Cinta Dalam Sepotong Koran

Well, kalau orang lain mungkin mendapatkan bunga, perhiasan, pakaian bermerk, sepatu atau tas branded sebagai ungkapan kasih sayang. Maka untukku berbeda, yah walaupun aku juga nggak bakal nolak dikasih hadiah seperti itu. He3x.
Aku baru saja mendapatkan kiriman sebuah koran, jauh-jauh dari kota Medan (aku tinggal di Sumatera Utara tapi di sebuah kecamatan yang terletak di kabupaten Asahan). Dan kiriman ini, tentu saja bukan dari kekasihku tetapi dari Mamakku (kakak lelaki ibu dalam bahasa minang. Paktua dalam bahasa batak atau Pakde kalau orang jawa bilang).

Apa hebatnya koran ini sampai Mamakku bela-belain menitipkannya pada saudaraku yang kebetulan mengunjunginya?

Koran ini, hanya koran biasa walau tidak dijual sampai ke daerahku. Tanggalnya pun telah lewat. Tapi isinya penuh dengan lowongan pekerjaan CPNS dari berbagai kementrian yang sedang membuka penerimaan.

Can you see it?
Aku tahu sekarang kau pasti dapat melihat gambarannya. He3x. Aku sedang menganggur dan belum menemukan pekerjaan lagi. Dan Mamakku berharap aku mau mengikuti penerimaan CPNS tersebut atau lowongan kerja lain yang ada di koran tersebut.

How sweet, kan? Aku bisa merasakan kasih sayang dan perhatian yang begitu besar hanya dari sepotong koran yang ia kirim untukku. Orang lain mungkin akan bilang, “kalo emang sayang, kenapa nggak ngasih uang aja buat modal usaha, Yon? Masa cuma ngasih koran doang, iya kalo diterima. Lah kalo enggak, ya tetep nganggur kale…”

Yah, mungkin memang begitu. Tapi ini lebih baik daripada tidak ada sama sekali. Apa kau tahu? cinta itu bukan hanya kata-kata saja tapi juga tindakan. Mencintai itu bukan hanya memberi semua yang diinginkan oleh yang tercinta. Namun juga melarang, menasehati atau menamparkan kenyataan pada mereka yang kita cinta. Terkadang kita perlu membiarkan mereka terjatuh, terluka dan berusaha sendiri. Bukannya selalu membantu dan memanjakan mereka terus-terusan. Ini menurutku sih, nggak tahu kalo orang lain.

Jadi bagiku, koran ini bukan koran biasa. Koran ini sarat dengan harapan, doa juga perasaan tulus dari seorang Mamak kepada keponakan perempuannya. Dari sekian banyak keponakannya, beliau ingat padaku dan memberikan perhatian kecil yang khusus. Apa kalau kau dalam posisi aku, kau tak merasa dicintai?

Kalau aku jelas melihatnya disini, Mamakku ini menyayangiku makanya ia peduli. Tak pelu embel-embel lain dan tak ada alasan yang perlu aku ketahui, selain mengetahui betapa beruntungnya aku dicintai seperti itu. Karena membuat orang mencintai kita dengan tulus, tanpa harus melakukan apa-apa bukan hal yang mudah loh. Itu sebuah anugerah dari Tuhan.

Perhatian kecil, kepedulian, yang bagi kita mungkin bukan apa-apa. Tapi bisa jadi harta yang berharga bagi orang lain. Oleh sebab itu, jangan berhenti peduli dengan sesama, sekecil apapun itu. Dan pada siapapun itu. Karena kalau kita sudah berhenti peduli, kita akan kehilangan perasaan empati dan cinta. Dan kalau tak cukup banyak cinta, akan jadi apakah dunia kita kelak?

2 thoughts on “Cinta Dalam Sepotong Koran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s