Sense Of Waiting Jodoh

Dari pada bertanya “Apa yang terjadi padamu? Mengapa kamu begitu lama?”
Aku lebih memilih untuk berkata “Pasti tak mudah untuk sampai di titik ini. Aku berterima kasih kau sudah kembali ke sisiku, dalam keadaan seperti apapun. ”
Memeluknya dan kelak berbahagia bersamanya. Sudah cukup bagiku.

Orang yang tak pernah merencanakan sesuatu, adalah diriku. Jika aku menginginkan sesuatu maka aku berjuang mewujudkannya. Berhasil atau tidak, tak masalah. Aku tidak akan menyesal dengan hasil akhir yang kuterima.

Aku sudah banyak belajar, dari pengalaman dan pengamatan terhadap orang lain. Tak ada yang bisa merencanakan sesuatu dengan pasti, karena takdir di tangan Tuhan.Dan soal cinta, jodoh dan kesendirian ini. Aku tak merencanakan apapun. Juga tak mencari-cari alasan mengapa begini dan begitu.

Aku memang sendiri, dengan hati yang mulai meragu, bertanya-tanya “Benarkah dia ada?”
Aku bahkan terkadang tak lagi mempercayai, dan berkata “Ah, cinta hanya omong kosong untuk mengisi hati-hati tak berdaya, agar tak kehilangan harapan. ”
Tapi sejujurnya aku masih berharap, karena Tuhan sendiri bagiku adalah Cinta.

Cinta yang begitu besar hingga untuk membalasnya, meskipun sebesar semesta ini kita berikan tetap tak mempunyai apapun yang tersisa untuk diri kita sendiri. Namun bukan itu maunya Tuhan, bukan untuk menjadikan kita tak memiliki apa-apa. Tapi bagaimana dengan seluruh ketiadaan itu malah membuat kita merasa kaya dan mempunyai segala hal yang kita butuhkan, merasa cukup dengan itu.

Ia Sang Maha adalah sumber dari segala rasa kasih. Aku meyakini janjinya yang pasti ditepati. Bahwa semua ciptaannya berpasang-pasangan. Bahwa yang baik akan mendapatkan yang baik dan yang buruk mendapatkan yang buruk.
Lalu aku cukup menjaga diriku, menjadi orang yang lebih baik, agar kelak yang datang padaku pastilah pribadi-pribadi baik yang terpilih.
Jadi buat apa aku ragu dalam menunggu?
Ia pasti datang.
Ia pasti yang terbaik.
Dan yang paling penting, ia hanya untukku seorang.

Jadi begitulah sense of waiting, frustasi. Hampir menyerah. Tapi nggak ada yang bisa kita lakukan selain menunggu dan berdoa. Seperti yang pernah kukatakan pada sahabatku, “No need to rush, I let everything in God Hands. Haha.”

2 thoughts on “Sense Of Waiting Jodoh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s