Berdetak Tanpa Arti

Masih nggak punya pacar?
Masih nggak punya gandengan buat diajak kondangan atau reunian teman-teman sekolah?
Udah berapa lama nggak ciuman dengan lawan jenis?

Oke, aku ralat pertanyaannya. Soalnya bagi beberapa orang ciuman bukanlah momen sakral yang harus dilakukan dengan orang yang kita sukai dan sebaliknya. Ada orang yang bisa nyium banyak orang tanpa ‘merasa’ apapun terhadapnya.
Jadi, udah berapa lama nggak skin ship atau intim dengan lawan jenis yang bukan hanya tertarik karena seksual aja?

Kalau jawaban dari ketiga pertanyaan tersebut negatif, tidak atau nggak ada. Kamu definitely jomblo, kawan. Dan kurasa, kamu pasti sangat menyadari hal itukan. Sudah berapa lama jomblo? Halah, pertanyaan nggak penting. Mau lama atau baru sebentar, yang namanya jomblo itu yah tetep aja kesepian. Sepi, karena merasa sendirian tanpa punya seseorang yang ‘spesial’ untuknya. Teman boleh banyak, sahabat dan keluarga boleh saja dekat. Tapi yang namanya kekasih hati juga penting. Karena jujur saja, ada hal-hal yang nggak bisa dilakukan jomblo sendirian atau dengan orang lain yang bukan kekasihnya. Ada dan banyak.

Aku mengatakan ini bukan untuk mendorong para jomblo segera memiliki kekasih. Bukan itu poin yang kumaksud. Karena dalam kehidupan nyata, banyak mereka yang punya pacar tapi keadaannya nggak lebih ‘buruk’ daripada mereka yang jomblo.
Yang aku harapkan, mereka yang saat ini sendirian dan kesepian, nggak putus asa dalam mencari. Juga nggak sampai nyamber apa saja yang datang, demi segera terlepas dari predikat jomblo.

Soal hati, siapa yang bisa menebak kemana arahnya berlabuh. Soal perasaan, siapa yang bisa mengendalikan rasa. Soal jodoh dan takdir, hanya Tuhan saja yang tahu dan punya kuasa untuk itu. Kita tak bisa tak bisa berbuat apapun untuk memaksanya, kecuali mematutkan diri menjadi pribadi yang lebih baik. Agar kelak yang datang pada kita adalah yang terbaik juga.

Dan aku nggak bisa ngajarin, bagaimana cara para jomblo menghabiskan waktu menunggunya dengan lebih berguna. Yang jelas, menunggu pasti membosankan. Meskipun yang ditunggu memang pantas untuk diperjuangkan. Yang aku bisa bilang adalah “Jomblo adalah suatu keadaan yang menyesakkan.” Dimana waktu seolah berhenti dan jantungmu berdetak tanpa arti. Namun saat ia datang, waktumu kembali berjalan dan jantungmu, untuk pertama kalinya kau besyukur bahwa ia tetap berdetak selama ini. Hingga kau dapat tetap hidup dan bertemu dia. Saat itulah, segala kesepian dan derita yang kau alami dimalam-malam sepimu, menjadi tak lagi penting. Yang perlu kau lakukan hanyalah berbahagia, itu saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s