Cinta, Bukanlah Jawaban yang Kutunggu

Aku memikirkanmu, sesekali.
Ketika saat rasa itu datang, tanpa kusadari jariku dengan lincah mengetik nomormu, untuk kuhubungi.
Tapi tidak jadi.
Aku tak seberani itu.
Aku bertanya dalam hati, apakah pernah aku terlintas dibenakmu?

Aku tak berdaya dalam merindukanmu terkadang.
Meski berusaha mati-matian menyangkal, bahwa kamu bukanlah hal terpenting lagi buatku.
Namun siapa yang dapat mengendalikan hati yang telah termiliki.
Kamu menguasainya tanpa kamu tahu. Dan aku juga tak ingin memberitahumu.

Kurasa aku mencintaimu, masih.
Mengapa jantungku mencelos setiap ada yang menyebut namamu?
Mengapa hatiku berdebar kencang setiap mendengar berita tentangmu?
Mengapa aku bertanya-tanya tentangmu?
Mengapa aku mendidih marah melihatmu dengan yang lain?
Mengapa aku masih menyimpan harapan, akan ada suatu hari?

Dan kamu tidak.
Kuyakin kamu tak seperti itu.
Kamu sudah tak lagi memikirkanku.
Tak lagi menanggung rindu untukku.
Tak lagi menyimpan cinta padaku.
Sudah bersama orang lain.
Telah bahagia.

Cinta, tadinya kupikir itu jawaban dari semua pertanyaan-pertanyaan yang menggangguku.
Tetapi bukan, ternyata aku salah.
Cinta bukanlah jawaban yang kutunggu.
Ia hanya merupakan pertanyaan yang menggiringku kepertanyaan-pertanyaan lain, yang tak kutemukan jawabannya saat ini.
Tapi nanti.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s