Proyek Minum Teh Hijau #HariPertama

Berhubung aku wanita usia ‘mateng’ yang sulit menyediakan waktu untuk berolah raga (alesan, padahal emang males olahraga) dan kurang rajin makan sayur-sayuran, maka aku memutuskan mengkonsumsi teh hijau demi perncernaan yang baik dan mengurangi tingkat ketebalan lemak diperut (teh hijau dapat menurunkan 40% tingkat kebuncitan berdasarkan fakta google).

Jadi mulai tanggal 27 Oktober 2013, aku memulai Proyek Minum Teh Hijau. Saat ini berat badanku sekitar 48kg dan idealnya turun sekitar 3kg kalau disesuaikan dengan tinggi badanku yang tak seberapa. Akusih nggak terlalu mikiri berat tubuh ideal, yang penting nggak buncit dan urusan ‘kebelakang’ nggak ada masalah. Itu ajasih intinya.

Nah, kita cerita tentang teh hijau yuk.

Jadi ceritanya tanaman teh atau bahasa latinnya disebut Camellia Sinensis L, berasal dari Cina. Dan kebudayaan ngeteh juga berasal dari sana. Tapi yang punya ritual upacara minum teh secara khusus adalah orang Jepang. Lalu kebudayaan minum teh berkembang dan menyebar di Eropa dan benua lainnya.

Ada berbagai macam jenis teh di dunia, tapi ada 4 jenis teh yang paling umum. Yaitu teh hitam/merah, oolong, hijau dan putih. Teh secara umum mengandung katekin (atau disebut juga antioksidan, yang kadarnya lumayan tinggi dalam teh), teofilin, teobromin, sedikit kafein dan zero lemak serta protein.

Oke, itu tentang teh secara umum. Mari kita bicarain manfaat teh hijau secara spesifik.

Teh hijau diyakini bisa membantu menjaga kecantikan kulit dan kemudaannya (berkat katekin), menurunkan berat badan, mengurangi penyerapan lemak, menurunkan tekanan darah, mencegah diabetes, menurunkan kadar kolesterol jahat, menangkal radikal bebas dan kanker (antioksidan).

Wow, banyak ya kegunaan teh hijau?

That’s way, minum teh hijau baik buat kesehatan dan kecantikan. Walau rasanya tidak terlalu enak, cenderung kelat dan agak pahit. Karena sebaiknya tidak diminum dengan penambahan gula.

Nggak kebayang rasanya ocha (teh) yang diminum dalam upacara minum teh di Jepang. Bayangin aja, daun teh hijau segar di tumbuk sampai halus, diseduh dengan air panas tanpa pemanis dan diminum dengan posisi duduk, kaki terlipat berjam-jam. Pasti nggak enak dan nyiksa. Wkwkwk.

Tapi sebanding dengan manfaatnya yang baik untuk tubuh. Sehat itu mahal, kawan. Dan beauty is pain.

So, disinilah Proyek Minum Teh Hijau dimulai dan mungkin akan aku posting beberapa laporan perkembangannya kedepan. Rencananya, aku minum teh hijau setiap selesai makan. Dan untuk hari pertama, belum terjadi reaksi apapun selain ‘lancar’ urusan ‘kebelakang’. Semoga proyek ini sukses dan membawa efek yang bagus untuk diriku. Amiin. O:).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s