Sebuah Senyum Akan Membuat Perbedaan

Tadi ada mbak-mbak, minta koran, nggak dikasih, eh dia cemberut trus ngeloyor pergi. Padahal kalo dia baik-baik dan nggak bersikap seperti itu, aku mau kasih koran kemarin.

Well, keliatannya memang remeh. Cuma sehelai koran doang, tapi koran yang dia minta itu koran hari ini yang masih belum dibaca sama orang-orang yang udah jadi langganan di warung nyokap. Dan dia mau menggunakan koran tersebut buat melindungi kepalanya dari tetesan hujan, sebelum menaiki gerbong kereta api.

Tapi….. karena dia mintanya enggak enak dan reaksi dia jelek waktu ditolak, aku jadi emoh nawari dia koran bekas kemarin yang ada banyak ditumpuk di atas steling kaca. Akukan cuma manusia biasa dan aku cuma orang biasa yang jagain kantin di stasiun kereta api. Namun, aku juga punya perasaan dan aku punya hak untuk melakukan apa yang aku mau pada apa-apa yang menjadi milikku. Kalau aku diperlakukan baik, aku akan balas lebih baik. Dan kalau aku diperlakukan tidak baik, aku lebih suka tidak berurusan dengan orang seperti ini. Demi menghindari kerusakan sistemik yang dapat dilakukan oleh seorang penderita obsessive compulsive (ini cuma ancaman kok). He3x…..

Nah, mbak-mbak tadi adalah salah satu contoh manusia egois yang cuma mementingkan dirinya sendiri (dan manusia jenis ini ada banyak dimuka bumi ini loh). Doi nggak mikir nih koran masih bisa dibaca (koran hari ini) oleh orang banyak. Doi mana peduli, yang penting kepalanya nggak kebasahan. Doi juga nggak punya kemampuan bahasa untuk bersosialisasi yang bagus, begitu keinginannya tidak terkabul, dia tanpa basa-basi, muka jelek, balik kanan tanpa babibu.

Coba dia minta dengan manis dan nggak pake cemberut, yakin deh pasti ada solusi lain yang bisa kutawarkan untuknya.

Lucu, aku jadi mikir apa orang seperti dia bakal ada yang meluk dan ngusap-ngusap punggungnya? Nggak kebayang sikapnya pada yang lain kalau keinginannya tidak didapatkannya. Lah, aku ini siapa? Bukan orang yang kenal dan peduli pada dirinya aja, tapi sikap dia padaku malah begitu. Apa dia akan tetap bersikap seperti itu pada orang yang lebih kaya, lebih pintar, lebih berkuasa dan orang yang mempunyai level kedudukan tinggi darinya? I don’t think so.

Manusia itu dinilai dari bagaimana ia bersikap dan mengambil keputusan disaat sulit, apa yang ia korbankan dan apa yang ia dahulukan. Someone says ‘kalau mau melihat sifat asli seseorang, hadapkan dengan setumpuk uang’. Menurutku juga begitu, sebagian besar manusia akan berubah bila dihadapkan dengan kekuasaan, harta dan kesempatan. Dan perubahannya ini tak semuanya menuju arah positif.

Kesimpulan yang bisa ditarik dari cerita hari ini adalah berlakulah dengan sopan . Pada siapapun. Bukan karena suatu saat kita butuh bantuan orang itu, tapi karena memang sudah semestinya kita memperlakukan orang lain dengan hormat dan santun. Karena kitapun berharap orang lain akan mempelakukan kita dengan hal yang samakan?

One thought on “Sebuah Senyum Akan Membuat Perbedaan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s