Have a Child is Blessing From Allah

Mengapa orang menikah? Untuk merayakan cinta. Melegalkan status bahwa dia (pasanganmu) adalah milikmu dimata hukum dan Tuhan. Mendapatkan keturunan secara sah dan beradab, Anak.

Setidaknya begitulah pengertian menikah bagiku. Jadi bila saat ini aku belum menikah, artinya aku belum bisa atau mau merayakan cinta. Belum bisa atau mau melegalkan status hubunganku. Dan belum bisa atau mau medapatkan keturunan. Tapi akan (garis bawahi hal ini) suatu saat nanti, amin.

Dan jangan tanyakan kapan? Dengan siapa? Karena aku tidak tahu. Sungguh tidak tahu kapan waktuku menikah dan siapa yang kelak jadi jodohku. Yang pasti soal jodoh, takdirku siapa hanyalah Tuhan yang tahu. Itu hak prerogatif Sang Pencipta (dikutip dari psikolog favoritku Dra. Rienny Hasan). Siapa kita yang bisa dan berani mematokkan akan menikah usia segini, punya anak usia segini, harus dengan ini menikah. Kita, manusia hanya bisa berencana tapi Tuhanlah yang menentukan. Yang bisa kita lakukan hanyalah berdoa dan berusaha sebaik-baiknya. Semoga Tuhan mendengar doa kita dan berbaik hati memberikan yang terbaik untuk kita. Amin O:). Please, jangan tanyakan hal ini ke jomblo-jomblo lain. Percayalah tidak ada satupun dari mereka yang tidak ingin, hanya saja memang belum sampailah waktu mereka untuk itu. Maka jangan tambahi kesedihan mereka dengan pertanyaan yang sulit dijawab ini. Dan seolah menyalahkan kesendirian mereka hingga kini. Mengertilah, keadaan sudah sukar bagi mereka.

So, tulisan kali ini berawal dipagi tadi, dimana aku mendapat sebuah kabar baik. Seniorku mendapatkan putra keduanya dengan selamat (senior tersebut adalah orang yang dekat denganku dan pembicaraan kami sering menjadi inspirasi buatku. Kalau kau sering membaca tulisanku, kau pasti menyadarinya). Setelah mengucapkan congratulation aku bertanya “How’s your feeling, now?” padanya.

Dan dijawabnya, “I’m like The Manager of The Rock Star. ”

Tentu saja aku ketawa ngakak. Apalagi dia memberitakan disosial medianya, “Proudly Present ‘Ladika Brata Wibowo’, Welcome to the Universe!!! disinilah tempatnya Agama dan Ilmu Pengetahuan. Keep Rock n’ Roll my second Rock Star \m/”

Seniorku itu sedang berbahagia, sangat. Orang tua mana yang tidak bahagia akan kelahiran anak-anak mereka. Dan berharap dan berdoa hal-hal yang baik untuk anak-anaknya. Kebahagiaan, kesehatan dan diberkahi oleh Tuhan. Menurutku orang tua yang diberikan anak-anak oleh Tuhan adalah orang-orang yang diberkahi. Tuhan pasti sangat menyayangi dan percaya pada mereka hingga menitipkan berkah yang luar biasa, Anak. Jiwa-jiwa murni yang penuh kepolosan. Benih masa depan. Menjaga, merawat dan mendidik mereka bukan tugas dan tanggung jawab yang mudah.

Dan yang ingin aku sampaikan nasihat tentang anak, hanya puisi Khalil gibran yang dapat menjelaskannya dengan baik. Bayangkan, sebuah tulisan dari masa lampau tapi masih menjadi pegangan buat orang-orang dimasa depan. Mengesankan bukan? Padahal sang penyair tidak pernah menikah dan tak punya anak. Tapi pemikirannya yang begitu dalam, akhirnya tetap menjadi inspirasi di masa depan. Berikut petikannya :

Anakmu bukanlah anakmu,
mereka adalah putra putri sang kehidupan, yang rindu akan dirinya sendiri.

Lewat engkau mereka lahir, tetapi bukan dari engkau, mereka ada padamu, tetapi bukanlah milikmu.

Berikanlah mereka kasih sayangmu, namun jangan sodorkan pemikiranmu,
sebab pada mereka ada alam pikiran tersendiri.

Sepatutnya kau berikan rumah bagi raganya, namun tidak bagi jiwanya,
sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan, yang tiada dapat kau kunjungi, sekalipun dalam mimpimu.

Engkau boleh berusaha menyerupai mereka, namun jangan membuat mereka menyerupaimu, sebab kehidupan tidak pernah berjalan mundur, ataupun tenggelam ke masa lampau.

Engkaulah busur, dan anak-anakmu sebagai anak panah yang meluncur hidup.

Sang Pemanah maha tahu sasaran bidikan keabadian, Dia merentangkanmu dengan kuasa-Nya, hingga anak panah itu melesat jauh dan cepat.

Bersukacitalah dalam rentangan tangan Sang Pemanah, sebab Dia mengasihi anak-anak panah yang melesat laksana kilat, sebagaimana dikasihi-Nya pula busur yang mantap.

Selamat kedua orang tua berbahagia atas kelahiran putra kedua mereka, Ladika Brata Wibowo (Ladika = Laki-laki di Kalimantan, Brata = (ber)Tingkah laku/nazar/sumpah, Wibowo = Mulia. Nama yang keren yah?). Selamat datang sayang, Welcome Home Ladika Brata Wibowo. Tumbuhlan menjadi anak yang membanggakan kedua orang tua. And may Allah always blessing you.

Dari Aunt Yona, calon groupiesmu. Aminin juga Aunt Yona supaya bisa nyusul Ayah Bundamu, Halah!

2 thoughts on “Have a Child is Blessing From Allah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s