Apa yang dibanggain dengan belanja 1800 Trilyun, Pak Beye?

SBY dengan bangga bilang saat pertama menjabat APBN hanya 400 T dan sekarang mencapai 1800 T untuk 2014 (Sumber berita SBY: 2004 APBN Kita Rp 400 T, Sekarang Rp 1.800 T via @detikfinance http://de.tk/LaugP).

Baca berita ini kok aku jadi marah ya?

Kenapa marah coba? Logika sederhananya begini, seorang ibu rumah tangga yang biasa belanja dengan uang 400 perak namun belakangan ini ada peningkatan jumlah uang yang ia belanjakan. Sebanyak 1800 perak. Lalu apa istimewanya? Enggak ada, selain jumlah kebutuhan yang semakin meningkat. Dari 400 ke 1800. Tapi ini bukan menunjukkan tingkat kesejahteraan yang semakin baikkan? Tentu saja bukanlah. Yang terlihat dimataku adalah jumlah kebutuhan yang tinggi, tapi pemasukannya kita tidak tahu.

Nah, kalau yang Pak Beye bilang jumlah pendapatan negara dari 400 T menjadi 1800 T di 2013. Baru dong kita bisa bangga, kalau perlu standing ovation deh buat Pak Beye tercinta.

Lah, ini belanja yang makin banyak kok harus disyukuri? Harusnya nangis kali. Uang sebanyak 1800 T itu kok kayak sasaran empuk buat serigala-serigala koruptor yang rakus. Merasa gitu nggak? Dan ujung-ujungnya rakyat jugakan yang harus membayar APBN tersebut, yang pastinya berasal dari pinjaman dari luar negeri atau Bank Dunia. Rakyat lagikan yang jadi korban? Dan yang ngambil keuntungan adalah oknum-oknum yang punya kekuasaan dan mau mencuri uang rakyat tanpa malu-malu.

Dan apakah Pak Beye tak pernah mendengar pepatah lama, ‘besar pasak dari pada tiang’? Yang kira-kira artinya adalah sebuah bangunan dengan bobot atap yang sangat berat sementara tiang penyangganya kecil. Maka bangunan tersebut akan runtuh. Begitu juga dalam ekonomi, seandainya pengeluaran lebih besar dari pada pemasukan. Yang ada kita bakalan berhutang. Dan kalau hutang menumpuk, bunganya semakin banyak. Nggak sanggup bayar, kolaps dan akhirnya pailit. Dan itulah yang terjadi di Yunani, kawan. Dan juga resesi ekonomi yang sedang menjangkiti Eropa seperti di Spanyol, Perancis dan lain-lain. Mau Indonesia seperti itu? Amit-amit deh.

Jadi kita nggak usah bangga dengan APBN 1800 T tersebut. Justru kita harus mengawal penggunaan uang negara ini tepat kesasaran. Yang pada akhirnya seharusnya meningkatkan kesejahteraan orang banyak, memberikan peluang usaha dan kerja bagi rakyat dan membuat Indonesia semakin berdikari.

Amiin. O:) semoga benar begitu. Walau agak pesimis tapi kita tetap berusaha dan berharap yang terbaikkan?

Ohya, ngomong-ngomong itu nol dibelakang angka Trilyun ada berapa sih?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s