Why I Like Marquez?

“Kemenangan terbesar itu bukan karena menjadi nomor 1, tapi melakukannya dengan penuh hasrat dan hati yang senang. Hasil akhir itu hanya bonus saja.” ~ Yona Sukmalara.

Belakangan ini aku rajin nonton Moto GP dan ngikutin beritanya dikoran atau portal berita online. Dan dengan mudah perhatianku langsung tertuju pada pembalap muda berbakat, monster rookie dari Honda Repsol, Marc Marquez.

Kenapa aku suka Marquez? Dia mewakilkan tiga kata yang kusukai. Young, foolish and happy. Dan senyum kekanakannya, yummy sekali dimataku, hehehe! *evil laugh*.

Marquez masih muda, berbakat dan sangat bersemangat. Itu terlihat jelas dari cara membalapnya sangat agresif, entah karena ia masih terlalu muda sehingga dengan bodohnya hanya memikirkan siapa yang paling cepat di arena balap. Atau memang Marquez begitu ambisius untuk menjadi Juara Dunia Moto GP 2013.

Tapi tidak bisa dipungkiri Marquez memang berbakat di sirkuit balap. Ia jauh lebih cepat dibandingkan Lorenzo, Pedrosa apalagi Rossi yang karirnya semakin menurun. Padahal seharusnya sebagai pembalap kedua dari Tim Honda Repsol, fungsi Marquez harusnya hanyalah menjadi tandem bagi Dani Pedrosa. Menghalangi pembalap lain dan memastikan Pedrosalah yang menjadi juara di podium. Tapi Marquez tidak, ia menunjukkan bahwa ia meski kurang pengalaman tapi bakatnya memang cemerlang. Tak bisa terbendung, bahkan oleh Lorenzo sekalipun, sang juara Moto GP 2012.

Dan minggu lalu adalah minggu berat bagi Marquez. Ia didiskualifikasi karena tidak mengganti ban setelah sepuluh putaran di Phillip Island (peraturannya semua pembalap harus mengganti ban setelah 10 kali putaran. Tapi tim Marquez menginstruksikan Marquez untuk masuk Pit pada putaran 11). Ia masuk pit pada putaran kesebelas dan dihadiahkan bendera hitam. Jadi kesalahan ini murni karena ketidaktahuan Tim Marquez, bukan karena ketidakmampuan Marquez.

Dan seharusnya Lorenzo nggak usah sesenang itu di podium, karena memenangkan balapan ini cuma sedikit beruntung saja. Bukan karena jauh lebih baik dan cepat dari Marquez. Lorenzo hanya beruntung karena Marquez terkena diskulaifikasi gara-gara ban. Itu bukan hal yang terlalu keren untuk dibanggainkan? Dan Lorenzo tahu pasti hal ini. Tapi menang adalah menang, siapa yang peduli dengan kekalahan meski disebabkan hanya karena setitik kesalahan.

Well, pertarungan tinggal 2 sirkuit lagi. Dan total nilai Marquez dan Lorenzo hanya terpaut 10 poin. Kita tidak bisa memprediksi siapa yang akan menjadi juara dunia 2013 ini, Lorenzo masih bisa membalikkan keadaan. Tapi dari hati yang paling dalam aku berharap si monster rookielah yang menang. Meskipun bila pada akhirnya Marquez tidak memang, tak apa. Marquez sudah bersenang-senang selama hampir setahun di Moto GP, ia melakukan hal terbaik yang bisa ia lakukan. Dengan hasrat besar dan ia tampak sangat menikmati balapan.

Bukan hanya perkara menang atau kalah, Marquez memang menyukai kecepatan. Dan kemenangan-kemenangan yang diraihnya adalah bonus dari kerja kerasnya.

Tapi apapun bisa terjadi di lintasan balap. Bukan hanya siapa yang paling cepat, butuh sedikit keberuntungan dan banyak sekali kerja keras untuk bisa menjadi juara. Dan aku harap Marquez bisa mendapat hasil maksimal dari kerja kerasnya selama satu tahun ini.

Viva Dek Marquez, Audaces Fortuna -Iuvat!! (Selamat Dek Marquez, nasib baik menolong mereka yang berani).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s