Mari Menemukan

Dear, kamu.

Aku bertanya-tanya, sedang apa dirimu?
Seperti apakah dirimu?
Seberapa renyah rinai tawamu? Seperti apa matamu saat bersedih.
Apakah kamu sehat? Makan dan istirahat dengan baik.

Aku tak perlu tahu dengan siapa kau saat ini, serta bagaimana masa lalumu dengan yang lain. Sungguh aku tidak peduli, sayang.
Namun saat bersamaku, ketika sudah menjadi kita, semua itu harus menjadi bayangan yang terlupakan.
Kenangan samar yang tak penting.
Bukan bagian dari hari esokmu.
Kelak, hanya ada aku dan kamu, kita, berdua. Dalam duka dan bahagia.

Dear, kamu.

Aku penasaran, bagaimana cara kita kelak bertemu.
Apakah bumi sejenak terhenti berputar, gravitasi melambat dan anginpun membeku untuk kita?
Apakah penuh kebetulan seperti sudah ditakdirkan Tuhan?
Apakah kau langsung menandai aku, atau aku yang pertama mengenalimu?
Atau apakah kita justru saling membenci serta salah paham?

Entahlah, aku tak lelah menebak-nebak.
Hanya saja, harapku kau memang sepandan untuk ditunggu.
Kau memang layak untuk diperjuangkan hingga akhir.

Dear, kamu.

Sejujurnya aku takut, sedikit takut.
Tapi aku mengambil keyakinan bahwa Tuhan tak pernah salah memutuskan.
Kamu, aku. Kita.
Memang seharusnya bersama-sama.
Sudah semestinya bersatu.
Telah digariskan, sejak kita masih menjadi gumpalan darah tak bernyawa dalam perut.

Tuhanku, mohon lengkapkan kami segera. Biarkan kami saling menemukan dan memiliki.
Amiin. O:)

7 thoughts on “Mari Menemukan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s