Kita Sudah Patah

Kepingan hati ini telah remuk digenggamanmu.
Harapan, mimpi dan kebahagiaan tak lagi ada dalam rencana.
Kita sudah patah dan tak bisa lagi.

Maaf, kupikir aku harus pergi dan menyelamatkan apa yang tersisa dariku.

Kau dan aku, kita berhenti disini.
Dan tak ada jalan untuk kembali, setidaknya untukku.

Kebahagiaanku, ada di luar sana dan jelas itu bukan bersamamu.

Rasa sakit, penderitaan dan air mata, bagai cuka yang menetes diluka mungkin juga perwujudan dari cinta.
Kau dan aku, kita pernah memilikinya, dulu.
Kini hanya ingatan samar-samar yang tersisa, bahwa kita pernah bahagia.

Semoga kau menemukan apa yang kau inginkan. Dan akupun bisa menemukan apa yang aku kubutuhkan.
Kamu dan arahmu, aku dengan jalanku menuju rumah.

2 thoughts on “Kita Sudah Patah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s