Meragukan Sejarah G30 S PKI versi Soeharto

Ada yang ingat tanggal 30 September hari apa? Yak, benar. Hari kesaktian Pancasila.

Setelah 30 tahun lebih Soeharto berkuasa dan tumbang. Saya pribadi kok jadi meragukan hubungan pengkhianatan Partai Komunis Indonesia dan penculikan serta pembunuhan para Jenderal saat itu. Benar para Jenderal dibunuh, tapi apa benar pelakunya PKI? Kemudian kenapa saat itu Soeharto yang hanya berpangkat Mayor Jenderal, malah mendapat kuasa sebagai pimpinan tertinggi? Toh masih ada Jenderal yang pangkatnya lebih tinggi dari dia. Tapi kenapa harus dia?
Belum lagi setelah ia berkuasa, Presiden Soekarno malah diasingkan dan dianggap terlibat dengan PKI, sampai kematian menjemputnya.

Padahal menurutku Soekarno tidak salah membiarkan PKI ada, toh PKI juga merupakan rakyat Indonesia. Bagian dari rakyatnya juga. Adalah hak azasi mereka untuk memiliki ideologi komunis, dan Soekarno tak bisa dan mau menghalangi rakyatnya.

Sejarah yang kita tahu selama bertahun-tahun ini, hanyalah sejarah versinya Soeharto. Sejarah yang disitirnya dan selalu dipropogandakan dengan pemutaran film G 30 S PKI secara berulang-ulang selama masa kekuasaanya. Dimana dirinya diperlihatkan sebagai pahlawan yang membawa kemenangan untuk rakyat Indonesia.

Tapi jujur, sejarah gelap ini masih banyak meninggalkan tanda tanya. Benarkah saat itu PKI berkhianat? Benarkah Soeharto mendapatkan kekuasaannya, bukan memaksa Presiden Soekarno yang sedang sakit? Dimana Surat Perintah Sebelas Maret yang asli yang menjadi alas dasar kekuasaan Soeharto saat itu?
Mengapa sepertinya terlihat bahwa Soeharto yang kudeta dan menyalahkan PKI, lalu dengan Supersemar(yang sampai kini surat aslinya tak pernah dapat ditunjukkan) menguasai Indonesia.

Yang nyata terjadi dalam masa pemerintahan Soeharto adalah hanya ada 3 partai yang diakui. Dan partai Golongan Karya merupakan partai negara. Dimana pemilu yang selama 32 tahun masa jabatan Soeharto adalah kepura-puraan saja. Formalitas, karena yang menang pasti Golkar. Gimana nggak menang, kalau seluruh PNS, Polisi, Tentara diwajibkan milih Golkar. Bahkan orang-orang yang menjadi karyawan perkebunan juga wajib memilih Golkar (ini kenyataan. Ayahnya temanku bekerja di perkebunan Nusantara IV dan mereka mengakui dipaksa memilih Golkar saat itu).

Soeharto memerintah dengan tangan besi. Siapa yang vokal dan berani mengkritik, siap-siap aja menghilang atau dicokok untuk dipenjara. Dan kebobrokan demokrasi Indonesia saat ini, adalah salah satu warisan dari bapak kita Soeharto. Jadi masih bisakah kita menganggapnya pahlawan?

Saya bukan membenci Pak Harto, saya hanya mau sejarah diluruskan agar generasi muda yang akan datang. Mengetahui sejarah Indonesia baik itu kelam atau tidak. Agar mereka bisa belajar dan tidak mengulangi kesalahan yang sama di masa depan.

Cinta Dalam Sepotong Koran

Well, kalau orang lain mungkin mendapatkan bunga, perhiasan, pakaian bermerk, sepatu atau tas branded sebagai ungkapan kasih sayang. Maka untukku berbeda, yah walaupun aku juga nggak bakal nolak dikasih hadiah seperti itu. He3x.
Aku baru saja mendapatkan kiriman sebuah koran, jauh-jauh dari kota Medan (aku tinggal di Sumatera Utara tapi di sebuah kecamatan yang terletak di kabupaten Asahan). Dan kiriman ini, tentu saja bukan dari kekasihku tetapi dari Mamakku (kakak lelaki ibu dalam bahasa minang. Paktua dalam bahasa batak atau Pakde kalau orang jawa bilang).

Apa hebatnya koran ini sampai Mamakku bela-belain menitipkannya pada saudaraku yang kebetulan mengunjunginya?

Koran ini, hanya koran biasa walau tidak dijual sampai ke daerahku. Tanggalnya pun telah lewat. Tapi isinya penuh dengan lowongan pekerjaan CPNS dari berbagai kementrian yang sedang membuka penerimaan.

Can you see it?
Aku tahu sekarang kau pasti dapat melihat gambarannya. He3x. Aku sedang menganggur dan belum menemukan pekerjaan lagi. Dan Mamakku berharap aku mau mengikuti penerimaan CPNS tersebut atau lowongan kerja lain yang ada di koran tersebut.

How sweet, kan? Aku bisa merasakan kasih sayang dan perhatian yang begitu besar hanya dari sepotong koran yang ia kirim untukku. Orang lain mungkin akan bilang, “kalo emang sayang, kenapa nggak ngasih uang aja buat modal usaha, Yon? Masa cuma ngasih koran doang, iya kalo diterima. Lah kalo enggak, ya tetep nganggur kale…”

Yah, mungkin memang begitu. Tapi ini lebih baik daripada tidak ada sama sekali. Apa kau tahu? cinta itu bukan hanya kata-kata saja tapi juga tindakan. Mencintai itu bukan hanya memberi semua yang diinginkan oleh yang tercinta. Namun juga melarang, menasehati atau menamparkan kenyataan pada mereka yang kita cinta. Terkadang kita perlu membiarkan mereka terjatuh, terluka dan berusaha sendiri. Bukannya selalu membantu dan memanjakan mereka terus-terusan. Ini menurutku sih, nggak tahu kalo orang lain.

Jadi bagiku, koran ini bukan koran biasa. Koran ini sarat dengan harapan, doa juga perasaan tulus dari seorang Mamak kepada keponakan perempuannya. Dari sekian banyak keponakannya, beliau ingat padaku dan memberikan perhatian kecil yang khusus. Apa kalau kau dalam posisi aku, kau tak merasa dicintai?

Kalau aku jelas melihatnya disini, Mamakku ini menyayangiku makanya ia peduli. Tak pelu embel-embel lain dan tak ada alasan yang perlu aku ketahui, selain mengetahui betapa beruntungnya aku dicintai seperti itu. Karena membuat orang mencintai kita dengan tulus, tanpa harus melakukan apa-apa bukan hal yang mudah loh. Itu sebuah anugerah dari Tuhan.

Perhatian kecil, kepedulian, yang bagi kita mungkin bukan apa-apa. Tapi bisa jadi harta yang berharga bagi orang lain. Oleh sebab itu, jangan berhenti peduli dengan sesama, sekecil apapun itu. Dan pada siapapun itu. Karena kalau kita sudah berhenti peduli, kita akan kehilangan perasaan empati dan cinta. Dan kalau tak cukup banyak cinta, akan jadi apakah dunia kita kelak?

Jangan Jadi Jamban (Stop Ucapan Kotor)

Nggak pernah suka sama orang yang suka ngomong kasar dan memaki-maki. Seluruh isi kebun binatang sampai kekemaluan ibu bapaknya, pun disebutkan. Entah karena nggak bisa menahan emosi atau memang sudah hafal diluar kepala, jadi kata-kata kayak gitu mudah aja keluar dari mulutnya.

Orang yang suka cakap kotor, isi otaknya pasti sama kotornya dengan mulutnya itu. Orang-orang seperti ini sama sekali nggak bakal terlihat keren, justru kasian ngelihatnya. Karena perbendaharaan kata-katanya cuma meliputi ucapan kotor, nggak kreatif. Dan menyedihkan.

Kalau memang nggak bisa mengucapkan hal-hal yang baik, mendingan tutup mulut aja deh. Karena mulut yang fungsinya cuma muntahin kata-kata yang enggak enak didengar, apa bedanya sama closet pembuangan kotoran? So, pilihan ditangan kamu. Mau punya mulut kayak jamban atau tidak?

Please Don’t Make Me Say ‘I Quit’ (Berhenti Hidup)

Keluarga.
1 kata yang membuatku mendesah berat dan merasa seluruh dunia ini dibebankan di pundakku, seorang.

Setiap keluarga punya rahasia. Setiap keluarga punya masalah mereka sendiri. Dan keluargaku, aku tidak tahu kata yang dapat dengan pasti mengambarkannya. Yang jelas, setiap memikirkan keluargaku, membicarakannya dan berada di posisiku, aku merasa tidak bahagia.

Lucu, seharusnya seburuk apapun dan sesulit apapun keadaan yang menerpamu. Keluarga seharusnya menjadi tameng terakhir, tempat kau berlindung. Tapi kurasa, hal yang sebaliknya terjadi padaku. Keluarga adalah sesuatu yang dipaksakan Tuhan untukku dan yang paling bisa menyakitiku dengan sangat dalam. Dan malam ini sakit yang kurasakan, hanyalah salah satu alasan untukku menangisi ketidakberuntunganku. Hanya untuk malam ini, kuharap.

Aku merasa sangat lelah untuk hidup. Dan sering terpikirkan olehku, bahwa kematian tampak terlalu menggoda. Kau tahu apa yang masih membuatku bertahan, untuk tak mengakhiri segalanya?

Cuma harga diri. Sebuah harga diri yang tinggi dari seorang Yona Sukmalara. Siapa Aku? Aku seorang yang makan sekolahan, aku orang yang haus akan ilmu pengetahuan, aku orang yang selalu berpikir rasional dan tahu sedikit tentang dasar agamaku. Walau kuakui aku cenderung pesimis terhadap hidup. Dan sedikit suka menggugat Tuhan, meski kecintaanku terhadapnya lebih besar (toh, aku hanya manusia biasa, aku berhak salah dong). Dan terakhir, aku terlahir sebagai pemberani yang hanya tahu caranya maju, meski keadaan sangat sulit dan berat, aku hanya bisa maju untuk melanjutkan hidup. Begitulah keadaan diriku, aku tak hebat dalam apapun. Tapi nilai-nilai yang kupahamilah yang menahanku untuk terus melanjutkan hidup dan tak mengambil keputusan ‘berhenti’, cukup sampai disini. Kau mengerti maksudku?

Aku tidak tahu apakah orang lain juga bisa mengerti keinginan ini. Aku sangat tahu ini dosa besar yang tak termaafkan Tuhan. Siapa kita yang berani mengambil kehidupan yang telah ia beri? Meskipun itu hidup kita sendiri. Jujur saja, mungkin aku hanya lemah dan putus asa. Tapi tak punya keberanian untuk ‘berhenti hidup’. Bila bagi orang Jepang, harakiri adalah kematian terhormat. Dalam benakku kematian seperti itu, adalah tanda kepengecutan. Aku tak mau jadi pengecut seperti itu (harga diriku tak mengizinkanku). Karena berani mengambil keputusan untuk mengakhiri hidup, memang butuh nyali dan tekad yang kuat untuk melakukannnya. Tapi untukku pribadi, melanjutkan untuk tetap hidup, setelah luluh lantak di hancurkan badai kehidupan dan dipermainkan nasib, jauh butuh kekuatan yang lebih besar. Dan hanya orang-orang terpilih yang dapat melakukannya. Walau tak selalu dalam keadaan ‘utuh’ lagi ataupun sempurna.

Aku menantang hidup meski dengan keras kenyataan selalu menamparku, balik.
Aku sering kali patah, tapi tak pernah lupa untuk kembali tumbuh, meski tak indah.
Dan aku menahan erat, mengucapkan selamat tinggal.
Aku memilih hanya hidup, tetap hidup.
Cuma itu yang dapat kulakukan.
Yang terbaik dapat kupilih.

Kutukan K*ngen Band

@Fletzha, temanku tidak suka K*ngen Band. Biasanya dalam sebulan sekali, ia pulang kampung ke rumah orang tuanya. Dan selalu saja, di dalam perjalanan pulangnya mau naik mobil travel atau bis, pasti supirnya muter lagu K*ngen band sepanjang jalan. Bisa dibayangkan betapa enegnya perasaaannya? Padahal temanku ini termasuk haters garis keras.

Pernah suatu kali saat @Fletzha mau pulang, ia dengan sengaja memilih travel yang nggak ada audio playernya. Dia pikir, “wah, aman deh!”. Tapi saat dalam perjalanannya dia terbukti sangat salah. Mbak-mbak yang tepat duduk di sampingnya muter mp3 player dari handphone buatan Cina yang terkenal speakernya sangat menggelegar, K*ngen Band 3 album Full non stop. Temanku ini cuma bisa nyengir sambil berusaha nyumpal kupingnya dengan ear phone, dan berusaha mencuci otaknya dengan lagu-lagu Cold Play. Wkwkwkwk.

Kejadian yang sama, sebenarnya juga selalu menimpaku. Cuma bedanya kalau aku nggak cuma pas dalam perjalanan naik transportasi umum, macam angkot, bis dan travel. Dulu setiap kali aku main ke mall atau plaza, baik di Pekan Baru maupun Medan. Selalu dan selalu saja, toko yang aku masuki muter lagu K*ngen band. Seolah mereka tahu aja, kalau aku musuh besar band nggak jelas ini. Bahkan saat aku ke toko buku seperti Gramedia, rasanya nggak masuk akal kalau toko buku sekelas ini muterin lagu band tersebut. Tapi saat aku nongkrong di situ (gramedia Pekan Baru), lagu yang diputer adalah K*ngen Band, sob. Terkadang saat aku makan di warung atau kafe dekat kampus, kejadian yang sama selalu berulang. Takdir itu memang lucu ya? Dan aku yakin Tuhan punya selera humor yang baik dengan membuat kami, para Haters garis keras terkena kutukan K*ngen Band.

Kau tidak akan tahu atau mengerti gimana ini bisa terjadi dan seperti apa rasanya bagi kami, kalau nggak ngalamin sendiri. Kutukan K*ngen Band itu benar-benar terjadi pada para hatersnya. Saking nggak sukanya aku sama band tersebut temen-temen, sahabat dan keluargaku pun tahu. Bahkan mereka kadang malah suka sengaja ngebully aku, misalnya pas lagi nonton tv ada berita tentang vokalisnya yang muka, pantat dan kelakuannya nggak beda jauh, aku dipaksa nonton. Sebelkan?

Belum lagi kalau mereka denger K*ngen band dimana aja, kapan aja. Mereka langsung ingat aku dan bilang kalau denger K*ngen band, selalu aku jadi orang pertama dalam benak mereka. Annoying banget deh.

Aku dan @Flethza sama-sama nggak suka K*ngen Band, tapi suka bikin becandaan tentang band ini apalagi tentang mantan vokalisnya. Tiap baca berita atau liat infotaimen yang isinya mereka or si mantan vokalis, kami pasti bisa menemukan celah lucu untuk dibully. Yah, mungkin kutukan ini adalah karma kami karena selalu mencela mereka. Dan sejauh ini kami berdua, masih bisa survive dan ngakak lebar menghadapinya.

So, bagaimana dengan kalian para Haters K*ngen band yang lain? Adakah kalian juga merasakan dampak kutukan K*ngen band dalam hidup kalian?

Pacaran, Hamil dan Kawin

Nggak bisa ngerti mereka yang pacaran dan direstuin orang tuanya, eh… kok malah kebobolan. Terpaksa kawin karena udah hamil duluan. Tuh, kayak artis dangdut yang sempat dipuji MUI karena santun dan pakaiannya nggak seksi. Ckckck, apa susahnya sih menikah aja dulu. Yang pentingkan halal dan bebas mau ngapain aja.

Pacaran. Hamil. Terus terpaksa kawin. Ya, saya sebut terpaksa kawin. Karena kalau nggak hamil belum tentu akhirnya mereka jadi menikah. Secara yang namanya laki-laki baik, nggak mungkinlah mau ngerusak wanita yang dicintainya. Yang ia akan lakukan adalah meminta izin pada ayah si gadis, bukan menidurinya tanpa terlebih dahulu menikahinya.

Dan lelaki yang tak baik, brengsek dan kurang ajar, bisa saja meninggalkan wanita yang sudah ditidurinya tanpa mau bertanggung jawab. Meski wanita itu hamil. Ada aja deh, alasannya buat nolak bertanggung jawab. Namanya juga lelaki.

Yang bodoh itu perempuannya. Kenapa saya bilang begitu, coba kok mau-maunya diajak ‘tidur bareng’ meskipun dengan pacar sendiri. Kan belum nikah, belum dosanya, belum rasa bersalah dan malunya. Apa memang sebego itu? Atau memang juga nggak tahan nafsu? Atau memang terlalu naif, membuktikan cinta dengan melakukan seks diluar pernikahan.

Hello… Ladies! Otak tuh dipake dong, jangan cuma dijadikan pajangan doang. Mana ada lelaki baik yang mau merendahkan wanita yang dihormati dan disayanginya dengan menidurinya. Dan sebagai perempuan baik-baik, sudah sewajarnya kita menjaga diri kita yang berharga ini dengan lebih terhormat. Kalau kita aja nggak tahu gimana menghormati diri sendiri, gimana para lelaki di luar sana bisa menghargai kita dengan sepantasnya?

Dan jangan berharap orang lain mau respek dan menghargai kamu, kalau kelakuan kamu tidak mencerminkan wanita baik-baik. Yang harus kamu lakukan adalah menjaga diri kamu dan jangan mau diperlakukan dengan tidak pantas oleh siapapun. Orang-orangpun akan memperlakukan kamu dengan semestinya. Contoh nih : kalau kamu berpakaian sopan dan bertingkah laku santun. Kemudian ada pria bejat yang ‘nowel-nowel’ kamu. Terus kamu teriak minta tolong. Orang-orang di jalanan akan dengan senang hati menghajar si pria mesum tersebut. Tapi kalau kamu pakai pakaian yang ‘aduhai’ terus ada yang melecehkan kamu, orang-orang pasti nyalahin kamu. Karena kamu sendiri yang dengan provokatif mengundang maling datang. Walau sejujurnya, saya yakin tidak ada wanita normal di muka bumi ini yang bersedia untuk dilecehkan. Tidak mungkin ada.

See, nggak mudahkan jadi wanita. Yang baik-baik aja masih ada yang jahatin kok. Apa kabar yang nggak baik?

So Ladies, kembali saya katakan. Bagaimana orang memperlakukanmu, hal itu kembali ke ‘bagaimana’ kamu memperlakukan dirimu sendiri. Kalau kamu menghormati martabatmu, memperlakukan dirimu dengan selayaknya dan menjaga kehormatanmu, niscaya derajat kamu akan tinggi. Tidak pun dimata manusia, tapi di mata Tuhan pasti begitu. Bukankah itu yang paling penting?