Jangan Jadi Orang yang Menyedihkan

Olla!
Bagaimana dengan malam minggunya, Ladies and Gentleman? Semoga asyik dan nggak membosankan. Dan buat kalian yang sedang menjalani LDR, selamat deh. Tabah-tabah ya, semoga dia disana memang setia dan nggak macam-macam. Seperti kamu disini. Wkwkwk. Becanda ding!

Pernah nggak kamu ditaksir orang? Pernah dong, masa nggak pernah? Kasian banget sih kalau nggak pernah. Wkwkwk. Ih, aku ngebetein ya? Sorry deh. Kapan lagi jomblo macam aku punya kesempatan ngebully coba? So, maklumi ajalah.

Back to the earth, jadi ceritanya aku beberapa kali (eheem!!) pernah ditaksir lelaki. Ditaksir sih nggak papa, itukan hak dia buat suka sama siapa aja. Mana boleh kita mengatur perasaan orang lain, lah wong kita aja kesulitan buat ngatur perasaan sendiri. Tapi yang bikin kesal itu kalau ada yang naksir sama kita dan maksa untuk dibalas. Euuuh, naksir sih naksir aja tapi mbok ya jangan maksa perasaan orang lainlah.

Ada perbedaan besar, memperjuangkan cinta dengan memaksa orang membalas cinta. Memperjuangkan perasaan cinta boleh dilakukan dengan segala cara selama itu tidak melanggar agama, hukum dan norma budaya. Tapi kamu harus tahu diri, dimana merasa cukup dengan semua usaha dan menerima mundur karena kalah. Namun berbeda dengan memaksa seseorang membalas cintamu, itu hal yang menyedihkan menurutku. Kenapa? Karena kamu meminta orang yang kamu cintai untuk berbohong dengan berpura-pura mencintaimu. Siapa yang ingin kau tipu, dirimu sendirikah?

Seseorang yang bijak pernah berkata bahwa hati nggak bisa dipaksa apalagi diarahkan. Hati manusia adalah bagian terkuat karena bisa menahan berbagai emosi sekaligus tanpa ‘meledak’. Sekaligus merupakan bagian terlemah karena bila hati sudah dikuasai, logika tak lagi diperdulikan. Apalagi kalau dikuasai sama nafsu, nggak kebayang apa saja yang dapat dilakukan oleh orang tersebut.

Memaksa orang lain supaya membalas cintamu, sama menyedihkannya dengan mantan yang maksa balikkan setelah sebelumnya ia yang memutuskan hubungan. Aku nggak pernah bisa mengerti, dimana letak otak orang-orang seperti ini. Dan bagaimana bisa dahulu pernah menyukai manusia macam ini. Seharusnya setelah ditolak, pria sejati berbesar hati untuk menerima keputusan sang pujaan hati dan melanjutkan hidup.

Dan seharusnya juga, mereka yang sudah memutuskan hubungan, jangan pernah meminta balik. Konsisten dong dengan ucapan dan tindakan yang kau pilih. Tolong jangan mempermalukan diri kalian, jagalah harga diri dan image kalian supaya tetap dihormati. Jangan buat mantanmu merasa kecewa, karena menyesal mengetahui kamu yang seperti ini.

Yang sudah berakhir, jangan disesali. Yang sudah mengambil keputusan, jangan diingkari. Yang sudah ditolak, jangan menyedihkan seperti pengemis yang meminta belas kasihan. Cinta itu bukan hal yang pasti, tapi kalau memang tidak cinta ya tetap tidak cinta. Tak ada yang bisa merubahnya menjadi cinta yang penuh nafsu dan menggebu-gebu (nggak tahu jugasih kalau dukun sudah bertindak. Aku pernah lihat orang yang tergila-gila sesaat dan kemudian menyesal. Apa karena jampi-jampi atau karena memang perasaan sesaat).

Kalau cinta tak bisa menyelamatkanmu, pada akhirnya ia yang akan membunuhmu.
Tak apa, kau bisa mati berkali-kali dan akan hidup lagi.
Seperti hati yang patah dan kemudian kembali berbunga dengan kesempatan dan waktu yang lain.
Tidak ada yang salah dengan itu. Karena yang sejati memang pantas didapatkan dengan berjibaku darah dan air mata.
Priceless.

3 thoughts on “Jangan Jadi Orang yang Menyedihkan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s