Hidup Nggak Mungkin Baik-Baik Aja, So What?

Draft tulisanku yang hampir selesai dan tinggal dipublish hilang. Semuanya, sekitar 7 postingan. Berupa beberapa cerita pendek, opini, tips dan potongan puisi. Dan yang membuatnya hilang adalah tanganku sendiri. Bisa bayangin gimana perasaanku? I feel like a zombie.

Kok bisa hilang?
Jadi begini ceritanya. Kemarin sore aku ngutak-ngatik blackberryku yang belakangan ini lemot. Setelah goggling sana sini, cara ngatasinya adalah membersihkan cache, menutup semua aplikasi saat sedang tidak dipakai dan membuang aplikasi yang nggak perlu. Oke, aku lakukan dong. Gampang aja kok. Terus aku buka file manager dan mulai menghapusi banyak sekali file yang nggak bisa dibuka (aku kira nggak penting). Memang setelahnya BBku jadi cepat loadingnya, nggak pake lelet. Seneng dong? Senenglah pastinya.

Nah, bagian hohornya dimulai pagi ini. Saat aku buka akun WordPress dari aplikasi BB and then aku masuk ke naskah telepon. Dan coba tebak apa yang aku temukan?

NOTHING.
Kosong.
Semua draft yang sudah aku tulis menghilang dan pasti tak dapat dikembalikan.
Aku shock. Bengong. Dan rasanya otakku lumer jadi bubur. Pengen nangis jadinya.
Sayang banget cerita yang aku tulis, padahal tinggal endingnya doang. Oke, ide cerita atau tulisannya aku masih ingat. Tapi untaian 10.000 kata yang sudah kutulis dengan melalui edit berkali-kali, mana bisa sama lagi.

Hah, kesal. Marah. Tapi mau gimana lagi coba? I don’t know what to say. Ini jelas salah aku sendiri dan Hell yeah, aku merasa depresi. Dikit. Tapi nggak bisa marah. Mau marah sama siapa coba? Nggak punya sansak buat digebukin. Apalagi pacar buat digaplok. Nggak punya banget.

Lalu aku bisa apa selain narik nafas panjang-panjang. Berdiam diri. Mikir. Berusaha menenangkan pikiran yang kacau.
Aku tanya sama diriku sendiri, siapa aku? Aku adalah Yona.
Orang seperti apa Yona itu? Orang yang sudah melewati banyak hal dan nggak gampang menyerah. Orang yang berusaha sampai akhir meskipun hasilnya tak selalu seperti yang diharapkan. Orang yang seperti itulah aku.

So, hal semudah ini, nggak bisa buat aku patah. Aku nggak mau dan nggak sudi kalah, hanya karena beberapa draft tulisan yang hilang.
Aku bisa kok, nulis lagi. Yang lebih bagus dan lebih menarik untuk dibaca. Toh aku masih punya otak yang nggak bego dan tangan dengan jari-jari cantik yang bisa ngetik cepat. Smartphone yang mendukung tulisanku untuk di posting. Serta layanan data dari provider yang kupakai. Jadi kupikir aku baik-baik aja. Aku bisa mulai lagi dari awal. Dan ini bukan masalah besar kok.

Setelah memikirkan semua itu, aku merasa baikan. Yeah, I’m good. I’m good. I’m too good. He3x. Ketika akhirnya aku melihat halaman kosong, aku merasakan gairah terpancar dalam diriku, merasa bersemangat. Kurasa, memang seperti itulah seharusnya seorang penulis. Semua ide awalnya dari sehelai halaman kosong. Dari satu huruf. Sebuah kata. Dan mengalir menjadi ribuan kalimat yang seperti aliran air ke sungai, laut dan samudera. Jadi aku akan tetap menulis. Passionku disini, aku hanya melakukannya dengan penuh cinta.

Love you all, thanks buat yang sudah membaca dan komentar diblog ini. Dukung terus ya. Dan selamat menikmati.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s