Tapi ada yang berubah, tentu saja keadaannya tetap sama.
Sayangnya tidak lagi bagi wanita tersebut. Kali ini semua hal sudah berbeda dalam pikiran dan hatinya.
Tidak pernah bisa sama lagi.
Tak bisa kembali seperti sebelumnya. Wanita tadi masih sangat menyukai bayangan yang muncul sesekali dibawa cahaya yang tersesat.
Jauh di dalam lubuk hati dan ingatannya, ia tak pernah bisa melupakan satu hari lalu dimana ia pernah bermandikan cahaya.
Sinar yang hangat dan terang menelingkupinya dari ujung rambut hingga kaki.
Dan ia sudah jatuh cinta di detik pertama saat ia keluar dari pintu itu.
Wanita penyuka bayangan menyimpan semua kenangan itu baik-baik dan mengingatnya seperti baru kemarin sore.
Wanita ini meyakini suatu saat sang cahaya yang terang akan kembali padanya, untuk selamanya.

Hingga disaat nafas terakhirnya, wanita tersebut melihat cahayalah yang menjemputnya untuk pergi.
Dan ia dengan senyuman paling merekah bagai kelopak bunga mekar, menyambut dengan sukacita.
Bergandengan laksana dua orang sahabat yang telah lama tak bersua dan akan melakukan perjalanan mengasyikkan yang pernah ada.

One thought on “Dongeng Wanita Penyuka Bayangan dan Sebuah Cahaya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s