Kau, Semestaku Berpusat

Seperti sebuah lagu ballad, hidup dimulai dengan sebuah kata, sebuah nada, yang dirangkai menjadi satu kesatuan.

Tapi…..
Aku, kata yang tak lengkap.
Aku, nada yang tak berpenutup.
Aku, bukan bagian dari sesuatu, mungkin belum.
Aku, kalimat yang tak mempunyai makna.
Aku, denting yang kesepian.
Aku, bukan bagian dari garis melengkung dibibir.

Sungguh aku ingin jatuh untukmu, hanya padamu.

Lalu sudikah kau memberiku kesempatan untuk jadi alasan bahagiamu, juga sedihmu?
Meski aku tak bisa janjikan dunia untukmu, tapi bisa kupastikan kau adalah seluruh semestaku kan berpusat, sayang.
Bagiku cukup dirimu, cukup denganmu saja.

2 thoughts on “Kau, Semestaku Berpusat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s