Muncul Perlahan dalam Keheningan

Aku bertanya-tanya, kapan kau akan datang?
Mengapa membuatku menunggumu begitu lama?
Hingga aku nyaris meragukan-NYA.
Benarkah ia sudah menciptakanmu, teruntukku?

Aku tak percaya diri, kasih.
Aku tak percaya nasib baik, yang terkadang jarang memihak padaku.

Adakah kamu benar nyata?
Aku menantimu terus, seperti berharap matahari akan muncul diesok pagi.
Tapi kau bagai purnama yang hanya sesekali muncul, perlahan dalam keheningan. Dan aku hanya bisa memujamu dari jauh.

Aku menantikanmu selalu, laksana dalam lingkaran maze.
Aku tak menemukan jalan untuk kembali dan pintu untuk keluar.
Aku hanya bisa berlari, dan berlari ke arah yang kuyakin adalah kamu.

Bolehkah aku melihatmu?
Mendengar suaramumu?
Mempercayai keberuntunganku, bahwa kau adalah milikku?

Tuhan sang Maha, Ia tahu betapa berharapnya aku.
Ia menumbuhkan benih yang kini mekar dihatiku, sesuatu yang bisa membuatku berjanji akan hidup untukmu.
Dan bukannya mati bersamamu.
Meski keadaan teramat sulit hingga aku nyaris harus menyerah.
Meski tak pernah bisa mudah.
Meski kau tak lagi ada.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s